KASUS infeksi Covid-19 di Bandar Lampung terus meningkat bahkan ibu kota Provinsi Lampung itu kini berstatus zona merah. Untuk menjaga ketersediaan ruang isolasi di rumah sakit yang terbatas, sebagian pasien harus menjalani isolasi secara mandiri.
Namun, isolasi mandiri hanya boleh dilakukan pasien yang tak bergejala atau gejala ringan. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Bandar Lampung Edwin Rusli dalam Talk Show Lampung Post tentang Memahami Protokol Isolasi Mandiri, Kamis (5/11).
Ia mengatakan isolasi mandiri boleh dilakukan jika pasien memiliki fasilitas yang memadai. Fasilitas yang dimaksud seperti ruang pribadi, kamar mandi pribadi, dan tidak kontak dengan orang lain.
“Jika tidak memiliki fasilitas yang sesuai, pasien harus dirujuk ke rumah sakit penanganan Covid-19,” ujarnya.
Edwin menjelaskan pengawasan dilakukan petugas puskesmas setempat. Jika perkembangan pasien tidak baik, akan dirujuk ke rumah sakit. Selain kondisi, pasien yang tidak mengindahkan aturan isolasi mandiri juga akan dirujuk ke rumah sakit.
“Pemantauan dilakukan dengan mengunjungi tempat tinggal pasien yang dijadikan tempat isolasi mandiri dan pemberian vitamin. Hal itu dilakukan setiap hari dan melakukan dokumentasi pasien yang sedang isolasi mandiri,” ujar Kadinkes Bandar Lampung itu.
Sementara itu, Kaprodi Pendidikan Dokter dr Sri Maria Puji Lestari mengatakan penginfeksian Covid-19 diawali dengan gejala batuk, demam, dan flu. Namun, hal tersebut sesuai dengan kondisi imun tubuh sang pasien.
Meski demikian, ia menambahkan tidak semua yang memiliki gejala tersebut terkonfirmasi positif Covid-19. Namun, masyarakat tidak boleh abai terhadap kesehatan terlebih dalam situasi pandemi.
“Jika kondisi pasien merasakan sejumlah gejala, sebaik cepat memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan,” kata dia.
Menurutnya, pada prinsipnya isolasi mandiri dilakukan pasien yang memiliki gejala ringan atau tidak bergejala. Ruangan yang digunakan isolasi mandiri harus memiliki sirkulasi udara baik dan dimasuki cahaya.
“Waktu isolasi mandiri setiap pasien berbeda tergantung tingkat imun tubuh sang pasien, biasanya selama 10—14 hari sesuai dengan masa inkubasi virus,” ujarnya.
Selama isolasi mandiri, hal yang tak boleh dilupakan adalah asupan makanan bergizi untuk menguatkan imunitas tubuh dan mengelola stres. (CR1/R5)
umar@lampungpost.co.id







