Bandar Lampung (Lampost.co) — Spotify tengah menghadapi gelombang boikot dari para musisi, aktivis, dan pengguna setia. Mereka mengecam keputusan CEO Spotify, Daniel Ek, yang berinvestasi dalam teknologi militer.
Pada 17 Juni 2025, Daniel Ek mengumumkan investasi sebesar 600 juta euro ke Helsing, perusahaan asal Jerman yang mengembangkan drone tempur berbasis kecerdasan buatan (AI).
Spotify Gunakan Keuntungan untuk Dana Perang
Investasi tersebut memicu reaksi keras dari berbagai kalangan. Banyak yang menilai Spotify menggunakan keuntungan dari langganan pengguna untuk mendanai teknologi militer.
Beberapa musisi langsung bertindak. Mereka menarik seluruh katalog musiknya dari platform Spotify sebagai bentuk protes terbuka.
King Gizzard & the Lizard Wizard Tarik Seluruh Lagu
Band rock asal Australia itu menghapus semua musiknya dari Spotify sejak 25 Juli 2025. Mereka umumkan keputusan itu lewat Instagram.
“Kami tak ingin mendukung CEO yang danai drone militer AI,” tulis mereka kepada para penggemar.
Xiu Xiu Ikut Hengkang, Ajak Penggemar Unsub
Grup musik eksperimental Xiu Xiu menghapus seluruh katalog lagu mereka dari Spotify. Meski prosesnya lama, mereka tetap melakukannya.
“Terima kasih atas dukungan kalian. Batalkan langganan Spotify sekarang juga,” tulis Xiu Xiu lewat Instagram @xiuxiuforlife.
Leah Senior: Bayar Murah dan Dukung Senjata
Penyanyi folk asal Australia, Leah Senior, mengumumkan boikot Spotify sejak 1 Juli 2025. Ia kritik dua hal utama dari platform tersebut.
“Spotify bayar artis terlalu rendah. Sekarang mereka juga danai teknologi perang,” ucapnya di akun @leahseniormusic.
Dr Sure’s Unusual Practice Ambil Langkah Tegas
Vokalis Dougal Shaw mulai boikot Spotify dengan menarik album terbaru mereka, Blue/Bubble. Ia tahu dampaknya kecil, tapi tetap percaya.
“Kalau artis besar ikut, gerakan itu akan sangat kuat,” ujar Shaw pada The Music Network, 7 Juli 2025.
Deerhoof Tegaskan Sikap Lewat Pernyataan Tajam
Band indie-rock Deerhoof umumkan keluar dari Spotify sejak 30 Juni 2025. Mereka menolak musik mereka untuk hal berbau kekerasan.
“Kami tidak ingin musik kami membunuh siapa pun,” tulis mereka lewat Instagram.
Laura Burhenn Ungkap Kekecewaan Lewat Video Emosional
Penyanyi dan penulis lagu Laura Burhenn menyuarakan protesnya lewat video. Ia kritik keras model bisnis Spotify sejak awal berdiri.
Ia pun ajak pengguna berhenti langganan secara massal. “Uang kalian ternyata danai mesin perang,” ujar Laura.
Banyak pengamat musik meyakini boikot itu hanya permulaan. Jika semakin banyak musisi ternama bergabung, Spotify bisa mengalami krisis reputasi serius.