Bandar Lampung (Lampost.co) — Judika mengklarifikasi alasan tak terlihat di acara unduh mantu Al Ghazali dan Alyssa Daguise pada 19 Juni 2025.
Penyanyi bersuara khas itu mengaku tidak hadir karena jadwal pekerjaan yang sudah ia tetapkan jauh sebelumnya. “Aku datang ke acara 16 Juni, undangan dari Bunda Maia. Aku ketemu langsung sama Mas Dhani,” ujar Judika.
Ia menambahkan, tidak ada konflik pribadi yang menyebabkan absen saat hari puncak acara.
Benarkah Judika Masih Tegang dengan Ahmad Dhani?
Judika membantah isu berselisih dengan Ahmad Dhani soal masalah royalti lagu. Meski sempat berbeda pendapat soal lisensi menyanyikan lagu ciptaan Dhani, hubungan personal mereka tetap baik. “Gak ada masalah pribadi, semua baik. Ketemu juga ngobrol bareng,” ujar Judika menanggapi isu yang berkembang.
Ia menegaskan urusan hukum soal lagu tak memengaruhi hubungan persahabatan mereka.
Apa Tanggapan Judika soal Sindiran Ahmad Dhani?
Ahmad Dhani pernah menyebut musisi yang menyanyikan lagunya tanpa izin sebagai maling. Judika termasuk salah satu yang terkena sindiran itu saat membawakan lagu Dewa 19 di atas panggung.
Alih-alih tersinggung, Judika menanggapinya dengan tenang melalui unggahan Instagram. Ia menulis dirinya bukan tipe penyanyi yang suka tampil gratisan tanpa menghargai hak pencipta lagu. “Pakde Dhani itu panutan aku di musik. Pernah bareng di Mahadewa. Jadi aku tetap hormat,” tulis Judika.
Bagaimana Judika Menyikapi Soal Royalti?
Judika memilih berhenti membawakan lagu karya Ahmad Dhani demi menghindari konflik berkepanjangan. Ia mendukung sistem royalti yang pemerintah jalankan melalui LMKN, bukan sistem direct license.
Judika berharap sistem LMKN makin transparan dan akuntabel dalam mengelola performing rights. “Sebelum ada aturan yang jelas dan berkekuatan hukum, aku nggak nyanyi lagu dari pencipta yang pilih direct license,” katanya.
Judika meminta LMK dan LMKN terus berbenah agar lebih baik dalam distribusi hak cipta. Ia ingin pengumpulan royalti tak hanya fokus di event off air, tapi juga tempat publik lainnya.
Sistem yang lebih mumpuni diyakini akan membuat para pencipta lagu dan musisi akan lebih terlindungi. “Royalti seharusnya masuk juga dari karaoke, hotel, restoran, sampai pusat perbelanjaan,” katanya.