• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Kamis, 08/01/2026 04:33
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Home Hiburan

Bobon Santoso Soroti Kejanggalan Pembuatan Rendang 200 Kg oleh Willie Salim

Ada beberapa hal yang menunjukkan bahwa persiapan kegiatan tersebut kurang matang dan menyebabkan berbagai kendala di lapangan.

NurbyNur
25/03/25 - 20:37
in Hiburan, Nasional
A A
Konten kreator kuliner, Bobon Santoso. Dok

Konten kreator kuliner, Bobon Santoso. Dok

Jakarta (Lampost.co)— Konten kreator kuliner, Bobon Santoso, memberikan tanggapan terhadap insiden yang melibatkan Tiktokers Willie Salim setelah aksi memasak rendang 200 kg di Palembang menuai sorotan.

Menurut Bobon, ada beberapa hal yang menunjukkan bahwa persiapan kegiatan tersebut kurang matang dan menyebabkan berbagai kendala di lapangan.

Kurangnya Persiapan dan Survei Lapangan

Bobon menyoroti bahwa salah satu kesalahan utama dalam pembuatan rendang raksasa ini adalah kurangnya survei dan persiapan yang matang sebelum eksekusi. Ia berpendapat bahwa seharusnya ada pengamatan dan analisis kondisi di lokasi sebelum memulai kegiatan besar seperti ini.

“Jadi mungkin WS ini datang ke lokasi, nggak men-survey. Kalau biasanya kita men-survey, dinamika di lapangan seperti apa dan dengan alat-alat yang menurut kita ini tidak proper. Akhirnya mulai kejadian seperti ini,” ujar Bobon Santoso di kawasan Condet, Jakarta Selatan, Senin (24/3/2025).

Menurut Bobon, perencanaan yang baik dalam proyek kuliner berskala besar sangat penting untuk menghindari kendala teknis. Hal inilah yang bisa menghambat proses memasak, termasuk pemilihan alat dan metode yang sesuai.

Kejanggalan dari Segi Waktu

Selain masalah persiapan, Bobon juga menyoroti kejanggalan dalam segi waktu yang terlihat dalam video yang diunggah oleh Willie Salim. Ia mengungkapkan bahwa berdasarkan narasi video, rendang tersebut maksudnya untuk berbuka puasa. Namun, waktu proses memasaknya tidak sejalan dengan tujuan tersebut.

“Jelas ada kejanggalan. Karena kan dari narasi di video itu kan. Statementnya ngomong buat masak buat berbuka. Sedangkan baru masuk daging aja itu di jam 7 malam,” tuturnya.

Sebagai seorang kreator kuliner berpengalaman, Bobon memahami bahwa memasak rendang dalam jumlah besar membutuhkan waktu yang sangat lama.

Biasanya, rendang dimasak selama berjam-jam agar bumbu meresap dan daging menjadi empuk. Dengan demikian. Memasukkan daging pada pukul 7 malam membuat klaim bahwa rendang tersebut di maksudkan untuk berbuka menjadi kurang masuk akal.

Tindakan Fatal yang Menjadi Sorotan

Selain permasalahan waktu, Bobon juga menyoroti tindakan Willie Salim yang dianggap fatal oleh banyak pihak, yaitu meninggalkan proses memasak untuk pergi ke toilet.

Menurutnya, dalam sebuah proses memasak dengan skala sebesar ini, pengawasan harus melakukannya secara ketat dan kontinyu.

“Kejanggalan yang paling menurut kita yang paling nggak masuk akal ya tentunya, beliau ini ke WC ke toilet,” terang Bobon Santoso.

Menurutnya, jika memang ada kebutuhan mendesak untuk pergi, seharusnya ada koordinasi dengan tim atau orang lain yang bisa menggantikan sementara. Meninggalkan masakan dalam kondisi seperti itu bisa berpotensi menimbulkan masalah. Baik dari segi teknis maupun dari segi kepercayaan masyarakat terhadap niat baik kegiatan tersebut.

Orientasi pada Keviralan Konten

Bobon juga menilai bahwa aksi memasak rendang 200 kg ini lebih mengarah pada upaya untuk mencari perhatian dan keviralan ketimbang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia menyayangkan bahwa ada kecenderungan beberapa kreator lebih fokus pada mendapatkan views dari pada  memastikan eksekusi konten yang baik dan bermanfaat.

“Jadi boleh dibilang ya memang tujuannya hanya untuk konten sih, untuk mencari views,” jelasnya.

Ia mengingatkan bahwa sebagai kreator, tanggung jawab moral harus tetap diutamakan. Terutama ketika melibatkan komunitas besar atau kegiatan sosial. Perencanaan dan eksekusi harus melakukannya dengan lebih serius agar tidak menimbulkan polemik.

Harapan Bobon Santoso untuk Masyarakat dan Kreator Konten

Menanggapi kontroversi ini, Bobon juga menyampaikan harapan agar masyarakat Palembang tetap bersabar dan tidak terlalu emosional dalam merespons kejadian ini.

Ia berharap agar insiden ini bisa menjadi pelajaran bagi para kreator konten lainnya agar lebih berhati-hati dan profesional dalam membuat konten, terutama yang melibatkan komunitas atau kegiatan sosial.

“Kita harapin masyarakat Palembang ya bersabar, bersabar dengan ujian seperti ini ya, dan kita harapin ke depannya konten kreator nggak banyak lagi yang melakukan tindakan-tindakan merugikan komunitas besar,” harapnya.

Dengan semakin berkembangnya tren konten kuliner di media sosial, Bobon menegaskan pentingnya para kreator untuk tidak hanya mengejar popularitas. Tetapi juga mempertimbangkan dampak yang ditimbulkan terhadap masyarakat serta menjaga integritas dalam berkarya.

Kejadian ini menjadi pelajaran bagi para kreator konten agar lebih cermat dalam menyusun konsep dan lebih bertanggung jawab terhadap apa yang mereka tampilkan di ruang publik.

 

Tags: bobon santosokonten kreatormasak rendangpembuatan rendangwillie salim
ShareSendShareTweet

Berita Lainnya

Hasnaeni Ajukan PK Kedua Kasus Korupsi Waskita Beton, Bawa Bukti Chat sebagai Novum

Bawa Bukti Chat, Hasnaeni ‘Wanita Emas’ Ajukan PK Kedua Kasus Korupsi Waskita Beton

byNur
07/01/2026

Jakarta (Lampost.co)--– Terpidana kasus korupsi dana PT Waskita Beton Precast Tbk, Hasnaeni Moein alias Wanita Emas, kembali menempuh upaya hukum...

Radikalisme

27 Grup Media Sosial Sasar Anak dengan Ideologi Ekstrem

byDelima Napitupulu
07/01/2026

Jakarta (lampost.co)--Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mempublikasikan temuan terkait puluhan grup percakapan daring yang diduga aktif menyebarkan paham ekstrem...

Mediasi dengan Richard Lee Gagal, Polisi Segera Periksa Doktif Sebagai Tersangka

byNana Hasan
07/01/2026

Jakarta (Lampost.co) - Konflik hukum antara dr. Samira atau Dokter Detektif (Doktif) dengan dr. Richard Lee semakin memanas. Polres Metro...

Berita Terbaru

Xiaomi, kembali menunjukkan keseriusannya di industri kendaraan listrik dengan menghadirkan Xiaomi SU7 versi terbaru untuk pasar domestik.
Bandar Lampung

Xiaomi Luncurkan Kendaraan Listrik, Jarak Tempuh Tembus 900 Km

byNur
07/01/2026

Bandar Lampung (Lampopst.co)-- Produsen teknologi asal China, Xiaomi, kembali menunjukkan keseriusannya di industri kendaraan listrik dengan menghadirkan Xiaomi SU7 versi...

Read moreDetails
Target PAD 2026 Diminta Realistis, DPRD Soroti Validitas Data Kendaraan

Target PAD 2026 Diminta Realistis, DPRD Soroti Validitas Data Kendaraan

07/01/2026
Dinkes Bandar Lampung Gelar Penyelidikan Epidemiologi di Tiap Temuan Kasus DBD

Dinkes Bandar Lampung Gelar Penyelidikan Epidemiologi di Tiap Temuan Kasus DBD

07/01/2026
PSN Jadi Kunci Sukses Bandar Lampung Tekan Angka DBD di 2025

PSN Jadi Kunci Sukses Bandar Lampung Tekan Angka DBD di 2025

07/01/2026
Waspadai Barang Bekas Bisa Jadi Sarang Nyamuk di Musim Hujan

Waspadai Barang Bekas Bisa Jadi Sarang Nyamuk di Musim Hujan

07/01/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.