WALI Kota Metro Wahdi Sirajuddin meminta RSUD Ahmad Yani memprioritaskan penanganan pasien Covid-19 wanita hamil dan penyandang spesilistik spesifik.
Hal itu ditegaskannya saat memantau ketersediaan oksigen, kesiapan, dan kondisi pasien yang dirawat di RSUD Ahmad Yani, Minggu (18/7).
Secara perinci, Wahdi menjelaskan pasokan oksigen yang ada akan diprioritaskan untuk penanganan pasien wanita hamil yang terpapar Covid-19 dalam proses persalinan. Kemudia kasus berat Covid-19 dan kritis, serta kasus spesilistik spesifik atau kasus yang hanya mampu ditangani RSUD Jend A Yani.
“Pasien sangat membutuhkan oksigen. Sedikit saja terlambat kapasitas oksigen akan meningkatkan morbiditas (kesakitan) dan mortalitas (kematian). Karena pasokannya terbatas itu yang diprioritaskan,” kata dia.
Dia menjelaskan, RSUD Ahmad Yani merupakan rumah sakit rujukan regional yang menerima pasien berat dan kritis dari kabupaten lain.
“Berdasarkan data, pasien dengan KTP Metro hanya kisaran 10-15% dan meningkat 20% pada tanggal 15 Juli, sisanya pasien dari daerah lain,” ujarnya.
Dia menambahkan, dengan meningkatnya kasus yang terjadi saat ini, tentu sangat berdampak pada pasokan oksigen di rumah sakit tersebut. Sebab, hampir semua pasien di RSUD Ahmad Yani sangat membutuhkan oksigen.
“Karena itu perlu perhatian dan kerja sama yang baik, terintegrasi dan berkolaborasi dari semua kepala daerah dimana masyarakatnya banyak dirawat di RSUD Jend A Yani dan RS lain di Metro,” tambahnya.
Wahdi mengaku selalu memperhatikan kondisi pasien Covid-19 yang isolasi di KTN, Buper maupun di rumah sakit Kota Metro. Hal ini ia lakukan agar pasien Covid-19 tertangani dengan baik karena keselamatan masyarakat adalah di atas segalanya.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat Kota Metro untuk wajib menaati protokol kesehatan sebagai upaya untuk menekan penyebaran Covid-19. “Sekali lagi perlu kerja sama yang baik dari empat pilar demokrasi. Masyarakat wajib taat prokes dan selalu berdoa,” kata dia. (CR3/S1)






