IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Sabtu, 04/04/2026 00:13
Jendela Informasi Lampung
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Hukum

DPR Minta Sanksi Tegas Jaksa Kasus Amsal Sitepu

Kasus Amsal Christy Sitepu menjadi cermin penting bagi sistem penegakan hukum di Indonesia karena perkara tersebut tidak hanya menyangkut individu, tetapi juga menyentuh akar persoalan kelembagaan.

Muharram Candra LuginaMedia IndonesiabyMuharram Candra LuginaandMedia Indonesia
03/04/26 - 22:09
in Hukum, Nasional
A A
DPR Minta Sanksi Tegas Jaksa Kasus Amsal Sitepu

VONIS BEBAS. Terdakwa kasus pembuatan video desa Amsal Christy Sitepu (tengah) usai mengikuti sidang putusan di Pengadilan Negeri Medan, Sumatra Utara, Rabu (1/4). Majelis Hakim PN Medan menjatuhkan vonis bebas kepada Amsal perihal kasus pembuatan video profil desa di Kabupaten Karo. (Antara/Yudi Manar)

ADVERTISEMENT

Jakarta (Lampost.co) — Kasus hukum yang menjerat videografer Amsal Christy Sitepu kembali memicu sorotan tajam. DPR menilai perkara ini menjadi ujian serius bagi integritas penegakan hukum.

Poin Penting:

  • DPR mendesak sanksi tegas terhadap jaksa.

  • Dugaan pelanggaran mencakup ketidakpatuhan pada hakim.

  • Kasus Amsal soroti lemahnya pengawasan internal.

Anggota Komisi III DPR, Safaruddin, mendesak penegakan sanksi tegas terhadap oknum jaksa. Ia menegaskan pelanggaran tidak boleh berhenti pada sanksi administratif.

Selain itu, ia meminta penegakan sanksi etik hingga pidana. Menurutnya, langkah tegas penting untuk menjaga kepercayaan publik.

Baca juga: Banggar DPR Ajukan Sejumlah Kebijakan Jaga Stabilitas APBN karena Ketidakpastian Ekonomi Global

Desakan tersebut dia sampaikan dalam forum rapat dengar pendapat umum (RDPU) di Gedung DPR Senayan, Kamis (2/4). Rapat menghadirkan kejaksaan serta perwakilan dari Amsal.

Namun, substansi persoalan tidak hanya soal individu. Kasus ini membuka persoalan sistemik dalam pengawasan internal kejaksaan.

“Penuntut umum yang menyimpang harus dikenai sanksi administrasi, etik, hingga pidana. Ini bukan sekadar aturan di atas kertas, tapi wajib dijalankan,” ujar legislator PDI Perjuangan itu.

Safaruddin menyoroti dugaan pelanggaran serius dalam proses hukum. Ia menilai ada indikasi jaksa mengabaikan perintah hakim.

“Tidak menaati perintah hakim itu jelas pelanggaran. Harus ada tindak lanjutnya, ini bukan hal yang ringan,” ujarnya.

Karena itu, DPR meminta Kejaksaan menunjukkan komitmen reformasi. Penindakan terhadap oknum menjadi indikator keseriusan institusi.

Di sisi lain, publik menaruh perhatian besar pada kasus ini. Banyak laporan masyarakat masuk ke Komisi III DPR.

Fenomena tersebut menunjukkan kepercayaan publik terhadap pengawasan internal menurun. Masyarakat memilih mencari keadilan melalui jalur politik.

“Kenapa masyarakat lari ke Komisi III? Karena pengawasan di Kejaksaan tidak berjalan. Ini harus mendapat perbaikan, baik internal maupun eksternal,” kata mantan perwira tinggi Polri itu.

Selain itu, harus memperkuat transparansi penanganan perkara. Publik membutuhkan kepastian penegakan hukum secara adil.

Safaruddin juga menegaskan DPR tidak mengintervensi proses hukum. Ia menyebut fungsi DPR sebatas pengawasan terhadap lembaga penegak hukum.

Namun, tingginya aduan menunjukkan fungsi tersebut berjalan. DPR menjadi saluran aspirasi masyarakat yang mencari keadilan.

Soroti Penahanan

Di sisi lain, kasus ini juga menyoroti praktik penahanan. Safaruddin mengingatkan jaksa agar tidak gegabah dalam mengambil keputusan.

Ia menekankan penahanan harus berbasis bukti kuat. Selain itu, keputusan harus mempertimbangkan kebutuhan objektif.

“Harus ada dasar dan upaya nyata, bukan hanya asumsi. Jangan sampai menzalimi warga,” katanya.

Jika tidak, penahanan berpotensi melanggar hak asasi. Dampaknya dapat merugikan masyarakat secara luas.

Kasus Amsal menjadi contoh konkret. Ia sempat menjalani penahanan 131 hari sebelum akhirnya mendapat vonis bebas.

Fakta tersebut menimbulkan pertanyaan besar. Apakah proses hukum telah berjalan sesuai prinsip keadilan?

Karena itu, perlu melakukan evaluasi menyeluruh. Sistem penegakan hukum harus menjamin perlindungan hak warga negara.

Selain aspek hukum, kasus itu juga berdampak sosial. Kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum bisa tergerus.

Jika kondisi ini dibiarkan, legitimasi hukum akan melemah. Masyarakat bisa kehilangan kepercayaan terhadap sistem peradilan.

Oleh sebab itu, reformasi kelembagaan menjadi kebutuhan mendesak. Kejaksaan harus memperkuat mekanisme kontrol internal.

Selain itu, perlu juga meningkatkan pengawasan eksternal. Kolaborasi antarlembaga dapat memperkuat akuntabilitas.

Kemudian, peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi penting. Jaksa harus memahami standar etik dan profesionalisme.

Tidak hanya itu, perlu perbaikan sistem evaluasi kinerja. Penilaian berbasis integritas harus menjadi prioritas utama.

Momentum itu juga dapat menjadi titik balik. Kasus Amsal membuka ruang pembenahan sistem secara lebih luas.

Jika melakukan langkah korektif, dapat memulihkan kepercayaan publik. Namun, proses tersebut membutuhkan komitmen jangka panjang.

Sebaliknya, jika tidak ada perubahan, risiko krisis kepercayaan akan meningkat. Hal tersebut dapat berdampak pada stabilitas hukum nasional.

Tags: Amsal Sitepudprjaksakajari Sumutkejari Kabupaten Karorapat dengan pendapat umumRDPUviedeografer Amsal Sitepu
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Kerugian yang Harus Ditanggung Amsal Sitepu

Kerugian yang Harus Ditanggung Amsal Sitepu

byMuharram Candra Luginaand1 others
03/04/2026

Jakarta (Lampost.co) -- Kasus Amsal Christy Sitepu kembali memantik perdebatan publik. Selain sorotan tidak hanya tertuju pada vonis bebas, DPR...

Intervensi Jaksa Jadi Sorotan Tajam

Intervensi Jaksa Jadi Sorotan Tajam

byMuharram Candra Luginaand2 others
03/04/2026

Jakarta (Lampost.co) -- Polemik penanganan kasus videografer Amsal Christy Sitepu kembali memantik sorotan publik. Kali ini, isu dugaan intervensi dalam...

Naposobulung HKBP Natar membawakan drama jalan salib saat ibadah Jumat Agung

Naposobulung HKBP Natar Visualisasikan Sengsara Jalan Salib

byNana Hasan
03/04/2026

KALIANDA (Lampost.co) -- Jemaat ibadah Jumat Agung di Gereja HKBP Natar Resort Agaphe menyaksikan drama Jalan Salib yang mengharukan. Pertunjukan...

Berita Terbaru

harga HP Tecno April 2026
Teknologi

Harga HP Tecno April 2026: Murah Tapi Spek Nggak Murahan

byDenny ZY
03/04/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Di tengah persaingan smartphone yang makin padat, satu nama terus mencuri perhatian di segmen harga terjangkau:...

Read moreDetails
planet Merkurius

Merkurius: Planet Kecil dengan Suhu Paling Ekstrem di Tata Surya

03/04/2026
Trojan Android

Ancaman di Android 2025: Trojan Perbankan Naik Drastis

03/04/2026
Kerugian yang Harus Ditanggung Amsal Sitepu

Kerugian yang Harus Ditanggung Amsal Sitepu

03/04/2026
Snaptube APK

Sering Gagal Download Video? Ini Solusi Simpan Video Tanpa Drama

03/04/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.