WAKIL Ketua anak jalanan dan terlantar KNPI Lampung Farah Nuriza Amelia memberikan stimulasi generasi millenial meraih masa depan yang bermanfaat.
Ini kali ia berkunjung ke
kelas XII dengan peserta para Pelajar Lampung Expo dari berbagai SMA se-Lampung dalam Try Out bertema “Berjuang dalam Proses, berproses untuk Sukses Menuju Kampus”.
Hadir pada kesempatan tersebut Sekda Provinsi Lampung Fahrizal Darminto, Ketua Komisi V DPRD Provinsi Lampung Yanuar Irawan, Wakil Ketua DPD KNPI Lampung Rizal Perdana dan Ketua KNPI Lampung Iqbal Ardiansyah.
Pada kesempatan itu Farah Nuriza menyampaikan cara mengembangkan potensi diri dan cara meraih cita-cita agar tidak menjadi angan-angan.
“Di dunia nyata semua bisa terjadi melampoi ekspektasi dan kita harus siap memiliki rencana cadangan. Kita juga harus melatih skill terutama IT dan Bahasa Inggris, lalu kuat memotivasi diri, siap berkompetisi dan menentukan target,” beber bakal calon DPD RI Dapil Lampung, Sabtu (12/11) .
Sekarang, kata dia, pekerjaan tidak terkonsentrasi sebagai pegawai negeri, pegawai Bank maupun BUMN. Setiap individu atau komunal berkesempatan memilih peluang kerja sesuai bakat dan minat.
“Dalam entertaint, misal banyak juga kok anak muda yang sukses berpenghasilan sebagai Master of Ceremony (MC). Tapi jangan lupa juga untuk terus melatih potensi diri. Karena sekarang zamannya globalisasi dan kemajuan teknologi internet maka hal mendasar yang harus terus dilatih ya teknologi dan Bahasa Inggris,” ungkapnya diselah acara Try Out di GSG Unila.
Sebagai pelajar Indonesia yang pernah mengenyam pendidikan di Shanghai, Tiongkok– Farah mengajak anak millenial Indonesia, lebih khusus Lampung untuk paling tidak meniru etos perjuangan pelajar atau pemuda tiongkok.
“Jadi waktu itu saya tinggalnya di dorm (asrama) yang penghuninya dari lintas internasional. Dorm itu kecil, tapi hampir semua isinya bahan bacaan untuk menunjang wawasan pendidikan dan pergaulan. Mereka itu kalau belajar ya beneran belajar. Bisa satu semester itu belajar terus,” ungkapnya.
Antusias tinggi pelajar di Shanghai inilah yang diharapkan Farah dapat ditiru calon mahasiswa mau pun generasi penerus bangsa Indonesia, terkhususnya Lampung. Sebab, pelajar di negeri Tirai Bambu itu juga tidak suka menyia-nyiakan waktu.
“Di sana juga pelajar itu enggak cuma baca buku dan ngikutin materi dari sekolah. Tapi mereka juga antusias ikut les. Jadi kalau lesnya jam tiga sore, ya mereka dateng sebelum waktunya. Paling lambat dateng tepat waktu,” tutur Farah memberi semangat untuk 1.500 siswa dan siswi yang hadir dalam kegiatan ini.
Baginya, anak-anak muda di Shanghai memiliki intensitas motivasi. Mereka juga tetap berbisnis atau berwirausaha disela-sela waktu luang belajar baik formal mau pun non formal.
“Nah ini juga jadi pengalaman berkesan saya selama belajar di Shanghai. Jadi kalau mereka bisnis itu bener-bener menjaga kepuasan customer. Mereka akan menjemput kita, mengantar dan memberi informasi tempat-tempat tujuan serta harganya. Yang lebih penting, mereka itu bener-bener jujur,” cerita Farah.
Ketua pelaksana Pelajar Lampung Ekspo Fina Wijhaida mengungkap pihaknya sengaja mendatangkan narasumber kompeten dan berpengalaman serta berwawasan sehingga para peserta menerima materi penting sebagai bekal masuk perguruan tinggi mau pun bekal meraih cita-cita.
“Untuk bisa ikut Pelajar Lampung Ekspo, peserta mesti bayar tiket. Ada yang harganya 25, 35, 45 dan tiket on the spot kita jual 50 ribu. Jadi kalau narasumbernya enggak kompeten sehingga kedatangan adik-adik kita sia-sia belaka, ya kita juga merasa bersalah,” katanya Fina.
Hadir juga dalam Pelajar Lampung Ekspo perwakilan pergutuan tinggi dari Universitas Teknokrat Indonesia, Darmajaya dan Universitas Terbuka.(RLS/E2)




