KAMAR Dagang dan Industri Indonesia mengungkapkan vaksin yang akan digunakan untuk program vaksinasi mandiri atau Gotong Royong bakal menggunakan Sinopharm yang berasal dari Tiongkok.
Wakil Ketua Umum Ketua Kadin Bidang Hubungan Internasional, Shinta Widjaja Kamdani, menuturkan kedatangan vaksin tersebut di Tanah Air pada akhir April ini.
“Kata Biofarma, Sinopharm akan mulai tiba secara bertahap pada minggu keempat April,” ujar dia kepada Media Indonesia (grup Lampung Post), Senin (18/4).
Menurut dia, dosis vaksin Sinopharm yang akan tiba di RI berjumlah 500 ribu. Namun, pihaknya tidak memerinci berapa jumlah vaksin yang dialokasikan untuk disuntikkan ke pekerja swasta atau UMKM.
Data per 25 Maret yang disampaikan Shinta, sudah ada 16.500 perusahaan dengan 8,5 juta peserta yang sudah mendaftar program vaksinasi Gotong Royong. “Ya Mei diperkirakan mulai (vaksinasi mandiri). Total targetnya ke 20 juta peserta,” ujarnya.
Program vaksinasi mandiri akan dilakukan setelah vaksinasi dilakukan terhadap sektor prioritas yang sudah ditetapkan pemerintah, yakni tenaga kesehatan dan petugas pelayanan publik.
Kadin pun memastikan program vaksinasi tersebut tidak dibebankan kepada karyawan, tetapi ditanggung oleh masing-masing perusahaannya. (MI/R5)







