BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) – Film Dilan ITB 1997 resmi merilis cuplikan trailer terbaru menjelang penayangan perdana pada 30 April mendatang. Video berdurasi 2 menit 38 detik ini menampilkan Ariel NOAH dan Raline Shah sebagai pemeran utama.
Poin Penting
- Trailer film Dilan ITB 1997 resmi rilis dengan bintang utama Ariel NOAH dan Raline Shah.
- Dialog penutup Ariel yang menyebut nama Soeharto memicu kontroversi luas di media sosial.
- Muncul dua persepsi netizen, yakni anggapan bentuk penghormatan atau sekadar sindiran sarkas.
- Film ini fokus pada kehidupan mahasiswa ITB di tengah situasi politik era 1997.
- Jadwal tayang perdana serentak di bioskop mulai 30 April 2026.
Namun, perhatian penonton justru tertuju pada adegan penutup yang menampilkan momen pengunduran diri Presiden Soeharto. Di tengah sorak-sorai massa, karakter Dilan yang diperankan Ariel melontarkan kalimat singkat namun sangat berisiko. “Terima kasih, Soeharto,” ucap karakter Ariel NOAH.
Baca juga : Film Dilan ITB 1997 Rilis Teaser: Ungkap Jajaran Pemeran Utama
Reaksi Keras Warganet di Media Sosial
Dialog tersebut segera memicu perdebatan panas di media sosial X hingga menjadi sorotan ribuan akun. Beberapa warganet menilai kalimat itu merupakan bentuk penghormatan kepada penguasa Orde Baru tersebut. Sebaliknya, sebagian netizen menganggap ungkapan Dilan hanyalah sebuah sarkasme politik yang tajam.
Akun @smekdoncat misalnya, mengunggah ulang trailer ini hingga mendapat belasan ribu tanda suka. Sutradara Ryan Adriandhy bahkan ikut memberikan respons singkat yang menunjukkan rasa terkejutnya melihat adegan itu.
Konteks Cerita dan Dinamika Politik
Meskipun menuai kritik, banyak pihak percaya bahwa penonton harus melihat konteks film secara utuh. Film garapan Falcon Pictures ini memang mengangkat dinamika sosial serta situasi politik mahasiswa tahun 1997. Oleh karena itu, dialog tersebut mungkin mencerminkan sikap kritis mahasiswa pada era reformasi.
Kisah adaptasi novel Pidi Baiq ini menjanjikan konflik yang lebih kompleks daripada seri sebelumnya. Penonton akan menyaksikan perjalanan hidup Dilan sebagai mahasiswa ITB yang menghadapi gejolak cinta dan perubahan zaman.








