Jakarta (Lampost.co) – Kasus dugaan penelantaran anak oleh penyanyi Denada kini memasuki babak baru yang semakin memanas. Adik kandung Denada, Enrico Tambunan, akhirnya angkat bicara melalui media sosial pribadinya. Ia merasa kecewa karena netizen terus menyudutkan sang kakak secara sepihak.
Poin Penting
- Beban Mental: Denada menanggung luka emosional yang mendalam selama bertahun-tahun.
- Sosok Pria: Ayah biologis Ressa menghilang dan tidak menjalankan kewajibannya.
- Kritik Publik: Enrico menyayangkan pihak yang tahu identitas sang ayah tapi tetap menyerang Denada.
- Alasan Bungkam: Denada selalu sedih dan marah jika membahas topik tersebut.
Meskipun publik menghujat Denada, Enrico justru menyoroti absennya sosok ayah dalam masalah ini. Oleh sebab itu, ia meminta publik untuk melihat duduk perkara secara lebih jernih. Menurutnya, fokus utama seharusnya tertuju pada tanggung jawab sang ayah kandung.
Baca juga : Denada Akui Ressa Rosano Anak Kandung: Permohonan Maaf yang Menyentuh Hati
Tuntutan terhadap Ayah Biologis
Enrico menegaskan bahwa beban emosional yang Denada tanggung selama ini sudah sangat berat. Namun, sosok pria yang menjadi ayah biologis Ressa justru tidak pernah muncul. Pria tersebut juga kabarnya tidak pernah memberikan nafkah sepeser pun sejak awal.
Pernyataan Langsung Enrico Tambunan
Melalui unggahan video, Enrico menyampaikan protesnya terhadap perlakuan tidak adil kepada kakaknya “Kakak saya harus menanggung beban yang luar biasa dan sekarang dijatuhkan lagi bukan malah dilindungi. Ini yang harus bertanggung jawab adalah yang laki-lakinya,” ujar Enrico Tambunan.
Selain itu, ia mempertanyakan sikap pihak-pihak tertentu yang seolah-olah melindungi sang ayah biologis “Saya bingung, kalau Tante tahu laki-lakinya siapa, seharusnya yang diserang yang laki-laki itu. Harusnya justru keponakan sendirilah yang dilindungi. Itu pemikiran saya,” lanjutnya.
Selanjutnya, Enrico menceritakan bagaimana reaksi Denada setiap kali membicarakan identitas Ressa “Setiap kali saya mencoba membawa omongan itu ke kakak saya, kakak saya sangat amat sedih sekali langsung gitu loh. Dia gak mau bicarain. Kalau ngomongin masalah topik itu dia langsung seperti orang yang mukanya sedih campur marah gitu dan enggak mau ngomongin,” ungkapnya.
Sebagai penutup, ia kembali menekankan pentingnya mencari keberadaan pria yang tidak bertanggung jawab tersebut “Sementara kita ini seharusnya semuanya mempertanyakan laki-laki ini di mana dan kenapa dia tidak bertanggung jawab. Saya hanya bisa menebak-nebak siapa waktu itu kakak saya lagi dekat sama siapa. Dan karena saya tidak di Indonesia jadi saya tidak tahu persis begitu,” tutup Enrico Tambunan.








