• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Jumat, 20/02/2026 22:18
Jendela Informasi Lampung
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Humaniora

Bahasa Lampung Kian Terpinggirkan

Penyunting memperbaiki kesalahan kebahasaan naskah, namun tidak boleh mengubah substansi.

Ricky MarlyDelima NapitupulubyRicky MarlyandDelima Napitupulu
16/05/24 - 21:32
in Humaniora
A A
Bahasa Lampung Kian Terpinggirkan

Kabid Kebudayaan Disdikbud Lampung Heni Astuti dalam diseminasi kepakaran pembinaan bahasa: diseminasi bahan penyuluhan pedoman penyuntingan naskah cerita anak tahun 2024 di Hotel Grand Mercure Bandar Lampung, Kamis, 16 Mei 2024. (Lampost.co/Delima)

Bandar Lampung (Lampost.co) — Bahasa dan aksara Lampung tidak masuk kategori terancam punah. Akan tetapi eksistensinya lambat laun makin terpinggirkan.
“Bahasa Lampung terpinggirkan, mulai ditinggalkan penuturnya. Ditambah lagi, globalisasi yang berpengaruh pada sikap dan perilaku masyarakat etnik Lampung dalam berbahasa,” kata Kabid Kebudayaan Disdikbud Lampung Heni Astuti dalam diseminasi kepakaran pembinaan bahasa: diseminasi bahan penyuluhan pedoman penyuntingan naskah cerita anak tahun 2024 di Hotel Grand Mercure Bandar Lampung, Kamis, 16 Mei 2024.
Menurut dia, bahasa Lampung tidak lagi menjadi bahasa kebanggaan di daerah ini. “Kalau kita ke Bandung, di sana langsung mengatakan punten. Kalau di Lampung langsung lo gue,” ujarnya.
Guna menjaga penutur bahasa Lampung, Pemerintah Provinsi Lampung menetapkan pembangunan bidang pariwisata dan budaya serta pendidikan sebagai prioritas jangka menengah. Pihaknya juga mengusulkan bahasa Lampung sebagai warisan budaya tak benda ke Pemerintah Pusat. “Pokok pikiran kebudayaan daerah Provinsi Lampung memuat bahasa dan aksara Lampung sebagai salah satu objek pemajuan kebudayaan,” ujarnya.

Peran Penyunting Naskah

Pembicara berikutnya, Staf Ahli Bahasa Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Wawan, menjelaskan tentang peran penyunting naskah. “Penyunting wajib memiliki ilmu kebahasaan antara lain ejaan, diksi, dan kalimat,” ujarnya.
Penyunting memperbaiki kesalahan kebahasaan naskah, namun tidak boleh mengubah substansi. “Penulis biasanya fokus pada substansi, sehingga membutuhkan peran penyunting yang membersihkan naskah dari kesalahan kebahasaan, dan menjadi jembatan penghubung gagasan penulis dengan pembaca,” ujarnya.
Wawan secara khusus, ia menjelaskan tentang cerita anak yang merupakan cerita anak tetapi kompleks. Penyuntingan harus memperhatikan pemerolehan bahasa anak karena pemerolehan bahasa yang dialami setiap anak tidak selalu sama.
Pemetaan kemampuan membaca berdasarkan kelompok usia antara lain tahap 0 yakni 0–6 tahun, tahap 1 yakni 6–7 tahun, tahap II yakni 7–8 tahun, tahap III yakni 8–14 tahun, tahap IV yakni 15–18 tahun, dan tahap V yakni 18 tahun ke atas. “Pada tahap nol, dengan dibacakan buku anak mulai mengerti bahwa buku mengandung kata yang memberi arti,” kata Wawan.
Demikian seterusnya, hingga tahap V yakni anak membaca materi untuk meningkatkan wawasan yang sudah mereka ketahui untuk mengembangkan skema baru. Selanjutnya, penyunting harus memahami klasifikasi pembaca berjenjang yakni pembaca dini usia 0–7 tahun, pembaca awal usia 6–10 tahun, pembaca semenjana usia 10–13 tahun, dan pembaca madya usia 13–15 tahun.
Penyunting bahasa harus memperhatikan panjang kalimat dalam buku cerita anak sesuai dengan kebutuhan per jenjang. “Kalimat terlalu panjang harus lebih pendek atau dipecah menjadi beberapa kalimat pendek. Jumlah kata per kalimat maksimal sekitar tujuh kata,” kata dia.
Tags: BahasaBahasa LampungPENDIDIKAN
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat (Rerie). Foto: Dok. Metrotvnews.com

Ketersediaan PAUD yang Merata hingga Desa Penting untuk Bangun SDM Berkualitas

byRicky Marlyand1 others
20/02/2026

Jakarta (Lampost.co) -- Dorong pemenuhan pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga perdesaan dalam upaya membangun sumber daya manusia (SDM) nasional...

Ustadz Asal Lampung Gaungkan Islam Damai hingga Amerika Serikat

Ustadz Asal Lampung Gaungkan Islam Damai hingga Amerika Serikat

byAtikaand1 others
20/02/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kabar membanggakan datang dari dunia dakwah Lampung, seorang ustadz muda gaungkan islam. Pendakwah muda asal Bandar...

Bawa Pesan Damai, Ustadz Lampung Isi Ceramah di Imaan Center Washington DC

Bawa Pesan Damai, Ustadz Lampung Isi Ceramah di Imaan Center Washington DC

byAtikaand1 others
20/02/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Ustadz asal Lampung, Maula Ibrahim Murad Al Hafidz Al Makki, tampil sebagai pengisi ceramah dalam rangkaian...

Berita Terbaru

Al-Ahli Saudi vs Al-Najma
Bola

Hattrick Ivan Toney Bawa Kemenangan 4-1 Al-Ahli Saudi atas Al-Najma

byIsnovan Djamaludin
20/02/2026

Jeddah (Lampost.co)–Al-Ahli Saudi menunjukkan mentalitas juara saat menjamu Al-Najma dalam lanjutan pekan ke-23 Saudi Pro League (SPL) 2025/2026. Bertanding di...

Read moreDetails
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat (Rerie). Foto: Dok. Metrotvnews.com

Ketersediaan PAUD yang Merata hingga Desa Penting untuk Bangun SDM Berkualitas

20/02/2026
Seorang pekerja sedang mengoperasikan alat excavator untuk mengeruk sedimentasi dalam rangka normalisiasi sungai. Dok/Dinas PU Bandar Lampung

Revitalisasi DAS Kunci Menekan Risiko Banjir di Lampung

20/02/2026
Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus saat meresmikan alat Kekuhan sebagai sistem peringatan dini terhadap bencana berbasis kearifan lokal. ANTARA

Ini 7 Kode Ketukan Kekuhan untuk Keadaan Darurat di Lampung Barat

20/02/2026
Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus saat meresmikan alat Kekuhan sebagai sistem peringatan dini terhadap bencana berbasis kearifan lokal. ANTARA

Lawan Risiko Sesar Semangko, Parosil Sebut Kekuhan Alarm Bencana Berbasis Kearifan Lokal

20/02/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.