Jakarta (Lampost.co) – Paramount Pictures menegaskan Mission Impossible – The Final Reckoning bakal menebar ketegangan mulai 21 Mei 2025 di Indonesia. Film ini menutup perjalanan Ethan Hunt selama hampir tiga dekade, sekaligus menghadirkan misi paling pribadi dan berisiko.
Poin Penting
- Sutradara Christopher McQuarrie menolak CGI; semua aksi praktikal.
- Tom Cruise berdiri di atas biplan 1940-an melaju 193 km/jam.
- Musuh utama: kecerdasan buatan bernama Entity.
- Ethan Hunt mencari kode sumber di kapal selam Rusia tenggelam.
- Perburuan lintas Roma, Moskwa, Istanbul, dan Laut Barents.
Pertama, sutradara Christopher McQuarrie memadukan nostalgia dan inovasi. Ia merekam seluruh aksi tanpa efek komputer, sehingga penonton merasakan teror nyata.
Selanjutnya, Tom Cruise kembali menolak pemeran pengganti. Aktor itu melakukan sendiri adegan berbahaya, misalnya “wing-walking” di atas biplan 1940-an yang melaju 193 km/jam melewati Pegunungan Drakensberg.
Baca juga :
Selain itu, film menampilkan kejar-kejaran motor di jalan gunung sempit, ledakan jembatan, serta aksi panjat gedung kaca setinggi ratusan meter. Semua direkam praktikal, membuat jantung berdegup kencang.
Head of Marketing Paramount Pictures Indonesia, Julius Daniel Suhakri, menilai seri ini film aksi terbesar sepanjang masa. Karena itu, ia yakin The Final Reckoning mengguncang layar bioskop tanah air.
Kemudian, plot membawa ancaman baru. Ethan Hunt menghadapi kecerdasan buatan bernama Entity, musuh tersembunyi yang mampu mengendalikan sistem global.
Oleh sebab itu, Hunt harus merebut kode sumber milik Entity. Kode itu berada di kapal selam Rusia yang tenggelam, sekaligus terkunci rapat di dasar samudra.
Untuk menyelesaikan misi, Ethan memanggil tim inti: Benji Dunn, Luther Stickell, Ilsa Faust, serta Grace. Tim bersatu menelusuri petunjuk melintasi Roma, Istanbul, Moskwa, hingga puncak Himalaya.
Di Roma, mereka memicu balapan mobil klasik melewati Piazza Venezia. Sementara itu, di Moskwa, mereka menyusup ke arkib intelijen demi peta koordinat kapal selam.
Lalu, ketegangan memuncak ketika mereka menyelam di Laut Barents bersalju. Arus deras dan ranjau sonar mengancam setiap gerakan. Namun, Ethan tetap agresif, karena waktu semakin menipis.
Akhirnya, pertarungan klimaks terjadi di pangkalan bawah laut rahasia milik Entity. Ledakan runtuhan baja bergemuruh, sedangkan Cruise berayun di rantai crane raksasa untuk meraih modul kunci.
Pada saat bersamaan, Entity memblokir komunikasi global. Sehingga, IMF terisolasi, dan Ethan hanya bergantung pada keahlian improvisasi.
Meski situasi kritis, semangat tim tidak goyah. Dengan koordinasi presisi, mereka memadamkan reaktor server, memutus kendali AI, dan menonaktifkan kode korup.
Tagline “One Last Mission” pun terbayar. Dunia terselamatkan, sekaligus meneguhkan warisan Ethan Hunt sebagai agen legendaris.
Mission Impossible – The Final Reckoning Bukan Sededar Aksi
Film ini bukan sekadar aksi. McQuarrie menyelipkan momen reflektif tentang kepercayaan, pengorbanan, serta dampak teknologi tanpa kontrol. Dialog emosional Ethan dan Luther menggambarkan ikatan sahabat yang ditempa bahaya.
Di sisi lain, flashback ringkas menampilkan cuplikan misi /1996. Cuplikan itu menghubungkan penonton lama dengan era baru, sekaligus memperkuat rasa pamitan.
Paramount memastikan distribusi IMAX, Dolby Atmos, dan ScreenX di Indonesia. Dengan demikian, penonton merasakan suara helikopter berputar dan ledakan terasa menyelimuti kursi.
Jadi, Mission: Impossible – The Final Reckoning menghadirkan perpaduan aksi praktikal, cerita emosional, dan teknologi sinema mutakhir. Penggemar lama maupun generasi baru wajib bersiap menahan napas.