
PENELITIAN membuktikan rata-rata satu orang terinfeksi bisa mentransmisikan virus Covid-19 pada dua atau tiga orang lain. Namun, baru-baru ini, para ilmuwan mengidentifikasi superspreader (penyebar super) yang bisa menulari lebih banyak orang.
Mengutip Live Science, kompas.Sains (Jumat, 12/6/2020) pada Januari lalu ada sebuah laporan di Wuhan tentang seorang pasien Covid-19 yang menginfeksi 14 orang tenaga medis. Hal ini menjadikan pasien tersebut penyebar super, orang yang mentransmisikan virus pada orang lain dalam jumlah banyak.
Sejak itu para ahli epidemiologi mulai merekam angka penyebar super di beberapa negara. Di Korea Selatan, sekitar 40 orang yang menghadiri ibadah di gereja terinfeksi dalam waktu yang sama. Di Washington, 32 anggota paduan suara langsung terinfeksi Covid-19 karena satu orang.
Di Chicago, sebelum physical distancing diberlakukan, seorang pasien asimptomatik (OTG) diketahui mentransmisikan Covid-19 kepada 15 orang. Ia mendatangi mulai dari tempat makan malam, pemakaman, sampai pesta ulang tahun.
Ahli epidemiologi menyebutkan keberadaan penyebar super bisa mengakselerasi jumlah infeksi dan distribusi geografis penyakit Covid-19.
Direktur Center for Infectious Disease di Pennsylvania State University Elizabeth McGraw menjelaskan fenomena ini dan mengapa penemuan penyebar super penting bagi peta transmisi Covid-19.
Menurut McGraw, masuk atau tidaknya seseorang dalam kelompok penyebar super tergantung pada beberapa hal, antara lain patogen dalam tubuh si pasien, kondisi biologis pasien, dan perilakunya dalam komunitas.
Perilaku seseorang, mobilitasnya, dan banyaknya kontak dengan orang lain juga berpengaruh terhadap kemungkinan seseorang menjadi penyebar super.
Seorang penjaga toko misalnya, bisa dengan mudah menginfeksi banyak orang karena memegang banyak benda di tokonya. Tenaga medis yang terinfeksi Covid-19 juga bisa menginfeksi banyak orang.
Sekelompok ilmuwan di Hong Kong memeriksa jumlah klaster yang terinfeksi berdasarkan contact tracing orang-orang yang berinteraksi dengan pasien Covid-19.
Dalam proses tersebut ilmuwan menemukan kasus satu pasien bertanggung jawab terhadap enam infeksi baru. Mereka lalu mengestimasi, sebanyak 20% orang yang terinfeksi Covid-19 bertanggung jawab terhadap 80% transmisi lokal di Hong Kong.
Para ilmuwan menyadari transmisi ini berkaitan erat dengan para pasien Covid-19 yang melakukan kontak sosial lebih banyak dengan orang lain. ***







