Bandar Lampung (Lampost.co) — Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung Lampung meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi curah hujan tinggi. Upaya tersebut seperti mempercepat perbaikan dan penanganan jaringan irigasi di berbagai wilayah Lampung. Langkah tersebut sebagai upaya mitigasi risiko banjir sekaligus menjaga ketahanan pangan.
Poin Penting:
-
BBWS Mesuji Sekampung meningkatkan kesiapsiagaan musim hujan.
-
Mempercepat perbaikan jaringan irigasi untuk mitigasi banjir.
-
Wilayah perbukitan Lampung menjadi fokus pengawasan karena rawan banjir saat intensitas hujan tinggi.
Kepala BBWS Mesuji Sekampung, Elroy Koyari, mengatakan pihaknya telah menjalin koordinasi intensif dengan pemerintah daerah dan lintas sektor dalam menghadapi musim hujan. Berbagai persiapan dilakukan, mulai dari kesiapan peralatan hingga langkah-langkah antisipatif lainnya.
“Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mempersiapkan diri menghadapi musim hujan. Kesiapan peralatan dan koordinasi lintas sektor menjadi prioritas agar penanganan bisa berjalan lebih cepat,” ujar Elroy, Rabu, 17 Desember 2025.
Baca juga: PSDA Lampung Perketat Pengawasan Tanggul Irigasi Antisipasi Banjir
Ia juga menjelaskan berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan tinggi di Lampung kemungkinan terjadi pada Januari hingga Februari 2026. Menyikapi hal tersebut, BBWS Mesuji Sekampung kini memfokuskan perhatian pada perbaikan saluran irigasi yang mendukung sektor pertanian.
Inpres Irigasi
Perbaikan irigasi tersebut melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Irigasi yang pelaksanaannya dalam tiga tahap dan tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Lampung. Hingga kini, progres pengerjaan secara umum telah mencapai sekitar 60 persen.
“Ada lokasi yang baru mulai dalam pengerjaan dan ada juga yang sudah selesai. Secara keseluruhan progresnya sudah cukup baik,” kata Elroy.
Sementara itu, untuk penanganan dan perbaikan tanggul sungai di sejumlah titik rawan, BBWS masih menunggu kebijakan Pemerintah Pusat. Elroy berharap program tersebut dapat segera terealisasi untuk mengurangi risiko banjir.
Ia juga menambahkan wilayah rawan bencana di Lampung umumnya berada di daerah dengan topografi perbukitan, seperti Lampung Barat dan Tanggamus. Di wilayah tersebut kerap mengalami banjir saat intensitas hujan meningkat.
“Harapannya peralatan yang kami siapkan bisa membantu penanggulangan bencana. Meski tidak semuanya dapat tertangani secara maksimal, setidaknya respons bisa lebih cepat, terutama di wilayah kewenangan BBWS Mesuji Sekampung,” katanya.








