WAHANA Cita Indonesia (WCI) mendukung Pemerintah Indonesia dalam memenuhi target nasional untuk mengakhiri AIDS pada tahun 2030.
WCI adalah organisasi yang berbasis komunitas dan bekerja sama dengan para pemangku kepentingan untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas dan partisipasi masyarakat dalam program HIV dan AIDS dan berkerja sama dalam mendukung program di Indonesia Aids Coalition (IAC).
IAC pun berkomitmen untuk mendukung Pemerintah Indonesia dalam memenuhi target nasional untuk mengakhiri AIDS pada tahun 2030.
Dalam kunjungan ke media yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandar Lampung, Senin (7/3), Rachmad Cahya Aji Advokasi Officer WCI menuturkan persoalan HIV&AIDS tidak terlepas dari Populasi kunci yang merupakan populasi yang terkonsentrasi pada kelompok-kelompok yang berisiko tinggi
terinfeksi virus HIV&AIDS.
Mereka tersebar dalam beberapa kategori, yakni pekerja seks, pengguna napza jarums untik, LSL (lelaki yang berhubungan seksual dengan lelaki lain), dan waria.
Masing-masing dari mereka memiliki tantangan tersendiri dalam menghadapi risiko HIV&AIDS.
“Dalam implementasinya populasi kunci bergerak secara ekslusif, oleh karena itu kami menyadari bahwa eksklusifitas yang terjadi selama ini menjadi catatan
tersendiri dan cukup menghambat kerja-kerja terkait penanggulangan HIV dan AIDS,” kata Aji.
Menurutnya, advokasi yang baik adalah upaya berkesinambungan yang melibatkan dan memperoleh dukungan dari berbagai pihak di luar populasi kunci yang memiliki pengaruh kuat di masyarakat untuk dapat terlibat dan mendukung program penanggulangan HIV di setiap distrik, yang kemudian membutuhkan informasi dan pemahaman mengenai program penanggulangan HIV serta lebih memahami siapa dan apa itu populasi kunci.

Yayasan Wahana Cita Indonesia melakukan kegiatan Kunjungan ke Media Lokal ditingkat distrik Kota Bandar Lampung yang dilakukan oleh perwakilan Komunitas/Task force dengan media yang dapat memberikan dukungan pada kepentingan komunitas ODHIV ataupun populasi kunci.
Tujuan kegiatan ini yakni agar media dapat memberikan dukungan dan berpihak pada kepentingan komunitas ODHIV ataupun populasi kunci, serta dapat melibatkan media sebagai partners dalam advokasi.
Hasil yang diharapkan dari agenda ini yakni adanya pertemuan komunitas (taskforce) dengan media; dukungan dari Media Lokal (AJI Bandar Lampung) terkait kepentingan Komunitas; serta dukungan dan kesiapan media untuk dapat menjadi partners dalam advokasi.
Peserta dalam kegiatan ini merupakan perwakilan dari Inisiatif Lampung Sehat (ILS), PKBI Lampung, Konsorsium Penggiat HIV Lampung, Gaya Lentera Muda Lampung, IPPI Lampung, OPSI Lampung, OPSI Jambi (Penjangkau PSP), Advocacy Officer WCI, CBMF Officer WCI, serta Paralegal Officer WCI, serta Pengurus AJI Bandar Lampung. (IAN)







