
KAUM lansia dan yang memiliki penyakit penyerta atau komorbiditas merupakan kelompok yang paling rentan tertular Covid-19. Apalagi gejala umum yang biasa dialami pasien positif Covid-19 tidak muncul pada lansia dan komorbiditas yang terkonfirmasi positif.
Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta Czeresna Heriawan Soejono mengatakan lansia terkonfirmasi positif Covid-19 tidak memiliki kekhasan gejala.
Gejala batuk, sesak napas atau hilangnya indra penciuman dan perasa yang umumnya dialami pasien positif Covid-19 sama sekali tidak muncul pada lansia dan komorbiditas.
“Lansia dan komorbiditas ini perlu perhatian khusus, lebih ketat monitoringnya karena gejalanya khas sekali,” kata Soejono dalam pernyataan tertulis, Kamis (15/10).
Gejala khas yang muncul pada pasien positif lansia dan komorbiditas, yakni nafsu makan hilang tiba-tiba, terjadi perubahan perilaku yang tidak biasa, dan hilang kesadaran, serta penyakit penyerta yang dialami makin memperberat kondisi pasien lansia.
“Pengalaman kami bisa mengatasi virusnya, tapi kadang infeksi sekunder itu muncul ketika hasil negatifnya,” ujarnya.
Kepala Staf Medik Fungsional Pulmonologi Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso Jakarta, Adria Rusli mengatakan perhatian keluarga sangat penting bagi lansia dan komorbiditas untuk menghindari penularan Covid-19.
Lingkungan yang bersih, makanan sehat, dan istirahat cukup harus diterapkan bagi lansia dan komorbiditas. “Kalau sudah kena berat sekali dan tinggi angka kematiannya,” ujar Adria.
Dukungan keluarga, terutama dalam menerapkan protokol kesehatan, khususnya bagi orang terdekat di sekitarnya, sangat penting. Jika lansia tinggal bersama cucu dan pengasuhnya, harus diperhatikan protokol kesehatannya. Hal sama juga perlu diawasi terhadap pengantar makanan jika memesan dari luar.
“Ini juga berlaku untuk yang mengantar makanan, misalnya asisten rumah tangga atau sopir pribadi, perlu dipastikan protokol kesehatannya,” ujarnya.
Perawat di Bagian Geriatri RSUP RSCM Jakarta Eva Rischta Magdalena mengatakan rata-rata pasien lansia dan komorbiditas terpapar Covid-19 merasa tersisihkan dari keluarga.
Ruang isolasi, tempat perawatan pasien Covid-19, memang tidak diperbolehkan dikunjungi keluarga. Namun, keberadaan perawat memberi dukungan penuh untuk kesembuhan pasien.
“Perawat membantu support system dan membantu mengomunikasikan pasien dengan keluarga memanfaatkan teknologi,” ujarnya. (MI/S1)







