Jakarta (Lampost.co) – Selebgram Tasya Farasya kembali menjadi sorotan publik setelah menghadiri sidang kedua perceraiannya dengan Ahmad Assegaf pada Rabu (22/10). Dalam sidang itu, Tasya mempertimbangkan langkah hukum baru terhadap suaminya atas dugaan penggelapan dana perusahaan.
Poin Penting:
- Tasya Farasya pertimbangkan lapor polisi atas dugaan penggelapan dana oleh suami.
- Tasya tetap fokus pada pekerjaan dan proses perceraian.
- Gugatan cerai diajukan pada 12 September di PA Jakarta Selatan.
- Dugaan penggelapan dana terjadi saat Ahmad menjabat sebagai Chief of Finance.
Kuasa hukum Tasya, Sangun Ragahdo dan Fattah Riphat, mengungkapkan bahwa kliennya telah menyiapkan bukti kuat untuk laporan tersebut. “Kalau ditanya bukti, sudah ada,” kata Sangun kepada media.
Baca juga : Diterpa Isu Cerai, Hamish Daud Pernah Bongkar Sifat Asli Raisa yang Tak Banyak Diketahui Publik
Fattah menambahkan bahwa semua dokumen pendukung sudah lengkap. Namun, ia menegaskan bahwa pihaknya masih menimbang waktu tepat untuk menempuh jalur hukum pidana. “Kami sudah siap semua, tapi apakah akan dilaporkan, nanti kita lihat,” ujarnya.
Selain urusan hukum, Tasya kini juga sibuk dengan pekerjaan. Menurut Fattah, Tasya yang selama ini menjadi tulang punggung keluarga, tetap fokus pada kariernya di tengah proses perceraian. “Tasya masih fokus pada perceraiannya dan pekerjaannya. Ia sangat sibuk,” kata Fattah.
Tasya Farasya Akan Laporkan Suami Kasus Penggelapan
Ketika ditanya lebih lanjut mengenai kemungkinan pelaporan pidana, Fattah tidak menampik. Ia menjelaskan bahwa langkah tersebut masih dalam tahap pertimbangan. “Kalau bicara kemungkinan, kami mempersiapkan bukti. Jadi memang ada kemungkinan,” jelasnya.
Gugatan cerai Tasya Farasya didaftarkan ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan pada 12 September lalu. Gugatan itu dipicu oleh dugaan penggelapan dana di perusahaan milik Tasya, di mana Ahmad sebelumnya menjabat sebagai Chief of Finance.
Publik pun terkejut dengan kabar ini. Sebab, rumah tangga Tasya dan Ahmad selama ini tampak harmonis. Keduanya dikenal sebagai pasangan yang telah bersama sejak masa sekolah.
Dalam sidang pertama pada 24 September, Tasya hanya menuntut nafkah simbolik Rp100. Nilai itu menjadi penegasan bahwa selama menikah, ia merasa tidak mendapatkan nafkah layak. Gugatan Tasya hanya mencakup perceraian dan hak asuh anak, tanpa membahas harta gono-gini.
Kini, publik menanti langkah hukum berikutnya dari Tasya Farasya, termasuk kemungkinan laporan pidana terhadap suaminya.







