KENDATI memiliki tantangan tersendiri, pola bekerja dari rumah (work from home) kemungkinan bakal bertahan di masa mendatang.
Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyebutkan pemerintah dan juga sektor swasta bisa saja mempertahankan kebijakan bekerja dari rumah secara penuh maupun parsial selama tidak mengganggu produktivitas.
“Apabila pola kerja seperti ini dinilai produktif dan menguntungkan, ke depan bisa jadi hal ini akan terus dipertahankan. Di samping memutus rantai penyebaran Covid-19,” kata Ma’ruf saat memberi sambutan secara daring, Jumat (2/4).
Ia menyebutkan kombinasi kerja dari rumah merupakan trend yang muncul selama pandemi ini. “Data BPS per 1 Juni 2020 menunjukkan 73,85% kantor menerapkan kebijakan bekerja dari rumah secara penuh maupun parsial,” ujarnya.
Namun, Ma’ruf mengakui model kerja dari rumah ini memiliki tantangan tersendiri baik bagi pekerja maupun pemberi kerja. “Hal ini terutama seperti aspek monitoring, keamanan data, produktivitas kerja, dan efektivitas komunikasi,” ujarnya.
Ma’ruf menyebutkan berubahnya pola kerja selama masa pandemi ini tidak terlepas dari adanya teknologi digital terbukti mampu beradaptasi dengan memanfaatkan aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial secara virtual.
Ma’ruf menambahkan pandemi Covid-19 ini juga memperlihatkan perekonomian yang tumbuh, tetapi tidak bergantung pada eksploitasi sumber daya alam.
Para ahli mengungkapkan di balik menurunnya pertumbuhan ekonomi selama masa pandemi, ternyata terjadi penurunan emisi karbon global sebesar 7%. “Oleh karena itu, tugas kita ke depan adalah mengupayakan pemulihan kesehatan masyarakat dan perekonomian Indonesia dengan tetap menjaga kelestarian sumber daya alam,” ujarnya. (MI/S1)







