• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Kamis, 26/02/2026 03:46
Jendela Informasi Lampung
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Humaniora

Bahasa Lampung Kian Terpinggirkan

Penyunting memperbaiki kesalahan kebahasaan naskah, namun tidak boleh mengubah substansi.

Ricky MarlyDelima NapitupulubyRicky MarlyandDelima Napitupulu
16/05/24 - 21:32
in Humaniora
A A
Bahasa Lampung Kian Terpinggirkan

Kabid Kebudayaan Disdikbud Lampung Heni Astuti dalam diseminasi kepakaran pembinaan bahasa: diseminasi bahan penyuluhan pedoman penyuntingan naskah cerita anak tahun 2024 di Hotel Grand Mercure Bandar Lampung, Kamis, 16 Mei 2024. (Lampost.co/Delima)

Bandar Lampung (Lampost.co) — Bahasa dan aksara Lampung tidak masuk kategori terancam punah. Akan tetapi eksistensinya lambat laun makin terpinggirkan.
“Bahasa Lampung terpinggirkan, mulai ditinggalkan penuturnya. Ditambah lagi, globalisasi yang berpengaruh pada sikap dan perilaku masyarakat etnik Lampung dalam berbahasa,” kata Kabid Kebudayaan Disdikbud Lampung Heni Astuti dalam diseminasi kepakaran pembinaan bahasa: diseminasi bahan penyuluhan pedoman penyuntingan naskah cerita anak tahun 2024 di Hotel Grand Mercure Bandar Lampung, Kamis, 16 Mei 2024.
Menurut dia, bahasa Lampung tidak lagi menjadi bahasa kebanggaan di daerah ini. “Kalau kita ke Bandung, di sana langsung mengatakan punten. Kalau di Lampung langsung lo gue,” ujarnya.
Guna menjaga penutur bahasa Lampung, Pemerintah Provinsi Lampung menetapkan pembangunan bidang pariwisata dan budaya serta pendidikan sebagai prioritas jangka menengah. Pihaknya juga mengusulkan bahasa Lampung sebagai warisan budaya tak benda ke Pemerintah Pusat. “Pokok pikiran kebudayaan daerah Provinsi Lampung memuat bahasa dan aksara Lampung sebagai salah satu objek pemajuan kebudayaan,” ujarnya.

Peran Penyunting Naskah

Pembicara berikutnya, Staf Ahli Bahasa Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Wawan, menjelaskan tentang peran penyunting naskah. “Penyunting wajib memiliki ilmu kebahasaan antara lain ejaan, diksi, dan kalimat,” ujarnya.
Penyunting memperbaiki kesalahan kebahasaan naskah, namun tidak boleh mengubah substansi. “Penulis biasanya fokus pada substansi, sehingga membutuhkan peran penyunting yang membersihkan naskah dari kesalahan kebahasaan, dan menjadi jembatan penghubung gagasan penulis dengan pembaca,” ujarnya.
Wawan secara khusus, ia menjelaskan tentang cerita anak yang merupakan cerita anak tetapi kompleks. Penyuntingan harus memperhatikan pemerolehan bahasa anak karena pemerolehan bahasa yang dialami setiap anak tidak selalu sama.
Pemetaan kemampuan membaca berdasarkan kelompok usia antara lain tahap 0 yakni 0–6 tahun, tahap 1 yakni 6–7 tahun, tahap II yakni 7–8 tahun, tahap III yakni 8–14 tahun, tahap IV yakni 15–18 tahun, dan tahap V yakni 18 tahun ke atas. “Pada tahap nol, dengan dibacakan buku anak mulai mengerti bahwa buku mengandung kata yang memberi arti,” kata Wawan.
Demikian seterusnya, hingga tahap V yakni anak membaca materi untuk meningkatkan wawasan yang sudah mereka ketahui untuk mengembangkan skema baru. Selanjutnya, penyunting harus memahami klasifikasi pembaca berjenjang yakni pembaca dini usia 0–7 tahun, pembaca awal usia 6–10 tahun, pembaca semenjana usia 10–13 tahun, dan pembaca madya usia 13–15 tahun.
Penyunting bahasa harus memperhatikan panjang kalimat dalam buku cerita anak sesuai dengan kebutuhan per jenjang. “Kalimat terlalu panjang harus lebih pendek atau dipecah menjadi beberapa kalimat pendek. Jumlah kata per kalimat maksimal sekitar tujuh kata,” kata dia.
Tags: BahasaBahasa LampungPENDIDIKAN
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Bunuh Diri Anak, Isu Kebangsaan yang Harus Dijawab Bersama

Bunuh Diri Anak, Isu Kebangsaan yang Harus Dijawab Bersama

byRicky Marlyand1 others
25/02/2026

Jakarta (Lampost.co) -- Tingginya kasus bunuh diri anak bukan isu kesehatan mental semata. Tetapi isu kebangsaan yang harus segera dijawab...

Pemkot Bandar Lampung Siapkan Beasiswa untuk 10.000 Pelajar

Pemkot Bandar Lampung Siapkan Beasiswa untuk 10.000 Pelajar

byRicky Marly
25/02/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung kembali menegaskan komitmennya dalam mencerdaskan anak bangsa melalui program beasiswa bagi...

Kadinkes Ajak Masyarakat Lampung Manfaatkan CKG untuk Deteksi Dini Penyakit

Kadinkes Ajak Masyarakat Lampung Manfaatkan CKG untuk Deteksi Dini Penyakit

byAtikaand1 others
25/02/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) — Edwin Rusli mengajak seluruh masyarakat Lampung untuk aktif memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Program ini...

Berita Terbaru

Bunuh Diri Anak, Isu Kebangsaan yang Harus Dijawab Bersama
Humaniora

Bunuh Diri Anak, Isu Kebangsaan yang Harus Dijawab Bersama

byRicky Marlyand1 others
25/02/2026

Jakarta (Lampost.co) -- Tingginya kasus bunuh diri anak bukan isu kesehatan mental semata. Tetapi isu kebangsaan yang harus segera dijawab...

Read moreDetails
Holiday Inn Lampung Bukit Randu menghadirkan Wedding Showcase bertajuk “Wedding Shine”, pameran pernikahan yang menawarkan inspirasi lengkap bagi calon pengantin di Bandar Lampung.

Wedding Showcase “Wedding Shine” di Holiday Inn Lampung Bukit Randu, Inspirasi Pernikahan Impian di Bandar Lampung

25/02/2026
Pemkot Bandar Lampung Siapkan Beasiswa untuk 10.000 Pelajar

Pemkot Bandar Lampung Siapkan Beasiswa untuk 10.000 Pelajar

25/02/2026
Sebanyak 109 notaris di wilayah Lampung resmi dilantik dan diambil sumpah jabatan oleh Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kemenkum) Lampung, Rabu, 25 Februari 2026, di Kantor Kemenkum Lampung.

109 Notaris di Lampung Resmi Dilantik, Kakanwil Kemenkum Lampung Tekankan Integritas

25/02/2026
Operasional SPPG di Tulangbawang Disetop Usai Kasus Dugaan Keracunan Makanan

Operasional SPPG di Tulangbawang Disetop Usai Kasus Dugaan Keracunan Makanan

25/02/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.