Jakarta (Lampost.co) – Film Agak Laen: Menyala Pantiku hampir gagal syuting karena insiden fatal naskah. Sutradara sekaligus penulis, Muhadkly Acho, tanpa sengaja menghapus draf skenario utama.
Poin Penting:
- Naskah Agak Laen: Menyala Pantiku sempat terhapus 70 persen.
- Muhadkly Acho menulis ulang skenario dari awal.
- Proses penulisan berlangsung di tengah syuting dan perawatan anak.
- Film selesai tepat malam takbiran.
- Agak Laen 2 tembus lebih dari 10 juta penonton.
Insiden tersebut terjadi saat naskah film Agak laen 2 sudah rampung sekitar 70 persen. Padahal, tenggat waktu produksi tinggal hitungan hari.
Baca juga : James Cameron Siapkan Rencana Darurat Jika Avatar 4 dan Avatar 5 Terhenti Produksi
Kisah ini diungkap Acho melalui unggahan Instagram pada Rabu, 31 Desember 2025. Ia mengenang momen itu sebagai kejadian paling mengerikan sepanjang 2025.
“Kalau saya… bulan maret lalu, saya dengan bodohnya tanpa sengaja menghapus file yang berisi skenario AGAK LAEN: Menyala Pantiku! yang sudah 70% saya tulis, padahal deadline tinggal beberapa hari lagi. Iya, saya sebodoh itu,” ungkap Acho.
Saat kejadian, Acho tengah terlibat syuting film Tinggal Meninggal. Film tersebut merupakan debut penyutradaraan Kristo Immanuel.
Acho baru menceritakan kejadian itu kepada tim Tinggal Meninggal. Ia menyebut Kristo Immanuel, Mario Caesar, Shindy Huang, dan Nada Novia.
Masalah muncul saat Acho menyusun opsi adegan tambahan. Tanpa sadar, ia memberi judul dokumen sama seperti naskah utama. Akibatnya, draf skenario utama tertimpa dan hilang permanen.
“Dhuarr! Rasanya seperti disambar petir di siang bolong. Seperti ada batu besar yang tersangkut di tenggorokan yang membuat saya sulit bernapas. Pandangan rasanya gelap dan tubuh benar-benar lemas. Saya terdiam beberapa menit tanpa bicara sepatah pun kata,” tulis Acho.
Lanjutnya, “Malam itu, di kepala saya cuma ada 1 hal… ‘Mampus, gagal deh ini syuting gara-gara gua.’”
Acho sempat termenung dan menangis menghadapi kenyataan pahit tersebut. Namun akhirnya, ia memutuskan menulis ulang naskah dari awal.
Ia mengandalkan ingatan dialog dan adegan yang tersisa. Di saat bersamaan, Acho tetap menjalani syuting Tinggal Meninggal.
“Saya pun akhirnya memulai lagi menulis dari awal, bermodalkan ingatan ala kadarnya, satu demi satu, dialog demi dialog, adegan demi adegan. Sambil menjalani syuting film Tinggal Meninggal sebagai Pak Cokro. ‘Dem dem dem..’ ujarku dalam hati,” tambah Acho.
Cobaan belum berhenti karena anak Acho harus dirawat di rumah sakit. Ia tetap menulis naskah sambil menemani sang putri.
Acho menulis sejak malam hingga sekitar pukul 3 dini hari. Meski lelah, ide justru mengalir deras selama di rumah sakit.
“Rasanya mau nyerah. Tapi, Tuhan berkata lain. Ternyata, di 3 malam saya nulis di rumah sakit, justru ide-ide mengalir deras, termasuk adegan masjid yang sangat religius itu,” cerita Acho.
Akhirnya, naskah baru berhasil ia selesaikan tepat malam takbiran. Naskah tersebut diserahkan pada 31 Maret menjelang Idul Fitri.
“Saya nangis tengah malam. Sendirian. Malam itu saya kembali diingatkan, inna ma’al usri yusra. Bersama kesulitan, ada kemudahan,” tutup Acho.
Perjuangan itu terbayar dengan kesuksesan film di bioskop. Per 1 Januari 2026, film ini meraih 10.010.635 penonton. Film Agak Laen: Menyala Pantiku kini berada di posisi tiga film terlaris Indonesia.








