• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Kamis, 08/01/2026 07:35
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Home Feature

Ketika Petualang dan Penari Itu Tak Kembali dari Rinjani

Perjalanan Terakhir Juliana Marins, pendaki asal Brasil

Sri AgustinabySri Agustina
28/06/25 - 12:26
in Feature, Nasional, Peristiwa
A A
Juliana Marins, pendaki asal Brasil yang harus menghentikan petualangannya di Gunung Rinjani, Lombok, NTB.

Juliana Marins, pendaki asal Brasil yang harus menghentikan petualangannya di Gunung Rinjani, Lombok, NTB. (Foto:Dok.Grid.id)

Bandar Lampung (Lampost.co)—“Never try, never fly.” Itulah kalimat terakhir yang ditulis Juliana Marins dalam unggahan Instagram-nya. Sebuah kalimat sederhana yang mencerminkan semangat hidupnya: mencoba, terbang, menjelajah dunia. Tapi siapa sangka, itu menjadi pesan terakhirnya dari tanah Indonesia—tempat di mana mimpinya terhenti secara tragis di dasar jurang Gunung Rinjani.

Juliana bukan hanya seorang pendaki. Ia seorang penari pole dance, lulusan Universidade Federal do Rio de Janeiro jurusan periklanan, dan seorang publisis muda yang penuh semangat.

Sejak Februari 2025, perempuan 27 tahun ini telah melintasi Asia Tenggara—menginjakkan kaki di Filipina, Vietnam, Thailand, lalu Indonesia. Setiap langkahnya diabadikan melalui media sosial: pantai-pantai eksotis, senyuman lepas, dan gerakan tarian yang mengalir di ruang terbuka.

Lombok Jadi Petualangan Duka

Sebelum mendaki Rinjani, Juliana sempat menikmati keindahan Bali. Dalam unggahan terakhirnya, ia tampak berdiri di antara hijaunya lembah dan kabut pegunungan, mengenakan jaket tebal dan tatapan tajam ke arah puncak. Tak ada yang tahu bahwa itu adalah detik-detik menjelang tragedi.

Juliana memulai pendakian dari jalur Sembalun bersama lima wisatawan lain dan seorang pemandu. Saat tiba di Cemara Tunggal, ia merasa lelah dan diminta beristirahat. Namun ketika pemandu kembali, ia sudah tidak ada di tempat. Dugaannya ia terpeleset dan jatuh ke jurang pada Sabtu pagi, 21 Juni 2025. Ia tertemukan dalam kondisi tidak bernyawa empat hari kemudian, Selasa, 24 Juni 2025 di kedalaman 600 meter.

Baca Juga: Jenazah Juliana Marins Tiba di Denpasar, Segera Proses Autopsi 

Yang memilukan, drone yang dikerahkan menunjukkan Juliana masih hidup sehari sebelum ditemukan. Rekaman itu menampilkan sosoknya terluka tapi sadar, menunggu pertolongan yang tak kunjung datang. Video ini menyebar luas di Brasil dan dunia, menyulut kemarahan serta rasa duka mendalam.

Bagi keluarganya di Niterói, Brasil, Juliana bukan hanya statistik korban jiwa. Ia adalah anak perempuan, sahabat, dan simbol keberanian. Ia mengejar hidup yang tidak biasa, menari di tiang dengan kebanggaan, menantang gunung-gunung dengan keyakinan, dan mencintai dunia dengan tulus.

Dukungan muncul dari banyak pihak, termasuk mantan bintang sepak bola Alexandre Pato, yang dengan sukarela menawarkan membiayai pemulangan jenazah Juliana ke tanah kelahirannya.

Namun lebih dari sekadar bantuan, kepergian Juliana mengajarkan banyak hal tentang pentingnya sistem penyelamatan yang tanggap. Tentang perlunya jaminan keselamatan wisatawan, dan tentang menghormati setiap nyawa yang datang berkunjung sebagai tamu.

Kenangan yang Abadi

Kini, akun Instagram Juliana penuhi ribuan komentar. Bukan hanya dari teman dan keluarga, tapi juga dari orang-orang yang tak mengenalnya—yang merasa tersentuh oleh kisahnya.

Ia memang telah pergi. Tapi langkah-langkahnya, keberaniannya, dan senyumnya akan tetap hidup di antara baris kenangan yang ia tinggalkan. Di kaki Rinjani yang megah, di langit Indonesia yang ia kagumi, nama Juliana Marins akan selalu terpatri sebagai jiwa petualang yang tak pernah takut untuk terbang.

 

Tags: Gunung RinjaniJuliana MarinsNTB LombokPendaki gunungPendaki gunung asal Brasil
ShareSendShareTweet

Berita Lainnya

Hasnaeni Ajukan PK Kedua Kasus Korupsi Waskita Beton, Bawa Bukti Chat sebagai Novum

Bawa Bukti Chat, Hasnaeni ‘Wanita Emas’ Ajukan PK Kedua Kasus Korupsi Waskita Beton

byNur
07/01/2026

Jakarta (Lampost.co)--– Terpidana kasus korupsi dana PT Waskita Beton Precast Tbk, Hasnaeni Moein alias Wanita Emas, kembali menempuh upaya hukum...

Radikalisme

27 Grup Media Sosial Sasar Anak dengan Ideologi Ekstrem

byDelima Napitupulu
07/01/2026

Jakarta (lampost.co)--Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mempublikasikan temuan terkait puluhan grup percakapan daring yang diduga aktif menyebarkan paham ekstrem...

teror

Insiden di Indonesia Jadi Inspirasi Kekerasan Remaja di Luar Negeri

byDelima Napitupulu
07/01/2026

Jakarta (lampost.co)--Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri mengungkap fenomena serius terorisme global. Aksi kekerasan yang terjadi di Indonesia kini justru jadi...

Berita Terbaru

Langit mendung menyelimuti Masjid Raya Al Bakrie Bandar Lampung dan sekitarnya. BMKG menyampaikan prakiraan cuaca Lampung berawan berpotensi hujan. (Foto: Triyadi Isworo/Lampost.co)
Cuaca

Kamis, 8 Januari 2026, Lampung Berawan Berpotensi Hujan

byTriyadi Isworo
08/01/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan prakiraan cuaca harian. Kamis, 8 Januari 2026, cuaca Provinsi...

Read moreDetails
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan peringatan dini waspada dampak hujan Kabupaten Mesuji. Dok BMKG

Waspada Dampak Hujan di Wilayah Kabupaten Mesuji

08/01/2026
Xiaomi, kembali menunjukkan keseriusannya di industri kendaraan listrik dengan menghadirkan Xiaomi SU7 versi terbaru untuk pasar domestik.

Xiaomi Luncurkan Kendaraan Listrik, Jarak Tempuh Tembus 900 Km

07/01/2026
Target PAD 2026 Diminta Realistis, DPRD Soroti Validitas Data Kendaraan

Target PAD 2026 Diminta Realistis, DPRD Soroti Validitas Data Kendaraan

07/01/2026
Dinkes Bandar Lampung Gelar Penyelidikan Epidemiologi di Tiap Temuan Kasus DBD

Dinkes Bandar Lampung Gelar Penyelidikan Epidemiologi di Tiap Temuan Kasus DBD

07/01/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.