Jakarta (Lampost.co) – Kabar duka menyelimuti industri musik Indonesia pada akhir pekan ini. Penyanyi berbakat Vidi Aldiano menghembuskan napas terakhirnya. Sang ayah, Harry Kiss, menyampaikan berita sedih tersebut secara langsung kepada media. Vidi meninggal dunia pada Sabtu, 7 Maret 2026, sore hari.
Poin Penting
- Vidi Aldiano meninggal dunia pada Sabtu, 7 Maret 2026, pukul 16:33 WIB.
- Sang ayah, Harry Kiss, mengonfirmasi kabar duka ini secara resmi.
- Pihak keluarga mendampingi Vidi pada saat-saat terakhirnya.
- Vidi mengidap kanker ginjal sejak 2019 dan telah menjalani operasi serta kemoterapi.
- Ucapan duka mengalir deras dari rekan artis dan musisi tanah air.
Keluarga besar mendampingi detik-detik terakhir sang musisi dengan penuh keikhlasan. Harry Kiss menuliskan pesan menyentuh melalui sebuah pernyataan tertulis.
“Telah wafat anak saya: OXAVIA ALDIANO bin HARRY APRIANTO. Vidi wafat didampingi seluruh keluarga besar yang ikhlas akan kepergiannya menghadap Alloh SWT, 7 Maret jam 16:33,” tulis Harry Kiss kepada media.
Pesan tersebut berlanjut dengan ucapan selamat jalan yang mengharukan. “Selamat Jalan Menuju Cahaya Ilahi Nak,” lanjut Harry.
Kepergian pelantun lagu “Nuansa Bening” ini memicu gelombang duka dari rekan sesama musisi. Salah satunya adalah komposer ternama Andi Rianto yang memberikan penghormatan terakhir. “Selamat jalan, Vidi Aldiano,” tulis Andi.
Vidi Aldiano telah berjuang melawan penyakit kanker ginjal sejak tahun 2019 silam. Penyakit ini awalnya terdeteksi setelah ia mengalami gejala tekanan darah tinggi yang tidak lazim. Meskipun telah menjalani operasi pengangkatan satu ginjal di Singapura, sel kanker kembali muncul.
Selama beberapa tahun terakhir, Vidi rutin menjalani perawatan intensif termasuk kemoterapi setiap tiga minggu. Namun, kondisi kesehatannya terus menurun dalam beberapa bulan belakangan. Akhirnya, Vidi memilih untuk rehat total dari panggung hiburan demi fokus pada pemulihan. Kini, sang penyanyi telah tenang setelah perjuangan panjangnya melawan sakit.








