{"id":153608,"date":"2021-01-17T13:42:03","date_gmt":"2021-01-17T06:42:03","guid":{"rendered":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/?p=153608"},"modified":"2021-01-17T13:42:03","modified_gmt":"2021-01-17T06:42:03","slug":"cerita-erupsi-gunung-semeru","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/baca-gratis\/cerita-erupsi-gunung-semeru\/","title":{"rendered":"Cerita Erupsi Gunung Semeru"},"content":{"rendered":"<p>TRIYADI ISWORO<\/p>\n<p>GUNUNG Semeru di Lumajang, Jawa Timur, mengeluarkan awan panas dengan sebaran sejauh 4,5 kilometer pada Sabtu, 16 Januari 2021. Aktivitas vulkanis ini berkorelasi dengan kejadian serupa pada 1 Desember 2020.<\/p>\n<p>&#8220;Melihat intensitas magmatik yang naik ke permukaan cukup tinggi, jadi masih ada satu rangkaian,&#8221; kata Kepala Pos Pantau Gunung Semeru (G.Semeru), Liswanto, dalam program <em>Headline News Metro TV (<\/em>Grup <em>Lampung Post<\/em>) , Minggu, 17 Januari 2021.<\/p>\n<p>Menurut dia, aktivitas vulkanik dalam periode waktu tersebut cenderung belum menunjukkan penurunan. Intensitas guguran lava pijar juga masih tinggi. Liswanto menjelaskan awan panas yang menyembur kemarin merupakan aktivitas dari lidah lava, bukan dari kubah lava. Perbedaannya, suhunya lebih rendah.<\/p>\n<p>&#8220;Karena posisi tidak stabil maka ujung dari lidah lava bentuk awan panas guguran. Jadi artinya ini bukan awan panas langsung tetapi guguran dari lidah lava,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<h4>Erupsi<\/h4>\n<p>Pada laman akun <em>Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi(PVMBG) Official Instagram<\/em> tertera erupsi G. Semeru, Jawa Timur terjadi pada Sabtu, 16 Januari 2021 pukul 17:24 WIB namun tinggi kolom abu tidak teramati. Erupsi ini terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi \u00b1 1 jam 11 menit 27 detik. Selanjutnya, terjadi awan panas guguran dengan jarak luncur 4 Km ke arah tenggara (Besuk Kobokan), berlangsung hingga pkl. 18.35 WIB.<\/p>\n<p>Saat ini <a href=\"https:\/\/lampost.co\/epaper\/berita-utama\/sumeru-status-waspada-aktivitas-dibatasi-radius-1-km\/\">Gunung Semeru<\/a> berada pada Status Level II atau Waspada. Adapun sejumlah rekomendasi terkait hal ini yakni masyarakat\/pengunjung\/wisatawan tidak beraktivitas dalam radius 1 Km dari kawah\/puncak G. Semeru dan jarak 4 Km arah bukaan kawah di sektor selatan-tenggara, serta mewaspadai <a href=\"https:\/\/www.lampost.co\/berita-gunung-semeru-muntahkan-awan-panas-sejauh-4-5-km.html\">awan panas<\/a> guguran, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai\/lembah yang berhulu di puncak G. Semeru. Evaluasi dan radius serta jarak rekomendasi ini untuk mengantisipasi jika terjadi gejala perubahan ancaman bahaya. Kemudian, masyarakat menjauhi atau tidak beraktivitas di area terdampak material awan panas karena saat ini suhunya masih tinggi. Selanjutnya, mewaspadai potensi luncuran di sepanjang lembah jalur awan panas Besuk Kobokan dan mewaspadai ancaman lahar di alur sungai\/lembah yg berhulu di G. Semeru. Sebab kini banyak material vulkanik yang sudah terbentuk.<\/p>\n<p>&#8220;Sesuai rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melarang masyarakat sejauh 4 kilometer dari puncak, 1 kilometer puncak dari para pendaki demi keselamatan bersama,&#8221; ujar dia.<\/p>\n<h4>Perkiraan Awal<\/h4>\n<p>Bupati Lumajang Thoriqul Haq mengungkapkan berdasarkan pengamatan visual sementara, asap meluncur ke arah tenggara. Dugaan awan berwarna kelabu pekat dalam volume yang besar berasal dari kawah Jonggring Saloko. Hujan abu vulkanik diperkirakan mengarah ke utara menyesuaikan arah angin.<\/p>\n<p>&#8220;Perkiraan awal lokasi awan panas guguran tersebut berada di daerah sekitar Desa Sumber Mujur dan Desa Curah Koboan, Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro,&#8221; kata Thoriqul. Hingga kini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sedang melakukan evaluasi lebih lanjut.<\/p>\n<p>Masyarakat yang bermukim di sekitar Desa Sumber Mujur dan Desa Curah Koboan dan sekitarnya diminta waspada menghadapi potensi bencana. Terutama masyarakat di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Curah Kobokan yang berpotensi banjir lahar dingin jika hujan bercurah tinggi turun.<\/p>\n<p>Tim gabungan lintas kementerian\/lembaga masih dalam proses pengembangan informasi dan belum ada keterangan adanya korban jiwa atas peristiwa tersebut. Sementara itu, hujan abu vulkanik Gunung Semeru terjadi di beberapa kecamatan.<\/p>\n<h4>Lima Kecamatan<\/h4>\n<p>Sebanyak lima kecamatan di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, diguyur abu vulkanik Gunung Semeru setelah erupsi dan meluncurkan awan panas guguran sejauh empat kilometer.<\/p>\n<p>Lima kecamatan yang diguyur hujan abu vulkanik yakni Kecamatan Candipuro, Kecamatan Pasrujambe, Kecamatan Senduro, Kecamatan Gucialit, dan Kecamatan Pasirian.<\/p>\n<p>&#8220;Hujan abu vulkanik Gunung Semeru mengguyur satu dusun di satu desa di Kecamatan Candipuro yakni Dusun Kajar Kuning, Desa Sumbermujur,&#8221; kata Kepala Bidang Pencegahan Kesiapsiagaan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang, Wawan Hadi Siswoyo, Sabtu, 16 Januari 2021.<\/p>\n<p>Dia menjelaskan untuk di Kecamatan Pasrujambe, hujan abu vulkanik terjadi di Dusun Munggir, Dusun Sumberingin, Dusun Tulusrejo dan Dusun Tawon Songo, Desa Pasrujambe, Desa Kertosari, Desa Jambearum, Desa Jambe Kumbu, Desa Sukorejo.<\/p>\n<p>Sedangkan di Kecamatan Senduro ada beberapa desa yang diguyur abu vulkanik yakni Desa Senduro, Desa Burno, Desa Kandangtepus, Desa Wonocempokoayu, Desa Ranupane, Desa Pandansari, Desa Kandangan, dan Desa Bedayu.<\/p>\n<h4>Desa<\/h4>\n<p>Selanjutnya dua desa di Kecamatan Gucialit yakni Desa Sombo, Desa Gucialit, di Kecamatan Pasirian juga ada dua desa yang terdampak hujan abu vulkanik Semeru yakni Desa Pasirian dan Desa Nguter.<\/p>\n<p>&#8220;Kami juga membagikan masker di wilayah yang terdampak abu vulkanik Gunung Semeru,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Dia kembali mengatakan untuk peningkatan material di wilayah DAS Curah Koboan sampai DAS Leprak Kamar Kajang masih belum terpantau, namun masyarakat diminta untuk selalu waspada.<\/p>\n<p>&#8220;Sejauh ini tidak ada korban jiwa dan pengungsi akibat meningkatnya aktivitas Gunung Semeru. Status Gunung Semeru juga masih tetap pada level II atau waspada,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Ia mengatakan BPBD Lumajang menugaskan TRC BPBD menilai keadaan dan berkoordinasi dengan PPGA Gunungsawur, Muspika Candipuro, Muspika Pronojiwo. Kemudian menyiagakan TRC PB BPBD dan potensi, serta mengimbau warga agar tetap tenang dan tidak panik dengan aktivitas Gunung Semeru.<\/p>\n<p>Gunung Semeru kembali meletus dan meluncurkan awan panas guguran dengan jarak luncur empat kilometer ke arah Besuk Kobokan pada 16 Januari 2021 pukul 17.24 WIB dan aktivitas guguran lava juga terjadi dengan jarak luncur antara 500-1.000 meter dari kawah Jonggring Saloka ke arah Besuk Kobokan.<\/p>\n<h4>Gunung Berapi<\/h4>\n<p>Mengutip laman <em>Wikipedia<\/em>, Gunung Semeru atau Gunung Meru adalah sebuah gunung berapi kerucut di Jawa Timur, Indonesia. Gunung Semeru merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa, dengan puncaknya Mahameru, 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl). Gunung Semeru juga merupakan gunung berapi tertinggi ketiga di Indonesia setelah Gunung Kerinci di Sumatra dan Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat[2]. Kawah di puncak Gunung Semeru dikenal dengan nama Jonggring Saloko. Gunung Semeru secara administratif termasuk dalam wilayah dua kabupaten, yakni Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur. Gunung ini termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.<\/p>\n<p>Semeru mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung. Posisi geografis Semeru terletak antara 8\u00b006&#8242; LS dan 112\u00b055&#8242; BT.<\/p>\n<p>Di puncak Gunung Semeru (Puncak Mahameru) pendaki disarankan untuk tidak menuju kawah Jonggring Saloko, juga dilarang mendaki dari sisi sebelah selatan, karena adanya gas beracun dan aliran lahar. Gas beracun ini dikenal dengan sebutan Wedhus Gembel (Bahasa Jawa yang berarti &#8220;kambing gimbal&#8221;, yakni kambing yang berbulu seperti rambut gimbal) oleh penduduk setempat. Suhu dipuncak Mahameru berkisar 4 &#8211; 10 derajat Celsius, pada puncak musim kemarau minus 0 derajat Celsius, dan dijumpai kristal-kristal es. Cuaca sering berkabut terutama pada siang, sore dan malam hari. Angin bertiup kencang, pada bulan Desember &#8211; Januari sering ada badai.<\/p>\n<h4>Wedus Gembel<\/h4>\n<p>Terjadi letusan Wedus Gembel setiap 15-30 menit pada puncak gunung Semeru yang masih aktif. Pada November 1997 Gunung Semeru meletus sebanyak 2990 kali. Siang hari arah angin menuju puncak, untuk itu hindari datang siang hari di puncak, karena gas beracun dan letusan mengarah ke puncak.<\/p>\n<p>Letusan berupa asap putih, kelabu sampai hitam dengan tinggi letusan 300-800 meter. Material yang keluar pada setiap letusan berupa abu, pasir, kerikil, bahkan batu-batu panas menyala yang sangat berbahaya apabila pendaki terlalu dekat. Pada awal 1994 lahar panas mengaliri lereng selatan Gunung Semeru dan telah memakan beberapa korban jiwa, walaupun pemandangan sungai panas yang berkelok- kelok menuju ke laut ini menjadi tontonan yang sangat menarik.<\/p>\n<p>Soe Hok Gie, salah seorang tokoh aktivis Indonesia dan mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Indonesia, meninggal di Gunung Semeru pada tahun 1969 akibat menghirup asap beracun di Gunung Semeru. Dia meninggal bersama rekannya, Idhan Dhanvantari Lubis. (MEDCOM.ID\/DBS)<\/p>\n<h5>\ntriyadi@lampungpost.co.id<\/h5>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>TRIYADI ISWORO GUNUNG Semeru di Lumajang, Jawa Timur, mengeluarkan awan panas dengan sebaran sejauh 4,5 kilometer pada Sabtu, 16 Januari 2021. Aktivitas vulkanis ini berkorelasi dengan kejadian serupa pada 1 Desember 2020. &#8220;Melihat intensitas magmatik yang naik ke permukaan cukup tinggi, jadi masih ada satu rangkaian,&#8221; kata Kepala Pos Pantau Gunung Semeru (G.Semeru), Liswanto, dalam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":153609,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"_joinchat":[],"footnotes":""},"categories":[8160,8617,86],"tags":[4579,37460,6177],"class_list":["post-153608","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-baca-gratis","category-hl-1","category-nasional","tag-erupsi","tag-semeru","tag-waspada"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v24.0 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Cerita Erupsi Gunung Semeru - Jendela Informasi Lampung<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"GUNUNG Semeru di Lumajang, Jawa Timur, mengeluarkan awan panas dengan sebaran sejauh 4,5 kilometer pada Sabtu, 16 Januari 2021.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/lampost.co\/epaper\/baca-gratis\/cerita-erupsi-gunung-semeru\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cerita Erupsi Gunung Semeru - Jendela Informasi Lampung\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"GUNUNG Semeru di Lumajang, Jawa Timur, mengeluarkan awan panas dengan sebaran sejauh 4,5 kilometer pada Sabtu, 16 Januari 2021.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/lampost.co\/epaper\/baca-gratis\/cerita-erupsi-gunung-semeru\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Jendela Informasi Lampung\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-01-17T06:42:03+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/lampost.co\/epaper\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/semeru.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"533\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Wandi Barboy\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Wandi Barboy\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/lampost.co\/epaper\/baca-gratis\/cerita-erupsi-gunung-semeru\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/lampost.co\/epaper\/baca-gratis\/cerita-erupsi-gunung-semeru\/\"},\"author\":{\"name\":\"Wandi Barboy\",\"@id\":\"https:\/\/lampost.co\/epaper\/#\/schema\/person\/1829b46b65a8b69aabc0785dbf677950\"},\"headline\":\"Cerita Erupsi Gunung Semeru\",\"datePublished\":\"2021-01-17T06:42:03+00:00\",\"dateModified\":\"2021-01-17T06:42:03+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/lampost.co\/epaper\/baca-gratis\/cerita-erupsi-gunung-semeru\/\"},\"wordCount\":1171,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/lampost.co\/epaper\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/lampost.co\/epaper\/baca-gratis\/cerita-erupsi-gunung-semeru\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/lampost.co\/epaper\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/semeru.jpeg\",\"keywords\":[\"erupsi\",\"Semeru\",\"waspada\"],\"articleSection\":[\"Baca Gratis\",\"Headline 1\",\"Nasional\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/lampost.co\/epaper\/baca-gratis\/cerita-erupsi-gunung-semeru\/\",\"url\":\"https:\/\/lampost.co\/epaper\/baca-gratis\/cerita-erupsi-gunung-semeru\/\",\"name\":\"Cerita Erupsi Gunung Semeru - Jendela Informasi Lampung\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/lampost.co\/epaper\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/lampost.co\/epaper\/baca-gratis\/cerita-erupsi-gunung-semeru\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/lampost.co\/epaper\/baca-gratis\/cerita-erupsi-gunung-semeru\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/lampost.co\/epaper\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/semeru.jpeg\",\"datePublished\":\"2021-01-17T06:42:03+00:00\",\"dateModified\":\"2021-01-17T06:42:03+00:00\",\"description\":\"GUNUNG Semeru di Lumajang, Jawa Timur, mengeluarkan awan panas dengan sebaran sejauh 4,5 kilometer pada Sabtu, 16 Januari 2021.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/lampost.co\/epaper\/baca-gratis\/cerita-erupsi-gunung-semeru\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/lampost.co\/epaper\/baca-gratis\/cerita-erupsi-gunung-semeru\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/lampost.co\/epaper\/baca-gratis\/cerita-erupsi-gunung-semeru\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/lampost.co\/epaper\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/semeru.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lampost.co\/epaper\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/semeru.jpeg\",\"width\":800,\"height\":533,\"caption\":\"Gunung Semeru meluncurkan awan panas guguran sejauh empat kilometer pada Sabtu, 16 Januari 2021 pukul 17.24 WIB. ANTARA\/HO-Pos Pantau Gunung Semeru di Gunung Sawur\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/lampost.co\/epaper\/baca-gratis\/cerita-erupsi-gunung-semeru\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/lampost.co\/epaper\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cerita Erupsi Gunung Semeru\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/lampost.co\/epaper\/#website\",\"url\":\"https:\/\/lampost.co\/epaper\/\",\"name\":\"Jendela Informasi Lampung\",\"description\":\"Portal Berita dan Informasi Lampung Terkini, Teruji dan Tepercaya\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/lampost.co\/epaper\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/lampost.co\/epaper\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/lampost.co\/epaper\/#organization\",\"name\":\"Jendela Informasi Lampung\",\"url\":\"https:\/\/lampost.co\/epaper\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/lampost.co\/epaper\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lampost.co\/epaper\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Lampost-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lampost.co\/epaper\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Lampost-logo.png\",\"width\":696,\"height\":696,\"caption\":\"Jendela Informasi Lampung\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/lampost.co\/epaper\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/lampost.co\/epaper\/#\/schema\/person\/1829b46b65a8b69aabc0785dbf677950\",\"name\":\"Wandi Barboy\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/lampost.co\/epaper\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lampost.co\/epaper\/wp-content\/litespeed\/avatar\/d0e1b7b8b27f268165fd1f1d350087c1.jpg?ver=1775297031\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lampost.co\/epaper\/wp-content\/litespeed\/avatar\/d0e1b7b8b27f268165fd1f1d350087c1.jpg?ver=1775297031\",\"caption\":\"Wandi Barboy\"},\"url\":\"https:\/\/lampost.co\/epaper\/author\/wandybarboy\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cerita Erupsi Gunung Semeru - Jendela Informasi Lampung","description":"GUNUNG Semeru di Lumajang, Jawa Timur, mengeluarkan awan panas dengan sebaran sejauh 4,5 kilometer pada Sabtu, 16 Januari 2021.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/baca-gratis\/cerita-erupsi-gunung-semeru\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Cerita Erupsi Gunung Semeru - Jendela Informasi Lampung","og_description":"GUNUNG Semeru di Lumajang, Jawa Timur, mengeluarkan awan panas dengan sebaran sejauh 4,5 kilometer pada Sabtu, 16 Januari 2021.","og_url":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/baca-gratis\/cerita-erupsi-gunung-semeru\/","og_site_name":"Jendela Informasi Lampung","article_published_time":"2021-01-17T06:42:03+00:00","og_image":[{"width":800,"height":533,"url":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/semeru.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Wandi Barboy","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Wandi Barboy","Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/baca-gratis\/cerita-erupsi-gunung-semeru\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/baca-gratis\/cerita-erupsi-gunung-semeru\/"},"author":{"name":"Wandi Barboy","@id":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/#\/schema\/person\/1829b46b65a8b69aabc0785dbf677950"},"headline":"Cerita Erupsi Gunung Semeru","datePublished":"2021-01-17T06:42:03+00:00","dateModified":"2021-01-17T06:42:03+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/baca-gratis\/cerita-erupsi-gunung-semeru\/"},"wordCount":1171,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/baca-gratis\/cerita-erupsi-gunung-semeru\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/semeru.jpeg","keywords":["erupsi","Semeru","waspada"],"articleSection":["Baca Gratis","Headline 1","Nasional"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/baca-gratis\/cerita-erupsi-gunung-semeru\/","url":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/baca-gratis\/cerita-erupsi-gunung-semeru\/","name":"Cerita Erupsi Gunung Semeru - Jendela Informasi Lampung","isPartOf":{"@id":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/baca-gratis\/cerita-erupsi-gunung-semeru\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/baca-gratis\/cerita-erupsi-gunung-semeru\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/semeru.jpeg","datePublished":"2021-01-17T06:42:03+00:00","dateModified":"2021-01-17T06:42:03+00:00","description":"GUNUNG Semeru di Lumajang, Jawa Timur, mengeluarkan awan panas dengan sebaran sejauh 4,5 kilometer pada Sabtu, 16 Januari 2021.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/baca-gratis\/cerita-erupsi-gunung-semeru\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/lampost.co\/epaper\/baca-gratis\/cerita-erupsi-gunung-semeru\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/baca-gratis\/cerita-erupsi-gunung-semeru\/#primaryimage","url":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/semeru.jpeg","contentUrl":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/semeru.jpeg","width":800,"height":533,"caption":"Gunung Semeru meluncurkan awan panas guguran sejauh empat kilometer pada Sabtu, 16 Januari 2021 pukul 17.24 WIB. ANTARA\/HO-Pos Pantau Gunung Semeru di Gunung Sawur"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/baca-gratis\/cerita-erupsi-gunung-semeru\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cerita Erupsi Gunung Semeru"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/#website","url":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/","name":"Jendela Informasi Lampung","description":"Portal Berita dan Informasi Lampung Terkini, Teruji dan Tepercaya","publisher":{"@id":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/#organization","name":"Jendela Informasi Lampung","url":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Lampost-logo.png","contentUrl":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Lampost-logo.png","width":696,"height":696,"caption":"Jendela Informasi Lampung"},"image":{"@id":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/#\/schema\/person\/1829b46b65a8b69aabc0785dbf677950","name":"Wandi Barboy","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/wp-content\/litespeed\/avatar\/d0e1b7b8b27f268165fd1f1d350087c1.jpg?ver=1775297031","contentUrl":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/wp-content\/litespeed\/avatar\/d0e1b7b8b27f268165fd1f1d350087c1.jpg?ver=1775297031","caption":"Wandi Barboy"},"url":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/author\/wandybarboy\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/153608","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=153608"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/153608\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/wp-json\/wp\/v2\/media\/153609"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=153608"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=153608"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=153608"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}