BTS sukses menggelar konser comeback ARIRANG di Seoul dan memecahkan rekor. Namun, saham HYBE justru dilaporkan turun hingga 15,5 persen. Simak faktanya!
Jakarta (Lampost.co) – Grup fenomenal BTS baru saja menandai kembalinya mereka ke panggung musik dunia melalui konser gratis bertajuk ARIRANG. Acara spektakuler tersebut berlangsung meriah di Gwanghwamun Square, Seoul, pada akhir pekan lalu. Meskipun mencatatkan sejarah baru, kondisi finansial agensi mereka, HYBE, justru menunjukkan tren yang cukup mengejutkan.
Konser ini menjadi penampilan perdana BTS dalam formasi lengkap setelah masa hiatus panjang sejak tahun 2022. Kemunculan RM dan kawan-kawan sekaligus menjadi pemanasan sebelum mereka memulai tur dunia sebanyak 82 pertunjukan. Antusiasme penggemar yang luar biasa sempat membuat nilai saham HYBE melonjak drastis sebelum acara dimulai.
Namun, situasi berbalik arah pada Senin, 23 Maret 2026, ketika pasar saham resmi dibuka. Nilai saham perusahaan dilaporkan merosot hingga angka 15,5 persen setelah pagelaran konser tersebut berakhir. Penurunan ini terjadi meskipun BTS baru saja membuktikan pengaruh besar mereka di industri musik global.
Awalnya, pihak penyelenggara memprediksi kehadiran sekitar 250.000 penonton untuk memadati area konser di pusat kota Seoul. Namun, data resmi mencatat hanya sekitar 104.000 orang yang hadir di lokasi tersebut. Walaupun demikian, angka ini tetap menempatkan BTS sebagai pemegang rekor konser publik terbesar di Korea Selatan.
Penurunan jumlah penonton tersebut diduga kuat karena penerapan protokol pengendalian massa yang sangat ketat. Pihak keamanan terpaksa membatasi akses masuk demi menjaga keselamatan seluruh pengunjung dan warga sekitar. HYBE kemudian merespons situasi ini dengan merilis pernyataan resmi untuk meredam kegaduhan publik.
“Kami ingin dengan tulus meminta maaf kepada mereka yang melintas di Gwanghwamun Square dan semua yang mengalami ketidaknyamanan dalam jadwal pribadi maupun rutinitas harian mereka,” ujar HYBE.
Meskipun saham sedang terkoreksi, para analis pasar tetap optimis terhadap masa depan finansial agensi raksasa tersebut. Peneliti NH Investment & Securities, Lee Hwa-jeong, memprediksi lonjakan laba operasional yang sangat besar pada tahun 2026. Tur dunia yang akan datang menjadi mesin uang utama bagi pemulihan ekonomi perusahaan.
“Tahun ini, penjualan HYBE diproyeksikan mencapai 4,2 triliun won Korea, dengan laba operasional sebesar 533,9 miliar won Korea. Ini menandai pemulihan hampir sepuluh kali lipat dibandingkan tahun lalu,” ujarnya.
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update