SALAH satu gejala yang ditimbulkan akibat infeksi Covid-19 adalah berkurangnya kadar oksigen. Kondisi itu membuat pasien merasakan sesak nafas.
Dokter spesialis paru Sukarti menyampaikan, standar kadar oksigen pada tubuh minimal 95%. Bahkan jika saturasi oksigen di bawah 90 disarankan untuk memakai alat bantu pernafasan.
Namun,ia menyampaikan masyarakat tidak perlu khawatir jika merasakan sesak. Untuk menghindari dampak yang lebih berat, ia menyarankan untuk melakukan olah nafas sesering mungkin.
“Olah nafas bisa dilakukan sesering mungkin dengan menarik nafas panjang dan dihembuskan perlahan,” ungkapnya, Kamis (8/7).
Posisi yang baik untuk melakukan kegiatan itu adalah sambil duduk atau berdiri. Sebab dalam posisi tersebut paru tidak dalam kondisi tertekan.
Jika dalam berbaring paru akan tertekan jantung dan alas tidur. Maka jika harus berbaring disarankan miring ke kanan. “Merasakan oksigen masuk ke paru akan mempercepat penyembuhan di paru,” kata dia.
Ia menegaskan tidak perlu khawatir jika saat menarik nafas kemudian menyebabkan batuk. Kondisi itu menunjukan oksigen yang dihirup sampai ke area yang bermasalah.
“Jadi teruskan saja itu memang reaksi alami tubuh, jangan malah takut,” tuturnya.
Namun, jika pasien sudah merasa tidak nyaman dengan kondisi pernafasannya disarankan segera berkonsultasi kepada dokter. Sehingga dapat ditangani lebih cepat dan menghindari perburukan. (CR1/S1)







