UMAR ROBBANI
AHLI Epidemiologi meminta Satgas Covid-19 tidak hanya fokus dalam upaya penanganan kasus atau pasien Covid-19 saja. Satgas harus memaksimalkan dan memperluas testing sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona baru ini.
Ketua Persatuan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Lampung Ismen Mukhtar menuturkan Satgas Covid-19 saat ini terlalu fokus dalam upaya penanganan kasus. Sementara, menurutnya, dalam menghadapi pandemi tidak bisa hanya melalui satu sisi. Pemerintah juga harus meningkatkan pencegahan penularan virus.
“Hal itu bisa dilakukan dengan memperluas testing untuk lebih banyak menemukan orang yang terpapar. Kemudian, langsung memisahkan pasien dengan populasi melalui isolasi,” kata dia, Minggu (22/8).
Kemudian, tracing yang tinggi juga harus dilakukan ke setiap temuan kasus. Menurutnya, minimal tracing dilakukan 1 per 1.000 penduduk dalam satu minggu.
“Orang yang terkonfirmasi positif kita isolasi, kemudian orang yang berisiko tertular atau kontak erat dikarantina dulu,” kata dia.
Sementara itu, jika melakukan pencegahan dengan vaksin, penyuntikan harus dilakukan dengan cepat dan merata. Sebab, antibodi yang terbentuk karena vaksin memiliki batas waktu.
Selain itu, vaksin juga memiliki tingkat efikasi. Semakin kecil tingkat efikasinya, harus semakin banyak orang yang mendapat vaksin untuk mendapatkan kekebalan kelompok. “Kalau pelaksanaannya lambat, itu hanya akan berguna untuk membentuk kekebalan individu.”
Lamsel dan Pringsewu
Adapun sejumlah daerah yang mulai memasifkan testing dan tracing, di antaranya Lampung Selatan dan Pringsewu. UPTD Puskesmas Rawat Inap (PRI) Kecamatan Sragi, Lampung Selatan, bahkan turun ke jalan untuk melakukan testing secara random atau acak.
“Jadi, kami lakukan testing terhadap 30—60 pengguna jalan yang melintas secara gratis. Testing ini terkhusus bagi masyarakat yang tidak taat protokol kesehatan,” kata Plt Kepala UPTD PRI Kecamatan Sragi Muhammad Ali, Minggu (22/8).
Pelaksanaan testing secara acak ini juga sekaligus untuk memperkuat disiplin prokes di masyarakat. “Sebab, cara ini juga bisa menjadi bentuk komunikasi nyata, selain kampanye protokol kesehatan.”
Sementara Dinkes Pringsewu juga menggencarkan program deteksi dini Covid-19 dengan melakukan pemeriksaan swab antigen bagi seluruh warga. Deteksi dini ini dimulai dari UPT Puskesmas Ambarawa yang meliputi 10 pekon.
Kadis Kesehatan Pringsewu dr Ulinnoha mengatakan pihaknya telah membuat jadwal. Ia menjelaskan nantinya seluruh pekon dan desa di Pringsewu akan diadakan testing dan tracing untuk menemukan kasus Covid lebih dini. Langkah ini juga sebagai terapi lebih awal sehingga dapat mengeliminasi penyebaran Covid-19 di Pringsewu.
“Pemeriksaan dilakukan gratis hanya dengan membawa fotokopi KTP/KK, patuhi prokes, hadir di balai pekon setempat pukul 08:00,” kata dia. (SYA/WID/CK1/S1)







