• LAMPOST.CO
  • LAMPUNG POST UPDATE
  • SAI 100FM
  • SUMA.ID
Minggu, Maret 1, 2026
Berlangganan
Konfirmasi
  • LAPORAN UTAMA
  • EKONOMI
  • KOTA
  • RUWA JURAI
  • PENDIDIKAN
  • RAGAM
  • OPINI
  • FOKUS
  • E-PAPER
  • INDEKS
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • LAPORAN UTAMA
  • EKONOMI
  • KOTA
  • RUWA JURAI
  • PENDIDIKAN
  • RAGAM
  • OPINI
  • FOKUS
  • E-PAPER
  • INDEKS
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Berlangganan
  • Konten Premium
  • E-Paper
  • Indeks
  • Log in
Beranda Kolom

Drama Corona   

Sri Agustina Editor Sri Agustina
24 Juli 2020
di dalam Kolom, Refleksi, Weekend
A A
Sebaran Covid-19 di dunia. (DOK.VOI.ID)

Sebaran Covid-19 di dunia. (DOK.VOI.ID)

Share on FacebookShare on Twitter
Iskandar Zulkarnain Wartawan Lampung Post

PENANGANAN pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19) di negeri ini memasuki babak baru. Anak-anak bangsa yang terpapar wabah sudah menyentuh 93.657 orang per Kamis (23/7), lebih tinggi dari Tiongkok, yakni 85.314, pada awal pekan. Padahal Negeri Panda itu, tempat asal virus berkembang biak. Virus corona membuat perekonomian dunia lumpuh. Dahsyatnya!

Indonesia mau tidak tinggal diam. Seiring masih tingginya jumlah pasien corona, awal pekan ini, pemerintah membentuk Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional. Tidak tanggung-tangung, Presiden Jokowi menerbitkan peraturan–menunjuk Menko Perekonomian sebagai koordinator, dan Menneg BUMN Erick Thohir menjadi ketua pelaksana.

Erick ditugasi mengoordinasikan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 yang dipimpin Doni Monardo dan Satuan Tugas Pemulihan Ekonomi Nasional yang dinakhodai Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin. Langkah majunya adalah wabah yang mematikan itu segera musnah dari bumi ini.

BACA JUGA

Percepat Pembenahan TPA Bakung demi persiapkan PLTSa 2026

Guru PJOK Punya Peran untuk Membantu Pencegahan Penyakit

Ini Inovasi HiLo Demi Gaungkan Semangat #NabungOtot

Dari Jari-Jari Kecil ke Dunia Teknologi

Penanganan wabah corona belajar dari banyak negara di dunia. Mayoritas negara maju mementingkan penanganan kesehatan ketimbang ekonomi. Akibatnya, ekonomi terjun bebas karena rakyat sakit. Persoalan Covid-19 tidak bisa dipisahkan antara kesehatan dan ekonomi. Banyak perusahaan tidak mampu lagi membayar gaji karyawannya.

Virus yang menjalar ke mana-mana itu mematikan usaha sehingga terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK). Rakyat kehilangan pendapatan. Tanpa pendapatan, kemampuan memperoleh makanan bergizi juga berkurang. Ini memengaruhi imunitas. Tanpa pekerjaan, orang juga akan depresi dan panik sehingga berdampak pada penurunan imunitas tubuh.

Virus PHK secara psikis membuat rakyat tidak memiliki harapan hidup. Jika anak bangsa tidak diselamatkan, ia terjebak dalam situasi kegalauan tingkat tinggi. Bisa gila. Ingat! Orang lapar mudah sekali menjadi marah. Dia akan hidup nekat daripada mati kelaparan.

Dengan dibentuknya Komite Pemulihan Ekonomi Nasional, diharapkan ada orang yang diserahi tanggung jawab memikirkan perekonomian rakyat bisa kembali digerakkan. Akan tumbuh juga lapangan pekerjaan baru karena bisa membangkitkan semangat hidup.

Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional yang dibentuk Presiden itu juga memastikan ketersediaan alat kesehatan, pengembangan vaksin, obat, antibodi, dan program perekonomian berkelanjutan. Mengapa Jokowi menerbitkan peraturan yang melibatkan lintas sektor baru?

Penyebabnya adalah salah satu dari hasil perhitungan Probabilistic Data Driven Model Covid-19 Indonesia. Diprediksi, puncak pandemi terjadi akhir Juli hingga akhir Agustus 2020. Dan wabah ini akan berakhir pada Februari 2021 dengan estimasi kasus positif menjadi 227 ribu pasien.

Maka itu, perlu komite penanganan Covid-19 sehingga protokol kesehatan seperti mulai dari cuci tangan, penggunaan masker, jaga jarak, lebih masif lagi. Protokol itu juga tidak meninggalkan surveilans, tes, lacak, kontak, dan isolasi bagi masyarakat yang terpapar virus corona.

Yang jelas, berakhirnya pandemi yang mendunia itu bergantung kepada kebijakan pemerintah dan kedisiplinan rakyat dalam mematuhi protokol kesehatan di era new normal. Ketegasan dan teladan adalah sikap yang ampuh menegakan peraturan! Sehingga rakyat mengikutinya.

***

Belakangan, kenormalan baru terasa hambar karena rakyat menganggap kehidupan ini seperti sebelum pandemi, tanpa memaknai arti kata new (baru). Akibatnya, Covid-19 memunculkan klaster baru lagi seperti terjadi di pasar tradisional, pondok pesantren hingga lembaga pendidikan.

Itu mengapa seperti Gubernur Lampung Arinal Djunaidi akan menerbitkan peraturan yang tegas agar Covid-19 tidak meluas–dengan menerapkan protokol kesehatan bersama segala sanksinya. Peraturan yang diterbitkan daerah itu, ternyata juga didukung Presiden dengan mengeluarkan semacam instruksi hukuman bagi pelanggar protokol kesehatan.

Dan paling melegakan pekan ini, Indonesia memasok vaksin Covid-19 dari Tiongkok, serta mengembangkan sendiri dari anak bangsa, sehingga akan lebih mudah menangkal virus. Vaksin Merah Putih dikembangkan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman. Sedangkan dari luar negeri hasil kerja sama PT Bio Farma dan perusahaan farmasi Tiongkok (Sinovac).

Dengan begitu, negara hadir memastikan rakyatnya sehat. Indonesia akan menggelontorkan uang puluhan triliun untuk membeli vaksin. Proyekkah? Pastilah proyek. Negeri berpenduduk 260 juta jiwa ini, jika 70% (170 juta jiwa) bebas virus,  diperlukan vaksinasi secara serentak.

Hitung-hitung di atas kertas, 170 juta jiwa yang divaksinasi dengan asumsi satu warga menjalani dua kali vaksinasi, maka dibutuhkan 350 juta dosis dengan harga normal per dosis 1 dolar AS. Di masa wabah ini, harga vaksin naik tajam hingga 10 dolar AS atau Rp150 ribu. Negara harus merogoh Rp52 triliun demi mengimpor vaksin dari Tiongkok. Luar biasa, kawan!

Sudah biayanya selangit, pasokan vaksin akan menjadi kendala. Mengapa? Karena produsen luar negeri belum tentu sanggup memasok ratusan juta dosis dalam waktu singkat. Bagaimana nasib vaksin produksi Merah Putih? Karya anak bangsa melalui PT Bio Farma itu tengah melakukan uji klinis vaksin yang juga kerja sama dengan perusahaan Tiongkok, Sinovac.

Indonesia membutuhkan waktu lama menyelesaikan vaksinasi 70% anak bangsa ini jika vaksinnya impor! Apa solusinya sembari menunggu vaksin yang diproduksi 2021? Rakyat harus mematuhi protokol kesehatan. Vaksin yang menguras triliunan rupiah itu tidak akan ada artinya jika rakyat tidak membantu menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun, memakai masker.

Adakah cara mudah agar rakyat sehat dengan biaya murah? Kampanye minum jamu sehat perlu dimasifkan lagi. Dari hasil survei, sebagian besar rakyat sering minum jamu pasca Covid-19. Mereka banyak mengonsumsi jahe, kunyit, serai, temulawak, dan kayu manis buatan sendiri. Indonesia ini kaya raya dengan tanaman herbal untuk membuat tubuh menjadi kebal.

Lalu ada putra terbaik bangsa ini mengadakan riset antibodi Covid-19. Dia menemukan ramuan herbal yang dinilai ampuh menghadang virus corona. Hadi Pranoto, sang profesor, membuktikan kepada dunia jika putra-putri Indonesia mampu menghasilkan ramuan herbal berbahan baku alami yang bermanfaat bagi pasien Covid-19.

Saatnya berlomba-lomba menghasilkan vaksin, minuman herbal, serta jamu antibodi. Ini adalah kerja ceras agar Indonesia segera mengakhiri pandemi corona. Tekadnya membangun ekonomi kembali karena rakyat sudah sehat. Ingat! Jangan mau terpuruk hanya karena wabah. ***

Tags: #LampostWeekendDrama coronapandemi covid-19Refleksi
berbagiTweetMengirim
Posting Sebelumnya

Epaper Edisi Jumat 24 Juli 2020

Posting berikutnya

Bercocok Tanam Saat Pandemi Lebih Menguntungkan

Sri Agustina

Sri Agustina

Posting berikutnya
Bercocok tanam hidroponik di masa pandemi yang menguntungkan. (Dok. Lampung Post)

Bercocok Tanam Saat Pandemi Lebih Menguntungkan

Camilan korean garlic yang tengah menjadi viral dan menu kekinian. (LAMPUNG POST/ATIKA)

Korean Garlic Si Gurih Manis Kekinian

dok Metro TV Lampung

Bingkai Lampung - Korban Pelecehan Seksual Diperkosa Pengurus Rumah Aman

Transmigrasi Pramuka di Rajabasa Lama tidak Gagal

PIXABAY

Mengukur Efektivitas Webinar

BERITA TERBARU

  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Jum’at, 27 Februari 2026 27 Februari 2026
  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Kamis, 26 Februari 2026 26 Februari 2026
  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Rabu, 25 Februari 2026 25 Februari 2026
  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Selasa, 24 Februari 2026 24 Februari 2026
  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Senin, 23 Februari 2026 23 Februari 2026

TOP NEWS

Benang Merah Konflik Manusia dengan Satwa

23 Ribu Peserta Gagal Masuk SMA/SMK Negeri

Tembus Rp12,42 Miliar Ekonomi Syariah kian Kokoh

Jalur SPMB SMP Prioritaskan Jarak

Perencanaan Keuangan Kunci Kemapanan Finansial

Perkuat Akses Keuangan Inklusif

Kebingungan Peserta Warnai Hari Pertama SPMB

Buka Ekspor Sawit di Pasar Eropa

Perketat Pengawasan Truk ODOL

Kreatif Hadapi Efisiensi Anggaran

POPULAR POST

  • kantor DPRD lampung Utara

    Pelantikan Pimpinan DPRD Lampura Berlangsung Sederhana

    0 shares
    berbagi 0 Tweet 0
  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Senin, 23 Februari 2026

    0 shares
    berbagi 0 Tweet 0
  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Rabu, 25 Februari 2026

    0 shares
    berbagi 0 Tweet 0
  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Jum’at, 27 Februari 2026

    0 shares
    berbagi 0 Tweet 0
  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Rabu, 11 Februari2026

    0 shares
    berbagi 0 Tweet 0
Facebook Twitter Youtube RSS Instagram

Tentang Kami

Lampost.co adalah laman berita resmi Harian Umum Lampung Post. Laman ini berada dalam naungan PT Masa Kini Mandiri, penerbit Koran Lampung Post yang menyajikan informasi berkualitas untuk melengkapi kehadiran koran edisi cetak di masyarakat.

Alamat Kami

PT Masa Kini Mandiri, Jl. Soekarno – Hatta No. 108, Hajimena, Lampung Selatan

Phone : (0721) 783-693
Fax : (0721) 783-578
Email : redaksi@lampungpost.co.id

Redaksi
Tentang Kami

Iklan & Sirkulasi

Sri Agustina : 0895-3463-91035
Ja’far Shodiq : 0812-1811-4344
Dat S Ginting 0822-6991-0113
Setiaji B. Pamungkas : 0813-6630-4630

Copyright © 2026. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • LAPORAN UTAMA
  • EKONOMI
  • KOTA
  • RUWA JURAI
  • PENDIDIKAN
  • RAGAM
  • OPINI
  • FOKUS
  • E-PAPER
  • INDEKS

Copyright © 2026. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

Open chat
1
Anda butuh bantuan ?
Admin Lampungpost.id
Halo, ada yang bisa kami bantu ?