Jakarta (Lampost.co0 – Film horor Indonesia terbaru di Netflix terus mencuri perhatian penonton. Genre ini berkembang pesat dengan pendekatan cerita yang lebih matang.
Poin Penting
- Film horor Indonesia Netflix makin variatif
- Cerita lebih emosional dan relevan
- Mengangkat horor religi dan budaya lokal
- Dominasi rilis 2024 dan 2025
Sepanjang 2024 hingga 2025, film horor lokal tampil semakin berani. Cerita tidak hanya menakutkan, tetapi juga emosional dan relevan.
Berikut review lengkap film horor Indonesia terbaru di Netflix.
Siksa Kubur (2024)
Joko Anwar kembali mengeksplorasi horor religi dengan pendekatan psikologis mendalam. Film ini tidak mengandalkan jump scare berlebihan. Cerita mengikuti Sita yang menolak konsep kehidupan setelah kematian. Sikap skeptis itu justru menyeretnya ke pengalaman mengerikan.
Baca juga : 10 Film Horor Indonesia Paling Laris Sepanjang Masa, KKN di Desa Penari Tembus 10 Juta Penonton
Ketegangan dibangun perlahan melalui dialog dan visual simbolik. Faradina Mufti tampil kuat sebagai karakter penuh konflik batin. Reza Rahadian memberi penyeimbang emosional dalam narasi film. Siksa Kubur menawarkan horor reflektif yang menghantui pikiran.
Pemandi Jenazah (2024)
Film ini menyajikan horor sunyi yang menekan secara psikologis. Teror hadir dari rutinitas yang seharusnya sakral. Lela mewarisi tugas memandikan jenazah di desanya. Masalah muncul saat ia menangani jenazah dengan kematian misterius.
Atmosfer gelap dibangun melalui suara dan ekspresi karakter. Aghniny Haque tampil emosional dan konsisten sepanjang film. Djenar Maesa Ayu memperkuat nuansa horor yang intim. Film ini efektif tanpa banyak efek mengejutkan.
Sumala (2024)
Rizal Mantovani menghadirkan horor keluarga dengan tragedi emosional. Film ini menyoroti ambisi dan konsekuensi perjanjian gaib. Pasangan suami istri menginginkan keturunan dengan cara terlarang. Anak yang lahir justru menjadi sumber teror.
Luna Maya tampil meyakinkan sebagai ibu penuh konflik. Darius Sinathrya memperkuat dinamika keluarga yang rapuh. Nuansa horor terasa personal dan menyayat. Sumala menekan emosi penonton hingga akhir cerita.
Kuyang (2024)
Legenda kuyang diangkat dengan pendekatan realistis dan menegangkan. Film ini memanfaatkan mitos lokal Kalimantan secara efektif. Pasangan muda pindah ke desa terpencil demi hidup baru. Namun, kehadiran makhluk mengincar ibu hamil memicu teror.
Ketegangan dibangun melalui suasana malam dan kesunyian desa. Alyssa Abidin tampil natural sebagai korban teror bertahap. Dimas Anggara memberi nuansa protektif sebagai suami. Film ini sukses memanfaatkan horor lokal.
Trinil: Kembalikan Tubuhku (2024)
Hanung Bramantyo menghidupkan kembali horor klasik Indonesia. Visual periodik menjadi kekuatan utama film ini. Cerita mengikuti pasangan yang pindah ke perkebunan tua. Rahasia kelam masa lalu perlahan muncul.
Sosok Trinil hadir sebagai simbol trauma dan dosa lama. Wulan Guritno tampil elegan namun mencekam. Ibnu Jamil memperkuat dinamika pasangan yang tertekan. Film ini cocok bagi pencinta horor klasik.
Qodrat 2 (2025)
Sekuel ini menghadirkan horor religi lebih brutal dan intens. Konflik iman menjadi fokus utama cerita. Ustaz Qodrat menghadapi kekuatan iblis berskala besar. Teror tidak lagi bersifat personal.
Vino G. Bastian tampil lebih emosional dan matang. Acha Septriasa menambah lapisan drama kemanusiaan. Adegan eksorsisme terasa lebih ekstrem. Film ini meningkatkan skala cerita secara signifikan.
Panggonan Wingit 2: Miss K (2025)
Horor urban ini tampil dengan tempo cepat dan intens. Aturan apartemen menjadi sumber ketegangan utama. Pelanggaran kecil berujung kematian mengerikan. Konsep sederhana dikemas efektif.
Cinta Laura Kiehl tampil agresif dan ekspresif. Arifin Putra memberi keseimbangan karakter. Jump scare hadir konsisten tanpa terasa murahan. Film ini cocok untuk penonton penyuka horor cepat.
Kampung Jabang Mayit: Ritual Maut (2025)
Film ini mengangkat horor budaya lokal yang kelam. Ritual kematian bayi menjadi pusat cerita. Desa terpencil digambarkan penuh rahasia dan kutukan. Erika Carlina tampil mengejutkan secara emosional.
Atmosfer film terasa berat dan menekan. Horor muncul dari praktik budaya menyimpang. Film ini meninggalkan rasa tidak nyaman. Namun, justru itu kekuatannya.
Jalan Pulang (2025)
Horor drama ini fokus pada kehilangan dan trauma. Teror hadir perlahan melalui sakit misterius anak. Luna Maya tampil kuat sebagai ibu terluka. Kesedihan menjadi sumber ketegangan utama.
Elemen supranatural tidak ditampilkan berlebihan. Emosi penonton dibangun secara bertahap. Film ini menyentuh sekaligus mencekam. Cocok bagi penikmat horor emosional.
Abadi Nan Jaya (The Elixir) (2025)
Kimo Stamboel menghadirkan horor zombie bernuansa lokal. Konsep wabah berasal dari ramuan jamu tradisional. Cerita terasa segar dan tidak klise. Mikha Tambayong tampil meyakinkan sebagai korban wabah.
Eva Celia dan Donny Damara memperkuat konflik. Horor dipadukan dengan kritik sosial. Film ini memberi warna baru horor Indonesia. Pendekatannya terasa berani dan berbeda.







