• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Senin, 19/01/2026 21:10
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Home Hiburan

Hindia Dituding Sebar Paham Ateis, Ormas Tasikmalaya Tolak Konser Musiknya

Ormas di Tasikmalaya menolak konser Hindia. Mereka menilai lirik lagunya menyebarkan paham ateis dan unsur satanic.

Nana HasanbyNana Hasan
15/07/25 - 10:50
in Hiburan, Nasional
A A
Hindia

Jakarta 9lampost.co) – Konser Hindia di Tasikmalaya terancam batal karena penolakan dari sejumlah ormas. Mereka menilai musik Hindia berbahaya. Festival Ruang Bermusik 2025 dijadwalkan berlangsung di Lanud Wiriadinata, Tasikmalaya, pada 20 Juli mendatang. Namun, kontroversi mencuat.

Poin Penting

  • Ormas Tasikmalaya menolak konser Hindia dalam festival Ruang Bermusik 2025 yang akan digelar pada 20 Juli 2025.
  • Penolakan terjadi karena lirik lagu Hindia yang di anggap mengandung unsur ateis, simbol dajjal, baphomet, dan jargon freemason.
  • Ustaz Hilmi Afwan dari ormas Al Mumtaz menyebut konser itu mengancam akidah generasi muda dan sarat dengan nilai satanisme.
  • Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Raden Dicky, membela EO dan yakin tak ada niat buruk dari penyelenggara acara.

Beberapa warga menggelar aksi protes di Tugu Asmaul Husna, Cihideung. Mereka memasang spanduk berisi penolakan terhadap Hindia. Salah satu spanduk menuliskan kalimat provokatif, “Konser bukan ancaman keimanan.” Kalimat ini memicu diskusi luas di media sosial.

baca juga : Pernikahan Selena Gomez dan Benny Blanco Dipastikan Intim Tanpa Ribet

Ormas Al Mumtaz menjadi pihak yang vokal menolak kehadiran Hindia. Mereka menilai lagunya bertentangan dengan nilai syariat Islam. Ustaz Hilmi Afwan menyebut lagu Hindia mengandung simbol dajjal, baphomet, freemason, dan ateisme. Ia menuntut pembatalan konser tersebut.

Menurutnya, lirik lagu Hindia mengarahkan generasi muda pada kekelaman. Ia menyebut musik itu sebagai pemicu krisis akidah. Ia mengutip lirik lagu “Matahari Tenggelam” yang berbunyi: “Ku doakan kita semua masuk neraka…” sebagai bukti kekhawatirannya.

Ustaz Hilmi menegaskan, Tasikmalaya tidak anti musik. Namun jika ada unsur menyimpang, maka ormas wajib bersikap tegas menolak. Ia juga menuding konser Hindia sebagai bentuk penyambutan terhadap kekuatan kegelapan. Ia menyebutnya bagian dari satanisme.

Tanggapan Wakil Wali Kota Tasikmalaya Untuk Konser Hindia

Di sisi lain, Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Raden Dicky, menanggapi secara bijak. Ia percaya pihak EO tidak memiliki niat buruk. Menurutnya, kasus ini bisa saja terpicu peristiwa serupa di Aceh. Di sana, konser Hindia batal karena tak mendapat izin MPU. Ia ingin konser tetap berjalan sesuai aturan. Ia berharap diskusi terbuka bisa jadi solusi terbaik bagi semua pihak.

Hingga saat ini, penyelenggara Ruang Bermusik 2025 belum memberikan klarifikasi resmi terkait penolakan konser Hindia di Tasikmalaya. Kontroversi ini kembali menyorot tarik-ulur antara seni musik, kebebasan berekspresi, dan norma keagamaan di ruang publik Indonesia.

Tags: HindiaHindia Matahari Tenggelamkonser dibatalkankonser Hindiakontroversi musikmusik ateismusik Indonesiaormas Tasikmalayapenolakan konserRuang Bermusik 2025Tasikmalaya
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Operasi pencarian pesawat yang dilaporkan hilang kontak di wilayah Sulawesi Selatan mulai menunjukkan perkembangan signifikan.

IAT Akui Pesawat ATR yang Jatuh di Bulusaraung Alami Gangguan Mesin Sebelum Penerbangan

byNur
19/01/2026

Jakarta (Lampost.co)— Manajemen Indonesia Air Transport (IAT) mengonfirmasi bahwa pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak dan kemudian jatuh di kawasan...

Persidangan perkara dugaan korupsi pengadaan Chromebook dalam program digitalisasi pendidikan era Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim memasuki babak krusial.

Sidang Chromebook Berlanjut, Jaksa Bongkar Penunjukan Pejabat Non-Ahli

byNur
19/01/2026

Jakarta (Lampost.co)— Persidangan perkara dugaan korupsi pengadaan Chromebook dalam program digitalisasi pendidikan era Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem...

patroli gajah

Karbon, Badak, Gajah dan Masa Depan Way Kambas di Tengah Pasar Karbon Indonesia

byMustaan
19/01/2026

TAMAN Nasional Way Kambas (TNWK) di Lampung Timur selama ini dikenal bukan hanya sebagai surga konservasi satwa endemik. Tetapi juga...

Berita Terbaru

Targetkan 101 SPKLU pada 2026, Pemprov Buka Peluang Investasi
Ekonomi dan Bisnis

Targetkan 101 SPKLU pada 2026, Pemprov Buka Peluang Investasi

byAtikaand1 others
19/01/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan pengoperasian 101 titik Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) pada 2026 jadi...

Read moreDetails
Kesiapan SPKLU Jadi Tantangan Layanan Taksi Listrik

Kesiapan SPKLU Jadi Tantangan Layanan Taksi Listrik

19/01/2026
Operasi pencarian pesawat yang dilaporkan hilang kontak di wilayah Sulawesi Selatan mulai menunjukkan perkembangan signifikan.

IAT Akui Pesawat ATR yang Jatuh di Bulusaraung Alami Gangguan Mesin Sebelum Penerbangan

19/01/2026
Layanan Taksi Listrik Perlu Didukung Perencanaan Matang

Layanan Taksi Listrik Perlu Didukung Perencanaan Matang

19/01/2026
Persidangan perkara dugaan korupsi pengadaan Chromebook dalam program digitalisasi pendidikan era Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim memasuki babak krusial.

Sidang Chromebook Berlanjut, Jaksa Bongkar Penunjukan Pejabat Non-Ahli

19/01/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.