MASKER justru sangat penting untuk orang yang memiliki masalah pernapasan. Berlawanan dengan klaim viral, mengenakan masker bedah atau kain penutup wajah tidak membatasi jumlah oksigen yang dihirup seseorang.
Menurut penelitian yang diterbitkan pada Jumat (2/10) di Jurnal Annals of the American Thoracic Society menunjukkan penggunaan masker juga tidak menyebabkan penumpukan karbon dioksida yang membahayakan.
Meski studi yang dilakukan dalam skala kecil, ini membantu meredakan ketakutan berlebih yang beredar tentang dampak penggunaan masker. Sejauh ini, para ahli menganjurkan untuk mengenakan masker sebagai salah satu langkah paling efektif secara fisik untuk menghalau penyebaran virus corona.
Studi tentang dampak masker pada fungsi paru-paru diilhami sekelompok penduduk di West Palm Beach, Florida AS, yang menyatakan kemarahan pada pertemuan komisaris pada akhir Juni ketika para pemimpin lokal akhirnya memilih memerintahkan penggunaan masker.
Beberapa penduduk menentang perintah tersebut, mereka mengatakan memakai masker dapat membuat orang menghirup terlalu banyak karbon dioksida.
“Kami yakin data kami akan membantu mengurangi ketakutan tentang risiko kesehatan dari penggunaan masker bedah dan meningkatkan kepercayaan publik untuk penerimaan dan penggunaan yang lebih luas,” kata ahli paru-paru dr Michael Campos. (MI/S1)







