{"id":219983,"date":"2022-05-18T05:00:41","date_gmt":"2022-05-17T22:00:41","guid":{"rendered":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/?p=219983"},"modified":"2022-05-18T00:41:55","modified_gmt":"2022-05-17T17:41:55","slug":"kue-buak-tat-tetap-bertahan-di-tengah-kemajuan-zaman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/lampung\/kue-buak-tat-tetap-bertahan-di-tengah-kemajuan-zaman\/","title":{"rendered":"Kue Buak Tat Tetap Bertahan di Tengah Kemajuan Zaman"},"content":{"rendered":"<p>PESISIR Barat yang menjadi kabupaten termuda di Lampung tidak hanya memiliki pesona wisata bahari sebagai surganya surfing. Kabupaten pemekaran dari Lampung Barat itu juga memiliki ragam kekayaan tradisi kuliner, salah satunya <a href=\"https:\/\/lampost.co\/epaper\/ekonomi\/kue-kering-dari-balik-jeruji-besi-banjir-pesanan\/\">kue<\/a> buak tat yang kerap menjadi salah satu kudapan pada saat upacara adat.<\/p>\n<p>Kue buak tat memang tidak hanya ada di Pesisir Barat, tapi juga ada di Bengkulu. Hal tersebut karena daerah itu masih dalam satu deretan wilayah sejak tempo dulu.<\/p>\n<p>Deretan yang terkenal sebagai pusat pelabuhan maritim dengan kota di kedua daerah yakni Lu-Shiangshe-Bengkulu dan Krui-Lampung sebagai kota pelabuhan. Meski dapat ada di dua wilayah yang berbeda, kue tradisional itu sangatlah termasyhur di tengah masyarakat di kedua daerah.<\/p>\n<p>Kue buak tat memiliki cita rasa yang cukup unik karena rasa manis yang lumer di lidah. Itu terpadu dengan gurihnya mentega tercampur dalam adonan tepung yang terpanggang sempurna. Ada juga satu cita rasa yang cukup melekat di indra pengecap setiap yang mencicipi, yaitu rasa rempah kering. Rempah-rempah dalam bumbu spakuk tercampur rata dengan adonan gurih itu, di antaranya kayu manis, pala, kapulaga, jahe, dan vanili.<\/p>\n<p>Lalu adanya selai nanas segar dengan rasa manis sedikit asam teroles melimpah di setiap lapis kue yang tercampur dengan gurihnya adonan membuat kue buak tat makin sehingga masyarakat menggemarinya karena bagaikan memakan kue nastar versi besar.<\/p>\n<p>Biasanya kue tradisional masyarakat Krui itu di tempat asalnya hanya tersaji di saat tertentu, seperti di momen acara pernikahan, Hari Raya Idulfitri, dan upacara adat Lampung. Selain itu, juga biasa menjadi buah tangan bagi warga desa di Pesisir Barat saat berkunjung ke rumah sanak saudara. Selain itu bisa ataupun sebagai ucapan terima kasih selepas membantu kolega dalam menyiapkan pesta. (ANT\/D1)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PESISIR Barat yang menjadi kabupaten termuda di Lampung tidak hanya memiliki pesona wisata bahari sebagai surganya surfing. Kabupaten pemekaran dari Lampung Barat itu juga memiliki ragam kekayaan tradisi kuliner, salah satunya kue buak tat yang kerap menjadi salah satu kudapan pada saat upacara adat. Kue buak tat memang tidak hanya ada di Pesisir Barat, tapi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":15,"featured_media":220003,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"0","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"0","share_position":"bottom","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"5","show_author_box":"1","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"1"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"_joinchat":[],"footnotes":""},"categories":[3469,20,4],"tags":[29903,50768,3779,3031,50767,12698],"class_list":["post-219983","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-desa-membangun","category-pesibar","category-lampung","tag-kue","tag-kue-buak-tat","tag-kuliner","tag-makanan","tag-makanan-khas","tag-tradisi"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v24.0 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Kue Buak Tat Tetap Bertahan di Tengah Kemajuan Zaman - Jendela Informasi Lampung<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Kabupaten yang merupakan pemekaran dari Lampung Barat itu juga memiliki ragam kekayaan tradisi kuliner, salah satunya kue buak tat.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/lampost.co\/epaper\/lampung\/kue-buak-tat-tetap-bertahan-di-tengah-kemajuan-zaman\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kue Buak Tat Tetap Bertahan di Tengah Kemajuan Zaman - Jendela Informasi Lampung\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kabupaten yang merupakan pemekaran dari Lampung Barat itu juga memiliki ragam kekayaan tradisi kuliner, salah satunya kue buak tat.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/lampost.co\/epaper\/lampung\/kue-buak-tat-tetap-bertahan-di-tengah-kemajuan-zaman\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Jendela Informasi Lampung\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-05-17T22:00:41+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-05-17T17:41:55+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/lampost.co\/epaper\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Pembuat-kue-tat-Lampung-tengah-mencubit-adonan-kue-tradisional-Lampung-sebelum-proses-pemanggangan.-ANTARA-Ruth-Intan-Sozometa-Kanafi-am..jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"400\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Muharram Candra Lugina\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Muharram Candra Lugina\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/lampost.co\/epaper\/lampung\/kue-buak-tat-tetap-bertahan-di-tengah-kemajuan-zaman\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/lampost.co\/epaper\/lampung\/kue-buak-tat-tetap-bertahan-di-tengah-kemajuan-zaman\/\"},\"author\":{\"name\":\"Muharram Candra Lugina\",\"@id\":\"https:\/\/lampost.co\/epaper\/#\/schema\/person\/edb981eadfbcd0b25f7382386c002ab0\"},\"headline\":\"Kue Buak Tat Tetap Bertahan di Tengah Kemajuan Zaman\",\"datePublished\":\"2022-05-17T22:00:41+00:00\",\"dateModified\":\"2022-05-17T17:41:55+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/lampost.co\/epaper\/lampung\/kue-buak-tat-tetap-bertahan-di-tengah-kemajuan-zaman\/\"},\"wordCount\":281,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/lampost.co\/epaper\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/lampost.co\/epaper\/lampung\/kue-buak-tat-tetap-bertahan-di-tengah-kemajuan-zaman\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/lampost.co\/epaper\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Pembuat-kue-tat-Lampung-tengah-mencubit-adonan-kue-tradisional-Lampung-sebelum-proses-pemanggangan.-ANTARA-Ruth-Intan-Sozometa-Kanafi-am..jpg\",\"keywords\":[\"Kue\",\"kue buak tat\",\"Kuliner\",\"Makanan\",\"makanan khas\",\"Tradisi\"],\"articleSection\":[\"Desa Membangun\",\"Pesisir Barat\",\"Ruwa Jurai\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/lampost.co\/epaper\/lampung\/kue-buak-tat-tetap-bertahan-di-tengah-kemajuan-zaman\/\",\"url\":\"https:\/\/lampost.co\/epaper\/lampung\/kue-buak-tat-tetap-bertahan-di-tengah-kemajuan-zaman\/\",\"name\":\"Kue Buak Tat Tetap Bertahan di Tengah Kemajuan Zaman - Jendela Informasi Lampung\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/lampost.co\/epaper\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/lampost.co\/epaper\/lampung\/kue-buak-tat-tetap-bertahan-di-tengah-kemajuan-zaman\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/lampost.co\/epaper\/lampung\/kue-buak-tat-tetap-bertahan-di-tengah-kemajuan-zaman\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/lampost.co\/epaper\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Pembuat-kue-tat-Lampung-tengah-mencubit-adonan-kue-tradisional-Lampung-sebelum-proses-pemanggangan.-ANTARA-Ruth-Intan-Sozometa-Kanafi-am..jpg\",\"datePublished\":\"2022-05-17T22:00:41+00:00\",\"dateModified\":\"2022-05-17T17:41:55+00:00\",\"description\":\"Kabupaten yang merupakan pemekaran dari Lampung Barat itu juga memiliki ragam kekayaan tradisi kuliner, salah satunya kue buak tat.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/lampost.co\/epaper\/lampung\/kue-buak-tat-tetap-bertahan-di-tengah-kemajuan-zaman\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/lampost.co\/epaper\/lampung\/kue-buak-tat-tetap-bertahan-di-tengah-kemajuan-zaman\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/lampost.co\/epaper\/lampung\/kue-buak-tat-tetap-bertahan-di-tengah-kemajuan-zaman\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/lampost.co\/epaper\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Pembuat-kue-tat-Lampung-tengah-mencubit-adonan-kue-tradisional-Lampung-sebelum-proses-pemanggangan.-ANTARA-Ruth-Intan-Sozometa-Kanafi-am..jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lampost.co\/epaper\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Pembuat-kue-tat-Lampung-tengah-mencubit-adonan-kue-tradisional-Lampung-sebelum-proses-pemanggangan.-ANTARA-Ruth-Intan-Sozometa-Kanafi-am..jpg\",\"width\":600,\"height\":400,\"caption\":\"KUET TAT. Pembuat kue buak tat lampung tengah mencubit adonan kue tradisional Lampung sebelum proses pemanggangan. ANTARA\/RUTH INTAN SOZOMETA KANAFI-AM\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/lampost.co\/epaper\/lampung\/kue-buak-tat-tetap-bertahan-di-tengah-kemajuan-zaman\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/lampost.co\/epaper\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kue Buak Tat Tetap Bertahan di Tengah Kemajuan Zaman\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/lampost.co\/epaper\/#website\",\"url\":\"https:\/\/lampost.co\/epaper\/\",\"name\":\"Jendela Informasi Lampung\",\"description\":\"Portal Berita dan Informasi Lampung Terkini, Teruji dan Tepercaya\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/lampost.co\/epaper\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/lampost.co\/epaper\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/lampost.co\/epaper\/#organization\",\"name\":\"Jendela Informasi Lampung\",\"url\":\"https:\/\/lampost.co\/epaper\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/lampost.co\/epaper\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lampost.co\/epaper\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Lampost-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lampost.co\/epaper\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Lampost-logo.png\",\"width\":696,\"height\":696,\"caption\":\"Jendela Informasi Lampung\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/lampost.co\/epaper\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/lampost.co\/epaper\/#\/schema\/person\/edb981eadfbcd0b25f7382386c002ab0\",\"name\":\"Muharram Candra Lugina\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/lampost.co\/epaper\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lampost.co\/epaper\/wp-content\/litespeed\/avatar\/f4882ec6745dd52d56088387ad321556.jpg?ver=1778238137\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lampost.co\/epaper\/wp-content\/litespeed\/avatar\/f4882ec6745dd52d56088387ad321556.jpg?ver=1778238137\",\"caption\":\"Muharram Candra Lugina\"},\"description\":\"LAMPUNG POST\",\"url\":\"https:\/\/lampost.co\/epaper\/author\/muharramcandra\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kue Buak Tat Tetap Bertahan di Tengah Kemajuan Zaman - Jendela Informasi Lampung","description":"Kabupaten yang merupakan pemekaran dari Lampung Barat itu juga memiliki ragam kekayaan tradisi kuliner, salah satunya kue buak tat.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/lampung\/kue-buak-tat-tetap-bertahan-di-tengah-kemajuan-zaman\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Kue Buak Tat Tetap Bertahan di Tengah Kemajuan Zaman - Jendela Informasi Lampung","og_description":"Kabupaten yang merupakan pemekaran dari Lampung Barat itu juga memiliki ragam kekayaan tradisi kuliner, salah satunya kue buak tat.","og_url":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/lampung\/kue-buak-tat-tetap-bertahan-di-tengah-kemajuan-zaman\/","og_site_name":"Jendela Informasi Lampung","article_published_time":"2022-05-17T22:00:41+00:00","article_modified_time":"2022-05-17T17:41:55+00:00","og_image":[{"width":600,"height":400,"url":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Pembuat-kue-tat-Lampung-tengah-mencubit-adonan-kue-tradisional-Lampung-sebelum-proses-pemanggangan.-ANTARA-Ruth-Intan-Sozometa-Kanafi-am..jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Muharram Candra Lugina","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Muharram Candra Lugina","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/lampung\/kue-buak-tat-tetap-bertahan-di-tengah-kemajuan-zaman\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/lampung\/kue-buak-tat-tetap-bertahan-di-tengah-kemajuan-zaman\/"},"author":{"name":"Muharram Candra Lugina","@id":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/#\/schema\/person\/edb981eadfbcd0b25f7382386c002ab0"},"headline":"Kue Buak Tat Tetap Bertahan di Tengah Kemajuan Zaman","datePublished":"2022-05-17T22:00:41+00:00","dateModified":"2022-05-17T17:41:55+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/lampung\/kue-buak-tat-tetap-bertahan-di-tengah-kemajuan-zaman\/"},"wordCount":281,"publisher":{"@id":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/lampung\/kue-buak-tat-tetap-bertahan-di-tengah-kemajuan-zaman\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Pembuat-kue-tat-Lampung-tengah-mencubit-adonan-kue-tradisional-Lampung-sebelum-proses-pemanggangan.-ANTARA-Ruth-Intan-Sozometa-Kanafi-am..jpg","keywords":["Kue","kue buak tat","Kuliner","Makanan","makanan khas","Tradisi"],"articleSection":["Desa Membangun","Pesisir Barat","Ruwa Jurai"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/lampung\/kue-buak-tat-tetap-bertahan-di-tengah-kemajuan-zaman\/","url":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/lampung\/kue-buak-tat-tetap-bertahan-di-tengah-kemajuan-zaman\/","name":"Kue Buak Tat Tetap Bertahan di Tengah Kemajuan Zaman - Jendela Informasi Lampung","isPartOf":{"@id":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/lampung\/kue-buak-tat-tetap-bertahan-di-tengah-kemajuan-zaman\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/lampung\/kue-buak-tat-tetap-bertahan-di-tengah-kemajuan-zaman\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Pembuat-kue-tat-Lampung-tengah-mencubit-adonan-kue-tradisional-Lampung-sebelum-proses-pemanggangan.-ANTARA-Ruth-Intan-Sozometa-Kanafi-am..jpg","datePublished":"2022-05-17T22:00:41+00:00","dateModified":"2022-05-17T17:41:55+00:00","description":"Kabupaten yang merupakan pemekaran dari Lampung Barat itu juga memiliki ragam kekayaan tradisi kuliner, salah satunya kue buak tat.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/lampung\/kue-buak-tat-tetap-bertahan-di-tengah-kemajuan-zaman\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/lampost.co\/epaper\/lampung\/kue-buak-tat-tetap-bertahan-di-tengah-kemajuan-zaman\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/lampung\/kue-buak-tat-tetap-bertahan-di-tengah-kemajuan-zaman\/#primaryimage","url":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Pembuat-kue-tat-Lampung-tengah-mencubit-adonan-kue-tradisional-Lampung-sebelum-proses-pemanggangan.-ANTARA-Ruth-Intan-Sozometa-Kanafi-am..jpg","contentUrl":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Pembuat-kue-tat-Lampung-tengah-mencubit-adonan-kue-tradisional-Lampung-sebelum-proses-pemanggangan.-ANTARA-Ruth-Intan-Sozometa-Kanafi-am..jpg","width":600,"height":400,"caption":"KUET TAT. Pembuat kue buak tat lampung tengah mencubit adonan kue tradisional Lampung sebelum proses pemanggangan. ANTARA\/RUTH INTAN SOZOMETA KANAFI-AM"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/lampung\/kue-buak-tat-tetap-bertahan-di-tengah-kemajuan-zaman\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kue Buak Tat Tetap Bertahan di Tengah Kemajuan Zaman"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/#website","url":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/","name":"Jendela Informasi Lampung","description":"Portal Berita dan Informasi Lampung Terkini, Teruji dan Tepercaya","publisher":{"@id":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/#organization","name":"Jendela Informasi Lampung","url":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Lampost-logo.png","contentUrl":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Lampost-logo.png","width":696,"height":696,"caption":"Jendela Informasi Lampung"},"image":{"@id":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/#\/schema\/person\/edb981eadfbcd0b25f7382386c002ab0","name":"Muharram Candra Lugina","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/wp-content\/litespeed\/avatar\/f4882ec6745dd52d56088387ad321556.jpg?ver=1778238137","contentUrl":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/wp-content\/litespeed\/avatar\/f4882ec6745dd52d56088387ad321556.jpg?ver=1778238137","caption":"Muharram Candra Lugina"},"description":"LAMPUNG POST","url":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/author\/muharramcandra\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/219983","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/wp-json\/wp\/v2\/users\/15"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=219983"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/219983\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/wp-json\/wp\/v2\/media\/220003"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=219983"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=219983"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampost.co\/epaper\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=219983"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}