
SAAT ini kasus Covid-19 di Lampung terus mengalami penambahan. Hal itu disinyalir karena masih banyak masyarakat yang hingga kini tidak patuh terhadap protokol kesehatan.
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua IDI Lampung Boy Zaghlul Zaini meminta agar Satgas Covid-19 tegas dalam menindak pelanggar prokes. Menurutnya selama ini razia yang dilakukan oleh tim satgas gagal.
Ia mengatakan, meski Bandar Lampung telah berstatus zona merah, tapi masih banyak masyarakat yang berkerumun di tempat-tempat umum. Hal itu menurutnya yang menyebabkan terjadinya peningkatan kasus Covid-19.
“Masyarakat hanya menggunakan masker saat siang ketika ada razia. Tapi saat malam banyak masyarakat di lokasi-lokasi hiburan yang tidak menggunakan masker dan tidak ada jaga jarak,” kata dia, Rabu (11/11).
Menurutnya, jika Bandar Lampung ingin keluar dari zona merah maka Satgas tidak boleh hanya razia siang hari. Tempat-tempat umum tetap ramai tanpa prokes pada malam hari.
Selain itu, ia juga mengimbau agar masyarakat tidak hanya waspada saat ada kenaikan kasus saja. Meski angka kenaikan kasus rendah penularan Covid-19 tetap bisa terjadi kapan saja.
“Jadi jangan sampai saat melihat angka penambahan kasus tinggi baru panik, kita harus selalu waspada selama masa pandemi belum berakhir,” ungkapnya.
Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 Lampung, Rabu (11/11) kasus terkonfirmasi Covid-19 Lampung kembali bertambah 95 orang. Dari tambahan itu total kasus Covid-19 di Lampung kini sudah berjumlah 2.445.
Dari jumlah kasus tersebut, sebanyak 825 pasien kasus konfirmasi masih menjalani isolasi. Jumlah itu bertambah 12 pasien dari hari sebelumnya yakni 813 pasien.
Dari total kasus yang ada, jumlah pasien yang selesai menjalani isolasi pun mengalami penambahan 55 orang. Saat ini pasien yang selesai menjalani isolasi atau sembuh berjumlah 1.485 pasien.
Sedangkan kasus kematian pasien Covid-19 di Lampung bertambah 1 orang menjadi 108 kasus. Pasien yang meninggal dimakamkan dengan protokol pemulasaraan jenazah pasien covid-19.
Sedangkan, jumlah pasien yang dinyatakan suspek saat ini hanya berjumlah 89 orang. Sebanyak 20 diantaranya merupakan kasus suspek baru dan 69 lainnya sedang dalam pantauan. (CR1/S1)







