
SELAMA dua bulan terakhir penanganan Covid-19 di Tanah Air mengalami hal-hal yang cukup menggembirakan. Sebagaimana diketahui telah terjadi penurunan kasus aktif di Indonesia.
Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Letjen TNI Doni Monardo pada konferensi pers, Sabtu (14/11), di Media Center Satgas Covid-19 Graha BNPB Jakarta pukul 17.00.
Penanganan menggembirakan itu, menurutnya, dilihat dari data yang ada, dengan kasus aktif selama satu bulan terakhir telah turun sebanyak 7,07%. Disusul dengan angka kesembuhan mengalami penurunan sebanyak 7,34%.
“Di balik penurunan yang kita alami sekarang ini, berkat kerja keras seluruh komponen masyarakat, pemerintah, pimpinan daerah, ketua satgas, dan sukarelawan. Lalu disusul oleh TNI dan Polri dan pastinya seluruh tim kesehatan yang telah bekerja keras untuk lebih banyak lagi memberikan kesembuhan pada pasien Covid-19,” ujarnya melalui live streaming.
Menurutnya, seluruh masyarakat harus memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada seluruh pihak kesehatan untuk mengendalikan covid-19 di Tanah Air.
“Kita juga harus menyadari bahwa Covid-19 ini adalah sebuah wabah yang memiliki risiko yang sangat besar sekali, yang menimbulkan angka kematian. Di berbagai belahan dunia, angka kematian telah mencapai lebih dari 1 juta jiwa, dan di Tanah Air sendiri telah lebih 15 ribu orang meninggal, termasuk tenaga kesehatan, khususnya dokter,” kata Doni.
Oleh karena itu, Doni kembali mengajak semua pihak untuk terus bekerja sama, bahu-membahu mengendalikan Covid-19. “Ketika kasus di Tanah Air mengalami penurunan, kasus di sejumlah negara mengalami peningkatan, termasuk angka kesembuhan kita yang semakin baik berada pada posisi 83,8%. Namun, di tingkat global angka kesembuhannya mengalami penurunan.”
“Kita juga bersyukur setelah lebih dari 388 ribu orang yang telah sembuh. Walaupun kita akui angka kematian masih relatif berada di angka kesembuhan global yaitu 3,3%,” ujarnya.
Ketua Satgas Covid-19 itu kembali mengajak semua pihak agar selalu menaati protokol kesehatan. (CK4/IKZ/S1)







