Jakarta (lampost.co) – Penyidik Kepolisian terus mendalami misteri meninggalnya selebgram Lula Lahfah di apartemen kawasan Jakarta Selatan. Setelah memeriksa sejumlah saksi kunci, kini polisi akan memanggil pihak keluarga mendiang. Langkah ini bertujuan untuk mengungkap penyebab pasti kematian sang selebgram yang ditemukan tak bernyawa pekan lalu.
Poin Penting
- Target Pemeriksaan: Polisi akan memanggil pihak keluarga Lula Lahfah sebagai saksi baru.
- Alasan Autopsi: Penyidik fokus mencari tahu alasan keluarga menolak proses bedah mayat atau autopsi.
- Saksi Terperiksa: Sebanyak 10 orang termasuk Reza Arap telah memberikan keterangan kepada polisi.
- Riwayat Medis: Polisi memeriksa catatan medis dari RS Pondok Indah untuk mencari petunjuk tambahan.
Fokus Penyelidikan pada Penolakan Autopsi
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menegaskan bahwa pemeriksaan keluarga merupakan prosedur resmi. Selain itu, polisi ingin mengetahui alasan kuat mengapa pihak keluarga keberatan melakukan proses autopsi. Informasi ini sangat penting untuk melengkapi berkas penyelidikan yang sedang berjalan saat ini.
Baca juga : Kasus Kematian Lula Lahfah: Reza Arap Jalani Pemeriksaan dan Jawab 30 Pertanyaan
“Rencana tindak lanjut proses pemeriksaan keluarga dari almarhum,” ungkap Budi Hermanto di Polda Metro Jaya, Rabu (28/1/2026).
Pihak kepolisian juga akan menggali keterangan lebih dalam mengenai latar belakang kondisi Lula sebelum meninggal dunia. Meskipun jadwal pastinya belum keluar, tim penyidik Polres Metro Jakarta Selatan sedang menyusun agenda pemanggilan tersebut.
“Ya pasti karena ada pertanyaan kenapa pihak keluarga tidak berkenan untuk dilakukan autopsi,” lanjutnya.
Total Sepuluh Saksi Telah Memberikan Keterangan
Hingga saat ini, polisi sudah memeriksa sekitar 10 saksi dari berbagai lingkaran terdekat korban. Saksi tersebut meliputi asisten rumah tangga, sopir, teknisi apartemen, hingga kekasih korban yaitu Reza Arap. Selain itu, polisi juga melibatkan tim medis untuk meninjau riwayat kesehatan Lula Lahfah secara menyeluruh.
“Kita juga meminta keterangan dari pihak dokter RS Fatmawati, yang melaksanakan pemeriksaan visum luar terhadap jenazah. Kami juga melakukan pemeriksaan terhadap dokter R yang mengeluarkan surat keterangan kematian, termasuk kita juga melakukan pemeriksaan terhadap pihak RS pondok indah terkait tentang riwayat medis dari almarhum,” ungkap Budi.
Lula Lahfah pertama kali ditemukan dalam kondisi tubuh kaku di apartemennya pada Jumat, 23 Januari 2026. Penemuan tersebut bermula dari kecurigaan asisten rumah tangga karena Lula tidak memberikan respons sejak pagi hari. Saat ini, jenazah almarhumah telah bersemayam di TPU Rawa Terate, Jakarta Timur.








