Jakarta (Lampost.co) – Aktris senior Asri Welas angkat bicara terkait penampilannya yang sering dinilai seksi di media sosial. Ia menegaskan bahwa gaya tersebut adalah bagian promosi peran. Asri menjelaskan bahwa setiap unggahan mengikuti karakter yang sedang diperankannya dalam film atau serial terbaru.
Poin Penting
- Asri Welas klarifikasi alasan sering tampil seksi di media sosial.
- Ia menyebut penampilan itu murni tuntutan profesi dan promosi peran.
- Asri menyikapi komentar miring dengan positif sebagai tanda perhatian publik.
- Keputusan berpenampilan sensual bergantung pada tawaran peran mendatang.
“Asri Welas menyebut semua itu bentuk promosi film atau serial yang ada. Saya tidak pernah seperti itu sebelumnya,” ujarnya di Jakarta Selatan baru-baru ini. Ia menambahkan bahwa sebagai aktris ia wajib mematuhi kebutuhan karakter yang di mainkannya.
Baca juga : Sinopsis dan Jadwal Tayang Film Agak Laen 2: Menyala Pantiku! Ini Pemeran dan Fakta Menarik
Wanita berusia 46 tahun ini juga mengungkap perubahan imagenya murni karena tuntutan profesi. Ia menyebut bahwa setiap peran menuntut ekspresi berbeda. Karena itu ia berkomitmen untuk tampil sesuai kebutuhan produksi, bukan sekadar pencitraan pribadi.
Berkaitan dengan komentar miring warganet, Asri justru menyikapinya dengan positif. Ia menganggap respons tersebut tanda bahwa promosi berhasil menarik perhatian publik. “Ketika ramai, alhamdulillah. Saya bersyukur. Yang penting saya mengerjakan pekerjaan dengan baik,” ungkapnya.
Terkait kemungkinan terus berpenampilan sensual di masa mendatang, Asri menyebut hal itu tergantung tawaran peran. Ia mengatakan, “Saya ini wanita panggilan. Dipanggil memerankan apapun, ayo. Hari ini dipanggil jadi setan, ya harus mau,” jelasnya santai.
Presenter alumni Universitas Indonesia ini menegaskan bahwa penampilannya bukan pencitraan pribadi. Ia menyebut komitmennya adalah mengerjakan setiap peran secara profesional. Menurutnya, tugas aktris adalah menjalankan peran seoptimal mungkin, terlepas dari berbagai interpretasi masyarakat.








