Jakarta (Lampost.co): Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochammad Irfan Yusuf atau Gus Irfan memastikan pemerintah mencatat kemajuan signifikan dalam persiapan utama penyelenggaraan ibadah Haji 2026. Pemerintah telah memfinalkan sejumlah aspek krusial, mulai dari layanan di Arab Saudi hingga transportasi penerbangan jemaah.
Gus Irfan menyampaikan bahwa pemerintah telah menetapkan dua syarikah yang akan melayani jemaah haji Indonesia selama berada di Arab Saudi. Pemerintah juga telah memastikan lokasi-lokasi utama pelaksanaan ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
“Kami sudah menetapkan dua syarikah untuk melayani jemaah haji Indonesia. Kami juga sudah memastikan lokasi di Arafah, Muzdalifah, dan Mina,” ujar Gus Irfan di Jakarta, beberapa hari lalu.
Ia menegaskan bahwa sebagian besar layanan pendukung penyelenggaraan haji telah mencapai tahap final. Pemerintah telah menyelesaikan penetapan transportasi dan konsumsi jemaah secara penuh, sementara proses penetapan akomodasi hampir rampung.
“Transportasi sudah 100 persen, konsumsi juga 100 persen. Akomodasi di Madinah sudah mencapai 93 persen, sedangkan akomodasi di Mekah masih dalam proses. Insyaallah dalam waktu satu pekan ke depan bisa kami selesaikan,” jelasnya.
Dalam proses penetapan layanan tersebut, Gus Irfan mengakui adanya berbagai tantangan. Ia menyebut sejumlah pihak mencoba memasukkan kepentingan tertentu dalam penyediaan layanan haji di Arab Saudi.
Meski demikian, ia menegaskan pemerintah tetap memegang prinsip tata kelola yang baik dan tidak berkompromi dengan kepentingan di luar aturan.
“Dalam penetapan akomodasi, konsumsi, dan transportasi memang banyak hambatan, terutama adanya pihak-pihak yang ingin menitipkan kepentingan. Namun, kami tetap konsisten. Penyelenggaraan haji harus akuntatif, akuntabel, dan transparan,” tegas Gus Irfan.
Matang
Terkait transportasi udara, Gus Irfan memastikan pemerintah telah mempersiapkan penerbangan jemaah haji 2026 secara lebih matang ketimbang tahun sebelumnya. Pemerintah juga telah mengajukan permintaan jam terbang ke Arab Saudi sejak dini.
“Penerbangan sudah kami finalkan lebih awal. Permintaan jam terbang ke Arab Saudi juga sudah diajukan oleh dua maskapai, yaitu Saudia Airlines dan Garuda Indonesia,” ujarnya.
Dengan kesiapan tersebut, Gus Irfan optimistis penyelenggaraan ibadah Haji 2026 akan berjalan lebih tertib, lancar, dan minim kendala ketimbang tahun-tahun sebelumnya.








