Aktor legendaris Space Sheriff Gavan, Kenji Ohba, meninggal dunia pada usia 71 tahun. Simak perjalanan karier sang ikon tokusatsu dan kontribusinya di Hollywood.
Jakarta (Lampost.co) – Dunia hiburan Jepang dan komunitas tokusatsu global tengah berduka sedalam-dalamnya. Aktor legendaris Kenji Takahashi, atau yang lebih populer dengan nama Kenji Ohba, baru saja meninggal dunia. Agensinya, Japan Action Enterprise, mengonfirmasi kabar duka ini melalui pernyataan resmi pada Jumat, 8 Mei 2026.
Sang aktor legendaris mengembuskan napas terakhirnya pada 6 Mei 2026 pukul 14.23 waktu setempat. Pihak agensi menjelaskan bahwa Kenji Ohba meninggal dunia setelah berjuang melawan penyakit selama beberapa tahun. Kondisi kesehatannya memang dilaporkan terus menurun sejak mengalami kolaps di kediamannya pada Mei 2018 silam.
Kenji Ohba merupakan pilar utama dalam sejarah film pahlawan super Jepang era 70-an dan 80-an. Awalnya, ia meniti karier sebagai suit actor untuk karakter ikonik seperti Android Kikaider dan Akarenger. Namun, namanya kian melambung tinggi saat ia memerankan Shiro Akebono dalam seri Battle Fever J.
Puncak kejayaan kariernya terjadi saat ia membintangi seri Space Sheriff Gavan pada tahun 1982. Perannya sebagai Retsu Ichijouji menjadikannya simbol pahlawan solo yang sangat populer di seluruh dunia. Oleh karena itu, kesuksesan besar Gavan akhirnya melahirkan berbagai waralaba Metal Hero generasi berikutnya.
Selain sukses di Jepang, kemampuan bela diri Ohba juga memikat sutradara Hollywood kenamaan, Quentin Tarantino. Sutradara tersebut kemudian menarik Ohba untuk membintangi film Kill Bill: Volume 1 dan Volume 2. Dalam film tersebut, ia memerankan tokoh Shiro yang merupakan asisten dari pembuat pedang legendaris, Hattori Hanzo.
Bahkan di usia senja, Ohba tetap aktif memberikan kontribusi besar bagi industri film aksi Jepang. Ia mendirikan kelompok aksi “Luck JET” untuk membina bakat-bakat baru dalam dunia seni peran. Selain itu, ia juga sering muncul sebagai kameo dalam seri Super Sentai dan Kamen Rider modern.
Pihak keluarga memutuskan untuk menggelar prosesi pemakaman secara tertutup dan hanya mengundang kerabat terdekat. Meskipun demikian, gelombang duka cita terus mengalir deras dari jutaan penggemar melalui berbagai platform media sosial. Banyak penggemar merasa kehilangan sosok pahlawan masa kecil yang telah menginspirasi banyak generasi.
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update