Jakarta (Lampost.co) – Sutradara kondang Joko Anwar kembali menghadirkan karya fenomenal berjudul Ghost in the Cell. Film ini rencananya akan menyapa seluruh penonton bioskop Indonesia mulai 16 April 2026 mendatang. Selain itu, film ini merupakan proyek pembuka tahun bagi rumah produksi Come and See Pictures.
Poin Penting
- Film Ghost in the Cell tayang perdana di bioskop Indonesia pada 16 April 2026.
- Melakukan World Premiere di ajang Berlin International Film Festival (Berlinale) 2026.
- Dibintangi oleh aktor papan atas seperti Abimana Aryasatya hingga Lukman Sardi.
- Diakuisisi oleh Plaion Pictures untuk distribusi komersial di wilayah Jerman.
- Mengusung genre komedi-horor dengan latar belakang kehidupan di dalam penjara.
Sebelum tayang di tanah air, film ini akan tampil pada Berlin International Film Festival (Berlinale) 2026. Acara bergengsi tersebut berlangsung di Jerman pada 12 hingga 22 Februari 2026. Joko Anwar pun mengungkapkan antusiasme besarnya terhadap karya terbarunya ini.
Baca juga : Pensiun dari YouTube, Bobon Santoso Jual Kanal 17,7 Juta Subscriber Senilai Rp20 Miliar
“Kami sudah tidak sabar untuk menghadirkan film terbaru Come and See Pictures yang digarap secara matang bersama jajaran kru dan pemeran berkualitas Indonesia, Ghost in the Cell, yang akan tayang di bioskop Indonesia mulai 16 April 2026. Semoga penonton tetap sabar menunggu dan menyambut film kami dengan antusias,” ungkap Joko Anwar.
Kolaborasi Aktor Papan Atas dan Bakat Baru
Film bergenre komedi-horor ini menghadirkan deretan aktor ternama Indonesia secara sekaligus. Nama-nama besar seperti Abimana Aryasatya, Bront Palarae, dan Lukman Sardi mengisi daftar pemain utama. Selain mereka, aktor berbakat seperti Rio Dewanto dan Tora Sudiro juga ikut memperkuat cerita.
Tak hanya bintang senior, Joko Anwar turut memperkenalkan talenta baru bernama Magistus Miftah. Kehadiran para aktor berkualitas ini tentunya menjamin performa akting yang sangat memukau. Oleh karena itu, publik sangat menantikan chemistry antarpemain dalam balutan nuansa horor yang unik.
Ekspansi Global Lewat Distributor Internasional
Prestasi film Ghost in the Cell semakin bersinar melalui kerja sama dengan Plaion Pictures asal Jerman. Distributor besar ini secara resmi mengakuisisi hak tayang untuk wilayah negara berbahasa Jerman. Produser Tia Hasibuan merasa sangat bangga karena pencapaian internasional yang luar biasa ini.
“Sebuah kebanggaan bagi kami tentu saja film kami diakuisisi oleh Plaion Pictures. Plaion Pictures selama ini dikenal dengan reputasi mereka yang sudah mendistribusikan film-film berkualitas pemenang penghargaan dari berbagai dunia. Semoga film kami juga mendapat sambutan positif dari penonton internasional,” jelas Tia Hasibuan.
Sinopsis Singkat dan Kritik Sosial
Ghost in the Cell mengambil latar cerita di sebuah penjara penuh kekerasan di Indonesia. Film ini memadukan unsur horor mencekam dengan kritik sosial yang sangat tajam. Melalui alur ceritanya, penonton akan melihat bagaimana sistem sering kali melindungi kekuasaan yang zalim.








