Jakarta (Lampost.co) – Inara Rusli ingin segera meresmikan pernikahannya dengan Insanul Fahmi secara negara. Keinginan itu muncul setelah Inara mencabut laporan penipuan terhadap Insanul.
Poin Penting
- Inara Rusli ingin meresmikan pernikahan dengan Insanul Fahmi
- Proses menunggu izin Wardatina Mawa
- Insanul menghormati proses hukum
- Inara mencabut laporan penipuan
Namun demikian, proses tersebut masih menunggu keputusan Wardatina Mawa. Wardatina Mawa merupakan istri sah Insanul Fahmi hingga saat ini.
Kuasa hukum Inara Rusli, Deddy DJ, membenarkan rencana tersebut. Ia menegaskan pentingnya status pernikahan yang diakui secara hukum.
“Ya pastilah, ingin punya payung hukum buku nikah. Memang boleh nikah poligami, tapi, kan, seizin istri pertama, nanti kita lihat seperti apa,” ucap Deddy DJ.
Sebelumnya, Inara dan Insanul telah menjalani pernikahan siri sejak Agustus tahun lalu. Namun, negara belum mencatat hubungan mereka sebagai pasangan suami istri.
Insanul Fahmi juga masih tercatat sebagai suami sah Wardatina Mawa. Kondisi itu membuat pernikahan Inara dan Insanul belum memiliki kekuatan hukum.
“Pernikahan siri dalam hukum agama masih compatible, kalau dalam hukum negara mereka belum diakui karena siri,” tuturnya.
Deddy menjelaskan bahwa Insanul ingin menjalani hubungan poligami secara sah. Namun, Insanul berupaya menghindari konflik baru dengan kedua istrinya.
“Kalau baik, ya, ingin di jalankan (secara poligami). Selama baik, itu aja. Silaturahmi baik, enggak masalah. Dia tetap menjaga silaturahmi dengan Mawa karena ibu dari anak kandungnya,” ungkap kuasa hukum tersebut.
Meski begitu, Wardatina Mawa belum mencabut laporan dugaan perselingkuhan dan perzinaan.
Insanul menghormati proses hukum yang sedang berjalan.
“Dia (Insanul) menghormati proses hukum yang di laporkan Mbak Mawa, ini negara hukum menganut asas praduga tak bersalah. Ingin ke Mbak Mawa, ingin kepastian hukum,” tambah Deddy.
Sebelumnya, Inara berharap konflik ini dapat di selesaikan secara damai. Harapan itu disampaikan kuasa hukum lainnya, Daru Quthny.
“Mudah-mudahan Ibu Mawa, ataupun pengacaranya bisa menerima itikad baik kami untuk damai. Artinya, kalau memang bisa kita selesaikan secara damai, kenapa tidak? Lebih baik kan begitu,” ungkap Daru.
Kasus ini bermula dari laporan Wardatina Mawa pada awal Desember lalu. Mawa melaporkan Insanul dan Inara dengan bukti rekaman CCTV.
Merasa tertipu, Inara sempat melaporkan Insanul atas dugaan penipuan. Namun akhirnya, Inara mencabut laporan tersebut dan memilih berdamai.
Di balik keputusan itu, Inara mengaku mendapat nasihat keagamaan. Ia ingin menjaga persoalan rumah tangga agar tidak terus menjadi konsumsi publik.








