Jakarta (Lampost.co) – Keluarga penyanyi Keisya Levronka kini tengah berjuang demi mendapatkan keadilan bagi Lexi Valleno Havlenda. Melalui media sosial, sang ibu mencurahkan kekecewaannya terhadap pihak kampus di Jakarta Barat. Ia merasa pihak universitas seolah menghilang tanpa memberikan penyelesaian pasti.
Poin Penting
- Lokasi Kejadian: Gedung kampus di daerah Grogol, Jakarta Barat.
- Penyebab Kecelakaan: Kegagalan peralatan pengait saat latihan teknik caving.
- Kelalaian Medis: Korban dibawa menggunakan taksi daring, bukan mobil ambulans resmi.
- Kondisi Korban: Vallen masih harus menjalani terapi saraf dan pengobatan jalan rutin.
- Status Hukum: Pihak keluarga merasa kampus dan organisasi lepas tangan sepenuhnya.
Musibah ini sebenarnya telah terjadi sekitar dua tahun silam pada April 2023. Namun, komunikasi dengan pihak terkait tetap menemui jalan buntu hingga saat ini. Oleh karena itu, Levi Leonita Davies memutuskan untuk memviralkan kasus ini melalui akun Instagram pribadinya.
Baca juga : 7 Rekomendasi Film Perang Netflix Terbaik
Lexi merupakan mahasiswa Hukum angkatan 2023 yang aktif dalam organisasi pecinta alam di kampusnya. Saat kejadian, ia sedang mengikuti latihan susur gua di dalam area gedung universitas. Malangnya, pengait peralatan latihannya terlepas sehingga ia jatuh bebas dari lantai enam.
Pernyataan Tegas Ibu Keisya Levronka
Levi Leonita Davies merasa sangat geram karena pihak kampus sulit sekali untuk dihubungi. “Sepertinya memang harus melalui sosial media ya untuk berkomunikasi dengan kalian. Mengingat sudah 2 tahun berlalu begitu saja tanpa penyelesaian pasti dan kesulitan berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait. Mungkin kalian lupa karena terlalu sibuk ya. Baik karena sulit sekali berkomunikasi dengan kalian, saya akan ingatkan di sini,” tulis Levi Leonita Davies.
Ia juga menjelaskan identitas sang putra serta organisasi yang menaunginya di kampus tersebut. “Anak saya adalah salah satu mahasiswa hukum salah satu kampus yang ada di Grogol – Jakarta Barat angkatan 2023, bernama Lexi Valleno Havlenda. Salah satu anggota organisasi Mahasiswa Hukum Pecinta Alam dimana organisasi tersebut dalam naungan kampus,” tulis Levi.
Kronologi Jatuhnya Lexi Valleno
Sang ibu kemudian membeberkan detail kecelakaan fatal yang menimpa buah hatinya. “Singkatnya pada bulan April 2023 ananda tersebut mengikuti kegiatan latihan Caving, dan kegiatan tsb dilakukan di gedung kampus. Dan singkat cerita pada hari itu juga ananda terjatuh dari lantai 6 gedung kampus dikarenakan pengaitnya terlepas,” ungkap sang ibu.
Levi pun mempertanyakan prosedur penanganan darurat yang dinilai sangat membahayakan kondisi fisik korban. “Dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat yang masih satu yayasan dengan kampus. Shock setelah dengar cerita bahwa ternyata untuk penanganan pertamanya saja sudah salah. Bayangkan anak saya yang jatuh dari lantai 6 gedung kampus dibopong lalu didudukkan di kursi roda dan didorong ke kendaraan (taxi online) dan ditidurkan lagi di taxi online,” tulis Levi.
Ia merasa heran mengapa pihak kampus tidak segera memanggil bantuan medis profesional. “Pertanyaannya adalah kenapa tidak panggil ambulance sedangkan panggil taxi online pun sama-sama butuh waktu untuk menunggu. Dan kenapa anak saya di angkat dan di dudukkan, yang mungkin jika itu tidak di lakukan cederanya tidak fatal seperti ini,” lanjutnya.
Hingga sekarang, ia masih menagih janji dan itikad baik dari pengelola pendidikan tersebut. “Lalu siapa yg bertanggung jwb? Yah tdk ada. Saling lempar dan janji2 tak pasti. Bahkan sampai saat ini dan entah sampai kapan anak saya masih hrs kontrol beberapa spesialist, terapy syaraf dan obat jalan,” keluh sang ibu.
Levi menutup unggahannya dengan melempar pertanyaan kepada publik terkait tanggung jawab moral institusi. “Menurut kalian…….. Siapa yg bertanggung jawab jika anak kita jatuh di area kampus, pada saat melakukan kegiatan yang di naungi oleh kampus?????? Apakah salah kalau saya meminta pertanggung jawaban kepada pihak kampus dan organisasinya?????? Menurut kalian??????” pungkas Levi.








