Bandar Lampung (Lampost.co) — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan akan potensi banjir. Imbauan ini menyasar warga yang tinggal di wilayah pesisir dan bantaran sungai di seluruh Lampung.
Poin Penting:
-
BPBD Lampung mengimbau kewaspadaan banjir di pesisir dan bantaran sungai.
-
Curah hujan meningkat seiring fase hidrometeorologi basah.
-
Luapan sungai dan genangan air berpotensi terjadi di wilayah rawan.
Peringatan tersebut menyusul meningkatnya curah hujan di sejumlah kabupaten dan kota. Selain itu, intensitas hujan kemungkinan berlangsung lebih sering dan berdurasi panjang.
Analis Bencana BPBD Lampung, Wahyu Hidayat, mengatakan Lampung memasuki fase hidrometeorologi basah. Kondisi tersebut menjadi potensi banjir, genangan air, dan luapan sungai.
Baca juga: Rabu, 17 Desember 2025, Lampung Cerah Berpotensi Hujan
Menurut Wahyu, curah hujan tinggi berisiko menaikkan debit sungai secara cepat. Akibatnya, kawasan rendah, pesisir, dan bantaran sungai menjadi wilayah paling rawan banjir. “Curah hujan meningkat signifikan dan dapat memicu luapan sungai,” kata Wahyu, Selasa, 16 Desember 2025.
Oleh karena itu, BPBD Lampung meminta warga lebih waspada terhadap potensi banjir. Selain pesisir, wilayah perkotaan juga berpotensi mengalami genangan air, terutama daerah dengan sistem drainase buruk menjadi titik paling rentan.
BPBD Lampung saat ini terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi sungai. Selain itu, BPBD juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota.
Kesiapsiagaan Kunci Utama Kurangi Risiko
Koordinasi tersebut melibatkan camat, lurah, hingga sukarelawan kebencanaan di lapangan. Tujuannya untuk memastikan kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi.
Wahyu menegaskan kesiapsiagaan menjadi kunci utama pengurangan risiko banjir. Karena itu, BPBD Lampung mendorong langkah mitigasi sejak dini.
Selain itu, BPBD Lampung juga mengingatkan pentingnya kesiapan evakuasi dini. Terutama bagi warga yang tinggal dekat sungai dan kawasan pesisir.
Warga untuk mengenali jalur evakuasi terdekat sejak sekarang.
Selain itu, keluarga perlu menyiapkan tas siaga bencana yang bisa berisikan dokumen penting dan kebutuhan darurat.
Langkah ini efektif mengurangi risiko saat banjir datang tiba-tiba.
Selain kesiapsiagaan warga, BPBD Lampung juga menyiapkan langkah teknis. Petugas lapangan disiagakan untuk memantau titik rawan banjir.
BPBD Lampung juga berkoordinasi dengan BMKG terkait prakiraan cuaca. Informasi cuaca sebagai dasar peringatan dini banjir.
Menurut Wahyu, perubahan cuaca saat ini cenderung cepat sehingga perlu terus meningkatkan kewaspadaan masyarakat. “Kesadaran masyarakat menjadi faktor utama meminimalkan dampak banjir,” ujarnya.
Dengan kesiapsiagaan, dapat menekan risiko kerugian jiwa dan harta. BPBD Lampung juga berharap masyarakat aktif melaporkan kondisi darurat agar penanganan lebih efektif.








