PELAKSANAAN swab test 35 orang yang kontak erat dengan Kepala Dinas Perhubungan Pesawaran Syafe’i baru dilakukan apabila mereka bergejala. Mereka masih dalam pemantauan Satgas Covid-19 setempat selama 14 hari ke depan.
“Kemarin kami sudah melakukan rapid test kepada 35 orang kontak erat dengan hasil non reaktif. Namun, kami tetap memantau ke-35 orang ini. Apabila dalam waktu 14 hari ada yang timbul gejala, kami akan mengambil sikap dengan melakukan swab test,” ujar Ketua Harian Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Pesawaran Kesuma Dewangsa, Selasa (20/10).
Ia menjelaskan ke-35 orang yang melakukan rapid test ini merupakan orang-orang yang kontak erat dengan Kadishub Pesawaran. “Jadi kami tidak menambah lagi untuk rapid test ini, karena telah kami tracing dan ke-35 orang ini yang kontak erat sebelum dinyatakan positif,” ujarnya.
Setelah adanya kasus ini, Kesuma Dewangsa mengimbau seluruh OPD yang ada di lingkup Pemkab Pesawaran agar dapat meningkatkan kembali prokes 3M dalam kantor dan juga mengurangi segala kegiatan kantor ke luar daerah.
“Minimal kita melakukan 3M, menggunakan masker, mencuci tangan di air yang mengalir, dan menjaga jarak. Kemudian untuk orang yang ingin masuk ke kantor harus dicek suhu tubuhnya, sehingga para pegawai dapat bekerja dengan nyaman dan aman.”
Ia juga menginstruksikan jajarannya untuk tidak dulu bepergian ke luar daerah, apalagi ke zona merah jika tidak sangat mendesak. “Kalau ada pekerjaan atau data, masih bisa kita kirim lewat e-mail atau WA, lebih baik menggunakan itu saja,” ujarnya.
Selain itu, setiap perangkat OPD diminta berpartisipasi aktif menyosialisasikan pentingnya disiplin 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak ke masyarakat di sekitarnya masing-masing.
“Setiap OPD juga, dalam setiap kegiatan saya meminta agar mereka dapat berperan aktif menyosialisasikan 3M ini kepada masyarakat. Kemudian tokoh masyarakat, tokoh agama dan juga tokoh adat, dapat juga menyosialisasikan 3M ini,” ujar Kesuma Dewangsa. (CK1/S1)







