Jakarta (Lampost.co): Kementerian Haji dan Umrah meresmikan pendidikan dan pelatihan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi tahun 2026 dengan menerapkan metode pendidikan semi militer. Program ini menargetkan peningkatan kompetensi, kedisiplinan, dan kualitas layanan calon petugas haji.
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf secara langsung membuka pendidikan dan pelatihan PPIH 1447 Hijriah atau 2026 Masehi. Menurutnya, hal itu sebagai bagian dari persiapan pelayanan haji yang profesional dan efektif di Tanah Suci.
Kementerian menyelenggarakan pelatihan tersebut di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, dan melibatkan sekitar 1.636 calon petugas haji. Panitia menjadwalkan diklat selama 20 hari, mulai 10 hingga 30 Januari 2026.
Kemenhaj merancang pelatihan dengan pendekatan semi militer. Hal tersebut untuk menguji sekaligus memperkuat kemampuan fisik, mental, dan teknis para peserta sebelum menjalankan tugas di Arab Saudi.
Instruktur menyampaikan materi pelatihan fisik, baris-berbaris, simulasi pelayanan jamaah haji, serta pembekalan dasar bahasa Arab guna menunjang komunikasi di lapangan.
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menjelaskan, metode pelatihan tersebut mengadopsi nilai kedisiplinan tinggi dengan dukungan fasilitator dari Markas Besar TNI dan Polri. Pendekatan ini bertujuan membangun stamina, integritas, dan soliditas kerja tim para calon petugas.
Kementerian Haji dan Umrah melaksanakan pelatihan secara bertahap dan melakukan pengawasan langsung melalui jajaran internal. Melalui skema ini, kementerian menargetkan kesiapan penuh petugas dalam memberikan pelayanan terbaik kepada jutaan jemaah haji Indonesia pada musim haji mendatang.








