Ricky Siahaan, gitaris Seringai, meninggal dunia saat tur di Jepang. Tur Signature Time Wolves of East Asia Tour 2025 tetap berlanjut tanpa Ricky.
Jakarta (Lampost.co) – Ricky Siahaan, gitaris band Seringai, meninggal dunia saat tengah menjalani tur di Jepang, Sabtu, 19 April 2025. Tur bertajuk Seringai Signature Time Wolves of East Asia Tour 2025 sedang berlangsung saat kabar duka itu tiba.
Band ini sempat tampil di Taichung, Taipei, dan Kaohsiung di Taiwan, lalu melanjutkan tur ke Tokyo, Jepang.
Kabar meninggalnya Ricky Siahaan dikonfirmasi oleh Ade Putri Paramadita, sahabat sekaligus mantan Road Manager Seringai.
“Terima kasih buat pertemanannya, Ricky Siahaan. Rest in love, my friend,” tulis Ade di akun Facebook pribadinya.
Sebelum bergabung dengan Seringai, Ricky Siahaan aktif di skena musik bawah tanah bersama band Step Forward.
Tidak hanya sebagai musisi, Ricky Siahaan juga berkarier di dunia media dan dikenal luas di bidang ini.
Dia pernah menjabat sebagai redaktur di majalah Rolling Stone Indonesia serta menjadi CEO Whiteboard Journal.
Dalam karier bermusiknya, Ricky terkenal dengan karakteristik riff gitar yang kuat dan ikonik di setiap albumnya.
Selain itu, Ricky Siahaan juga memproduseri beberapa band lain, termasuk Amerta, dan sukses di bidang manajemen artis.
Ricky pernah menjadi manajer aktor laga Iko Uwais, menunjukkan betapa luas jangkauan profesionalitasnya.
Kepergian Ricky Siahaan menjadi duka mendalam bagi dunia musik Indonesia, khususnya para penggemar musik rock.
Selamat jalan, Ricky Siahaan. Karyamu akan terus hidup dalam ingatan pecinta musik di seluruh penjuru dunia.
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update