DINAS Kesehatan Lampung Selatan melalui Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular menyatakan vaksin Covid-19 merk Moderna mengakibatkan demam selama tiga hari. Setelah nakes, masyarakat umum yang belum sama sekali divaksin boleh mendapatkan vaksin Moderna.
“Vaksin Covid-19 Moderna merupakan vaksin yang bagus. Tapi, memang efek sampingnya dapat menimbulkan demam selama tiga hari,” ujar Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Lampung Selatan Kristi Endarwati, mewakili Kepala Dinas Kesehatan Lamsel Joniyansyah, Minggu (22/8).
Menurut Kristi, vaksin Covid-19 Moderna merupakan vaksin buatan Amerika Serikat diperuntukkan tenaga kesehatan (nakes) pemberian tahap ketiga.
“Masyarakat umum kini boleh diberikan vaksin Covid-19 Moderna. Tapi, masyarakat yang belum sama sekali menerima vaksin Covid-19 Sinovac dan AstraZaneca,” katanya.
Sebelumnya, sejumlah tenaga kesehatan (nakes) yang bekerja di UPTD Puskesmas Rawat Jalan Kecamatan Palas dan Bumidaya, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, mengalami kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) setelah menerima suntikan vaksin dosis ketiga yakni vaksin Moderna.
Seperti yang diungkapkan Dokter Umum Puskesmas Rawat Jalan Kecamatan Palas Herman. Dia mengaku sehari pasca-menerima vaksin Moderna, ia mengalami KIPI ringan, seperti demam dan pembengkakan pada tangan tepat suntikan vaksin.
“Kami divaksin dua hari yang lalu. Awalnya biasa saja. Tapi, pada malam harinya setelah divaksin Moderna, badan saya mulai demam. Tangan bengkak sedikit dan ngilu,” kata Herman.
Meski demikian, kata Herman, KIPI yang dialaminya tidak begitu parah dan dapat diatasi dengan meminum obat pereda demam seperti Paracetamol.
“KIPI-nya hanya ringan. Tapi, memang beda dengan vaksin pertama dan kedua. Persoalan KIPI ini, para nakes sudah paham cara mengatasinya dengan meminum obat-obatan seperti Paracetamol,” kata dia. (TOR/S1)







