KALIANDA (Lampost.co) — Jemaat ibadah Jumat Agung di Gereja HKBP Natar Resort Agaphe menyaksikan drama Jalan Salib yang mengharukan. Pertunjukan tersebut menjadi pembuka sesi ulaon na hohom atau ibadah hening, yang ditandai dengan suasana sunyi dan dentang lonceng gereja sebanyak tujuh kali.
Poin Penting
- Sebanyak 25 pemuda (naposobulung) HKBP Natar mementaskan drama penderitaan Yesus sebagai pembuka ibadah hening (ulaon na hohom).
- Meski di tengah masa ujian sekolah dan kuliah, para pemuda tetap konsisten berlatih selama satu bulan demi pelayanan ibadah.
- Drama ini bertujuan memperkuat fondasi iman dan pemahaman spiritual generasi muda mengenai esensi pengorbanan Kristus.
Sebanyak 25 remaja dan pemuda, atau dalam bahasa Batak disebut naposobulung, menyuguhkan visualisasi penderitaan Yesus Kristus dengan apik. Pelatih sekaligus penulis naskah drama, Bibelvrouw Master Hutagaol, mengungkapkan rasa bangganya atas dedikasi para pemuda tersebut. Ia menjelaskan bahwa proses latihan tetap berjalan maksimal di tengah kesibukan peserta yang sedang menghadapi ujian sekolah maupun perkuliahan.
Baca juga : Ibadah Jumat Agung HKBP Natar Tekankan Kasih Bagi Sesama
“Latihan terhitung singkat, hanya efektif selama satu bulan. Tantangannya luar biasa karena mereka dalam masa ujian. Namun semangat mereka untuk melayani tidak surut,” ujarnya usai ibadah di gereja setempat, Jumat, 3 April 2026.
Drama bertajuk Sengsara Yesus Membawa Keselamatan ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam, baik bagi para pemeran maupun jemaat. Bibelvrouw menekankan bahwa keterlibatan generasi muda bertujuan agar mereka mampu menghayati esensi pengorbanan Yesus secara nyata.
“Pemerannya sengaja kami ambil dari kalangan remaja dan pemuda agar mereka lebih paham secara emosional dan spiritual tentang penderitaan Yesus. Ini adalah cara kami mengedukasi generasi muda agar iman mereka semakin kokoh,” jelasnya.
Refleksi bagi Jemaat
Selain sebagai sarana pembinaan bagi naposobulung, pementasan ini menjadi ajang refleksi bagi seluruh jemaat yang hadir. Visualisasi Jalan Salib tersebut diharapkan mampu menyentuh hati para penonton untuk mengingat kembali makna penebusan.
“Bagi para penonton, drama ini adalah pengingat untuk senantiasa bersyukur dan berbuat baik dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.








