Bandar Lampung (Lampost.co): Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri, Nurchalis, menegaskan jemaah hanya dapat membayar setelah lulus tes kesehatan. Aturan itu berlaku pada seluruh tahap pembayaran.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah memperkuat kebijakan karena temuan serius pada haji 2025. Otoritas Saudi menemukan banyak jemaah berangkat meski tidak memenuhi standar kesehatan.
“Evaluasi Saudi menunjukkan jemaah sakit tetap berangkat,” ujar Nurchalis.
Ia menambahkan angka kematian jemaah Indonesia pada 2025 melonjak dan menciptakan perhatian serius. Lebih dari separuh jemaah wafat berasal dari Indonesia.
Kemenhaj mengimbau seluruh jemaah memeriksa kondisi kesehatan sejak awal. Pemeriksaan medis menjadi syarat mutlak pelunasan. Setiap jemaah dapat mendatangi fasilitas kesehatan yang sudah bekerja sama dengan daerah.
Aturan kesehatan berlaku merata pada pelunasan tahap pertama dan tahap kedua tanpa pengecualian.
Kemenhaj menggandeng dinas kesehatan daerah untuk menambah layanan pemeriksaan jemaah. Kanwil Kemenhaj dan KBIHU memperluas sosialisasi teknis. Perbankan turut mengingatkan jemaah agar tidak menunda pemeriksaan dan pelunasan.
“Bank memberi pengingat langsung kepada jemaah,” kata Nurchalis.
Nurchalis memastikan seluruh kanal pelunasan berjalan normal. Sistem pembayaran terintegrasi dengan bank tanpa gangguan. Petugas digital membantu jemaah yang mengalami kendala teknis.
Kemenhaj memperluas penyuluhan melalui lapangan dan media sosial. Petugas terus mengingatkan jemaah agar tidak menunggu tenggat akhir. Penundaan pemeriksaan hanya memperbesar risiko gagal berangkat.
Kemenhaj menggandeng dinas kesehatan daerah untuk menambah layanan pemeriksaan jemaah. Kanwil Kemenhaj dan KBIHU memperluas sosialisasi teknis. Perbankan turut mengingatkan jemaah agar tidak menunda pemeriksaan dan pelunasan.
“Bank memberi pengingat langsung kepada jemaah,” kata Nurchalis.
Nurchalis memastikan seluruh kanal pelunasan berjalan normal. Sistem pembayaran terintegrasi dengan bank tanpa gangguan. Petugas digital membantu jemaah yang mengalami kendala teknis.
Kemenhaj memperluas penyuluhan melalui lapangan dan media sosial. Petugas terus mengingatkan jemaah agar tidak menunggu tenggat akhir. Penundaan pemeriksaan hanya memperbesar risiko gagal berangkat.








