Jakarta (Lampost.co) – Platform streaming Vidio kembali menggebrak industri hiburan pada awal tahun 2026. Menggandeng Arya Saloka segera merilis serial aksi terbaru berjudul Algojo mulai 16 Januari mendatang. Menariknya, serial ini menonjolkan realitas keras kehidupan jalanan di kawasan Jakarta Utara.
Poin Penting
- Serial Algojo tayang perdana di Vidio pada 16 Januari 2026.
- Cerita mengambil latar realistis kehidupan keras di Jakarta Utara.
- Arya Saloka bertransformasi menjadi aktor laga melalui karakter Zar.
- Produksi melibatkan riset mendalam soal dialek dan budaya lokal.
- Plot menggabungkan unsur aksi, komedi, hingga konflik kesenjangan sosial.
Keunikan Latar Jakarta Utara
Pihak Vidio menegaskan bahwa Algojo memiliki perbedaan besar dibandingkan serial aksi lainnya. Krishto Damar Alam selaku perwakilan Vidio menyebutkan bahwa pembangunan dunia dalam serial ini sangat otentik. Visual yang tersaji benar-benar menggambarkan suasana khas pesisir Jakarta yang sangat kontras.
Baca juga : Misteri Jalur Angker Jawa: Film Alas Roban Siap Menghantui Bioskop 2026
“Jadi, sebenarnya, kalau penonton yang sudah lihat action series yang lain, ketika lihat yang barusan (Algojo), dari tone world building-nya yang kita lihat itu Jakarta Utara banget. Sangat beda,” tutur Krishto.
Mengangkat Kriminalitas yang Nyata
Produser Wicky V. Olindo sengaja memilih lokasi tersebut untuk menciptakan kesan cerita yang lebih nyata. Ia ingin mengeksplorasi daerah dengan tingkat kriminalitas tinggi yang sudah dikenal masyarakat luas. Tim produksi pun menggali berbagai mitologi urban dan fakta sosial di penghujung Jakarta tersebut.
“Jadi, kita pengen mengangkat sesuatu yang lebih real. Berdasarkan sesuatu yang memang, entah kita enggak tahu itu cerita benar atau mitologi, ya, tapi sesuatu yang di Jakarta, tuh, kita sudah familiar dengan sebuah daerah yang crime rate-nya tinggi gitu, loh,” ujarnya.
Proses Riset yang Mendalam
Sutradara Rahabi Mandra melakukan riset intensif demi menjaga keaslian dialek serta kebiasaan warga lokal. Ia bahkan menggandeng rapper Doms Dee sebagai referensi utama mengenai budaya jalanan di sana. Selain itu, serial ini juga menyoroti masalah kesenjangan sosial yang memicu tekanan hidup bagi masyarakat.
“Sampai akhirnya, ketemu sama satu sosok yang gua bisa bilang, dia adalah perpustakaan berjalannya buat dunia ini. (Dia adalah) Doms Dee. Gua banyak banget nanya sama dia (tentang) detail-detailnya bahkan sampai celetukan-celetukannya gitu,” papar Rahabi.
Transformasi Arya Saloka Jadi Aktor Laga
Arya Saloka kini keluar dari zona nyaman drama untuk memerankan karakter Zar. Ia berperan sebagai seorang pengantar pekerja seks yang terjebak dalam organisasi misterius. Arya mengaku harus menyerap gestur dan istilah khas dunia jalanan agar aktingnya terasa lebih hidup.
“Saya sampai riset langsung ke orang yang memang familiar dengan dunia jalanan Jakarta. Ternyata gaya bicara, istilah-istilah yang dipakai, sampai gestur itu punya ciri khasnya sendiri. Saya harus benar-benar menyerap itu semua supaya Zar terasa hidup,” jelas Arya.








