• LAMPOST.CO
  • METROTV LAMPUNG
  • DESAKU
  • SUMA.ID
Senin, Januari 26, 2026
Berlangganan
Konfirmasi
  • LAPORAN UTAMA
  • EKONOMI
  • KOTA
  • RUWA JURAI
  • PENDIDIKAN
  • LAMBAN PILKADA
  • RAGAM
  • DESA
  • OPINI
  • FOKUS
  • E-PAPER
  • INDEKS
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • LAPORAN UTAMA
  • EKONOMI
  • KOTA
  • RUWA JURAI
  • PENDIDIKAN
  • LAMBAN PILKADA
  • RAGAM
  • DESA
  • OPINI
  • FOKUS
  • E-PAPER
  • INDEKS
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Berlangganan
  • Konten Premium
  • E-Paper
  • Indeks
  • Log in
Beranda Kolom

Serial Serakah 

Sri Agustina Editor Sri Agustina
17 Januari 2020
di dalam Kolom, Refleksi, Weekend
A A
Kantor Jiwasraya (DOK.MEDCOM)

Kantor Jiwasraya (DOK.MEDCOM)

Share on FacebookShare on Twitter
Iskandar Zulkarnasen, Wartawan Lampung Post

PRAKTIK korupsi di negeri ini tak ada habis-habisnya. Berseri bahkan jumlah yang sangat fantastis. Bertenggerlah Gedung Merah Putih (KPK) dengan penyadapan telepon, Kejaksaan Agung, juga Polri tidak membuat nyali koruptor untuk berhenti membuka praktik mengisap duit rakyat.

Membaca pesan teman yang diviralkan di grup WhatsApp (WA)–membuat bulu kuduk merinding membacanya. Korupsi di negeri ini seperti liga sepak bola yang bertanding siapa yang besar menilap duit rakyat. Praktik yang layak disebut biadab itu membobol uang negara kian hari kian bertambah masif dan terstruktur dimakan koruptor.

Di awal 2020 ini, penjarahan uang di asuransi PT Jiwasraya terungkap Rp13,7 triliun disusul dugaan di asuransi PT Asabri Rp10 triliun. Bank Century Rp8 triliun, lalu korupsi Pelindo II Rp6 triliun. Bahkan hingga hari ini, kasus  megakorupsi BLBI dan KTP-el masing-masing Rp4,5 triliun dan Rp2,3 triliun, belum tuntas. Sangat wajar jika negeri ini menjadi miskin.

BACA JUGA

Percepat Pembenahan TPA Bakung demi persiapkan PLTSa 2026

Guru PJOK Punya Peran untuk Membantu Pencegahan Penyakit

Ini Inovasi HiLo Demi Gaungkan Semangat #NabungOtot

Dari Jari-Jari Kecil ke Dunia Teknologi

Semua kasus itu akibat ulah kebiadaban, kelihaian, kepiawaian koruptor. Penuntasan kasus terasa digantung. Tinggal untuk siapa dan kepentingan apa yang main dalam kasus tersebut. Tidak ada matinya. Ruang pertobatan sangat sepi bagi koruptor. Maka itu uang yang ditilap pun bertambah besar.

Menonton perdebatan—mengungkap kasus korupsi yang berseri di sebuah televisi swasta–membuat emosi jiwa. Miris dan hanya ada kalimat sumpah serapah. Tidak ada sedikit pun rasa penyesalan ketika duit asuransi perusahaan pelat merah “dimain-mainkan” oleh pengurus dan pengusaha. Akhirnya, Jiwasraya gagal membayar klaim pemegang polis.

Jika kasus Jiwasraya tidak dikawal publik, bakalan korupsi itu menguap! Keseriusan kejaksaan agung  mengungkap kasus korupsi jumbo Jiwasraya terungkap. Lima tersangka memakai rompi tahanan dengan tangan diborgol. Mereka adalah Komisaris PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro dan mantan Direktur Keuangan Jiwasraya Harry Prasetyo.

Hari itu juga Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk Heru Hidayat, mantan Direktur Utama Jiwasraya Hendrisman Rahim serta mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya Syahmirwan digelandang ke jeruji besi. Ditahannya lima tersangka itu apakah rakyat diam? Tentu tidak.

Dialirkan ke mana premi yang dikumpulkan dari uang rakyat itu? Tidak ubah asuransi milik negara ini seperti perusahaan investasi nan bodong. Nasabah diiming-imingi oleh hasil imbalan sangat tinggi ketika kontrak premi akan berakhir. Hari ini, nasabah hanya bisa berdoa agar duitnya bisa dikembalikan. Padahal nasabah menaruh percaya kepada Jiwasraya karena perusahaan itu milik dan dikelola negara. Lagi-lagi rakyat dibohongi.

Jika kasus Jiwasraya tidak dikawal publik, bakalan korupsi itu menguap! Keseriusan kejaksaan agung  mengungkap kasus korupsi jumbo Jiwasraya terungkap.

Tidak hanya nasabah dikibuli dari kasus Jiwasraya, para pensiunan  seperti prajurit TNI, anggota Polri, PNS Kementerian Pertahanan RI dan Polri juga menjadi korban. Kasus korupsi PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri) mulai terang benderang. Perusahaan negara ini juga diduga tidak luput dari jarahan koruptor. Tunggu hasil auditnya!

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menyebut di perusahaan Asabri ada dugaan korupsi mencapai di atas Rp10 triliun. Mantan Menhan juga Ketua Mahkamah Konstitusi sangat berani mengungkap praktik korupsi di Asabri. Publik mengapresiasi seorang Mahfud yang buka suara dan mempertaruhkan jabatannya.

***

Apa pun namanya, uang nasabah harus diselamatkan. Rakyat menunggu akhir dari permainan uang asuransi kedua perusahaan milik negara itu. Patut diingat bahwa pembentukan Asabri muncul dari kesadaran ingin membantu pegawai rendahan di tubuh TNI dan Polri. Banyak pensiunan memilik rumah pribadi–agar tidak tinggal di asrama karena uang Asabri.

Jiwasraya dan Asabri ada di mana-mana. Kantornya ada di seluruh daerah Indonesia untuk mengumpulkan duit prajurit dan karyawan di TNI dan Polri. Apakah itu jaksa, polisi atau Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak memberikan toleransi serta alat bargaining kepada koruptor yang sudah menguras uang rakyat dari tentara dan polisi.

Mereka adalah penjaga muruah negara—bekerja mempertaruhkan nyawa. Harusnya uang itu bisa dinikmati di kala usai tua. Malah mereka akan hidup bertambah susah dan sengsara karena tidak bisa menikmati uang pensiun. Dugaan korupsi itu langsung dibantah Dirut PT Asabri Sonny Widjaja.

Dia buru-buru menyangkal pernyataan Mahfud yang menduga ada korupsi di tubuh perusahaannya. Semua pengelolaan aset Asabri dilakukan dengan teliti dan aman. “Saya menjamin uang kalian yang dikelola di Asabri aman, tidak hilang, dan tidak dikorupsi,” ujar Sonny, Kamis (16/1).

Bahkan, Sonny mengancam membawa pihak yang terus menuduh adanya praktik korupsi di Asabri ke meja hijau. “Saya akan membawanya ke jalur hukum,” ujar Dirut  Asabri. Mahfud MD pun tidak mau kalah. Kata dia, masyarakat perlu bersabar. Kasus tersebut lagi ditangani dan tidak perlu berpolemik supaya penegak hukum tidak terganggu.

Memang Januari ini, dunia asuransi pelat merah ditutupi awan mendung. Polemik di ruang publik tidak akan menyelesaikan masalah. Jalan satu-satunya adalah korupsi itu perlu diselidiki lebih mendalam. Penyelamatan Asabri sangat penting dan strategis. Karena berisi harta negara dan rakyat, dan di situ juga ada jutaan hak anggota TNI dan Polri.

Siapa pun dan lembaga mana pun harus mengembalikan kepercayaan publik pascakasus Jiwasraya dan Asabri. Mengelola duit rakyat, negeri ini membutuhkan sosok integritas, profesionalitas, serta transparan agar tidak menjadi bola salju–mengeruk keuntungan untuk pribadi dan golongan.

Cukuplah kasus Bank Century dan Bantuan (pinjaman) Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang menguras kekayaan negara. Hari ini juga, rakyat tidak mendapatkan manfaat apa-apa dari skandal megakorupsi itu. Hanya menjadi penonton dari liga serial serakah yang menggurita.

Anak-anak bangsa sudah menunggu terlalu lama, kapan ending penuntasan korupsi di negeri ini yang masih setengah hati. Mereka hanya disuguhi tontonan dari penindakan tebang pilih yang berbau politis! ***

 

 

Tags: Refleksiserial serakahweekend
berbagiTweetMengirim
Posting Sebelumnya

Sepasang Kekasih Nekat

Posting berikutnya

Lakalantas di Tol Kotabaru, Sopir Muatan Sembako Tewas Terjepit

Sri Agustina

Sri Agustina

Posting berikutnya
Mayat korban saat berada di ruang mayat RS Abdoel Moeloek. Lampost.co/Asrul Septian Malik

Lakalantas di Tol Kotabaru, Sopir Muatan Sembako Tewas Terjepit

Korban saat dirawat di Rumah Sakit Immanuel. Lampost.co/Andi

Herman Sempat Tendang Motor Pelaku Curanmor Usai Ditusuk

Barang bukti sepeda yang dicuri kedua pelaku. Lampost.co/Perdhana Wibisono

Maling Sepeda, Dua Pemuda di Natar Ditangkap Polisi

Wisata druian bisa jadi destinasi wisata di Lampung. (LAMPUNG POST/SUKISNO)

Agrowisata Durian Jadi Destinasi Baru

PT Asuransi Jiwasyara. Foto: MI/Ramdani

Kejagung Endus Pihak Lain di Kasus Jiwasraya

BERITA TERBARU

  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Senin, 26 Januari 2026 26 Januari 2026
  • Man City Bangkit, Liverpool Tumbang Dramatis 26 Januari 2026
  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Weekend, 25 Januari 2026 25 Januari 2026
  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Sabtu, 24 Januari 2026 24 Januari 2026
  • Borneo FC Kembali ke Puncak Klasemen 24 Januari 2026

TOP NEWS

Benang Merah Konflik Manusia dengan Satwa

23 Ribu Peserta Gagal Masuk SMA/SMK Negeri

Tembus Rp12,42 Miliar Ekonomi Syariah kian Kokoh

Jalur SPMB SMP Prioritaskan Jarak

Perencanaan Keuangan Kunci Kemapanan Finansial

Perkuat Akses Keuangan Inklusif

Kebingungan Peserta Warnai Hari Pertama SPMB

Buka Ekspor Sawit di Pasar Eropa

Perketat Pengawasan Truk ODOL

Kreatif Hadapi Efisiensi Anggaran

POPULAR POST

  • kantor DPRD lampung Utara

    Pelantikan Pimpinan DPRD Lampura Berlangsung Sederhana

    0 shares
    berbagi 0 Tweet 0
  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Jum’at, 23 Januari 2026

    0 shares
    berbagi 0 Tweet 0
  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Selasa, 20 Januari 2026

    0 shares
    berbagi 0 Tweet 0
  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Rabu, 21 Januari 2026

    0 shares
    berbagi 0 Tweet 0
  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Kamis, 22 Januari 2026

    0 shares
    berbagi 0 Tweet 0
Facebook Twitter Youtube RSS Instagram

Tentang Kami

 

LampungpostID adalah laman berita resmi Harian Umum Lampung Post. Laman ini berada dalam naungan PT Masa Kini Mandiri, penerbit Koran Lampung Post yang menyajikan informasi berkualitas untuk melengkapi kehadiran koran edisi cetak di masyarakat.

Alamat Kami

PT Masa Kini Mandiri, Jl. Soekarno – Hatta No. 108, Hajimena, Lampung Selatan

Phone : (0721) 783-693
Fax : (0721) 783-578
Email : redaksi@lampungpost.co.id

Redaksi
Tentang Kami

Iklan & Sirkulasi

Sri Agustina : 0895-3463-91035
Ja’far Shodiq : 0812-1811-4344
Dat S Ginting 0822-6991-0113
Setiaji B. Pamungkas : 0813-6630-4630

LampungpostID © 2022

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • LAPORAN UTAMA
  • EKONOMI
  • KOTA
  • RUWA JURAI
  • PENDIDIKAN
  • LAMBAN PILKADA
  • RAGAM
  • DESA
  • OPINI
  • FOKUS
  • E-PAPER
  • INDEKS

LampungpostID © 2022

Open chat
1
Anda butuh bantuan ?
Admin Lampungpost.id
Halo, ada yang bisa kami bantu ?