TRIYADI ISWORO
PEMERINTAH Provinsi Lampung terus berupaya agar kebutuhan pasokan oksigen medis di Bumi Ruwai Jurai terpenuhi. Hal tersebut untuk membantu pasien covid-19 yang bergejala sesak nafas.
Kabid Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung, M Zimmi Skil mengatakan bahwa pihaknya melakukan jemput bola melakukan kordinasi dan konsultasi bantuan oksigen liquid dari CSR PT Oki Pulp and Paper (Sinarmas Group) untuk mengupayakan pasokan oksigen di Lampung terpenuhi.
“Kami hadir langsung jemput bola di Kota Palembang langsung menemui pimpinan PT Oki Pulp and Paper yakni Gadang H Hartawan sebagai Manager Eksternal industry terkait rencana bantuan oksigen liquid untuk Provinsi Lampung,” kata Zimmi saat dihubungi usai koordinasi di Palembang, Selasa (3/8).
Kemudian ia menjelaskan kunjungannya bersama Tim dari Disperindag Lampung untuk melakukan kordinasi tersebut harapannya bisa menjawab kebutuhan masyarakat Lampung yang menginginkan oksigen medis dan berupaya agar tidak terjadi kelangkaan.
Zimmi mengungkapkan sempat terjadi kendala di lapangan karena pasang surutnya air sungai sehingga laju kapal tanker yang membawa ISO Tang ke pabrik PT OKI Pulp (Sinarmas group) agak mengalami kesulitan.
Sementara jarak tempuh dari Pelabuhan Gajah Unggul Internasional (GUI) menuju pabrik yang memakan waktu kurang lebih 36 jam pulang pergi sampai kembali ke pelabuhan bila kondisi normal.
Kemudian banyak juga antrian ISO tang dari Provinsi lain seperti Jawa Barat dan Sumsel sendiri sehingga pendistribusiannya belum dilakukan.
“Kami berharap mudah mudahan dalam beberapa hari ke depan bila kondisi di lapangan oke, tidak ada kendala alam ISO Tang Lampung, Kamis atau Jumat sudah sampai di Lampung,” katanya.
Berikan Pemahaman
Di sisi lain, Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat mengatakan pemerintah harus gencar memberikan pemahaman masyarakat terkait virus korona dan gejalanya.
“Berbagai upaya agar masyarakat benar-benar memahami virus korona dan gejalanya harus segera dilakukan untuk menekan angka kematian akibat Covid-19 yang terjadi saat ini,” kata Rerie, sapaan akrab Lestari Moerdijat.
Menurut Lestari, upaya untuk memberi pemahaman kepada masyarakat tentang apa dan bagaimana bila terpapar Covid-19, harus segera dan mendesak dilakukan, untuk menekan angka kematian akibat virus korona di tanah air.
Para pemangku kepentingan di tingkat pusat dan daerah harus benar-benar mampu memberikan sosialisasi yang mudah dipahami oleh semua kalangan, agar pesan yang diharapkan sampai dan dipahami.
“Tingkat pemahaman masyarakat yang baik tentang virus korona akan sangat membantu dalam kerja-kerja pengendalian Covid-19 yang sedang dilakukan saat ini,” jelas Rerie.
Bila pemahaman masyarakat tentang Covid-19 sangat baik, tambahnya, upaya testing dan tracing, serta penerapan protokol kesehatan dan vaksinasi Covid-19, akan jauh lebih mudah dilakukan. (CK4/S1)
triyadi@lampungpost.co.id




