• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Selasa, 13/01/2026 09:31
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Home Humaniora

Campak Mengintai Pengungsian Bencana, Kemenkes Perketat Pengawasan

Berdasarkan hasil pemantauan tersebut, penyakit yang paling banyak pihaknya temukan di lokasi pengungsian masih mendominasi oleh infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

NurbyNur
08/01/26 - 20:35
in Humaniora, Nasional
A A
Pengungsi Banjir Sumatra Berisiko Alami Penyakit Infeksi

Pengungsi korban banjir Tapanuli Selatam. (Antara)

Jakarta (Lampost.co)— Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi merebaknya penyakit menular di lokasi-lokasi pengungsian bencana yang hingga kini masih menampung ratusan ribu warga.

Salah satu penyakit yang menjadi perhatian utama adalah campak, mengingat tingginya tingkat penularan di lingkungan dengan kepadatan tinggi.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pemantauan kondisi kesehatan pengungsi dilakukan secara intensif setiap hari. Yakni melalui sistem pelaporan terintegrasi dari fasilitas kesehatan lapangan. Puskesmas, hingga rumah sakit rujukan di wilayah terdampak.

Baca juga: Kemenkes Tegaskan Super Flu H3N2 Subclade K Terkendali

“Data yang masuk setiap hari menjadi dasar bagi kami untuk menyesuaikan distribusi obat-obatan. Tenaga medis, dan tenaga kesehatan di lapangan,” ujar Budi dalam keterangan resminya, Kamis, 8 Januari 2026.

Berdasarkan hasil pemantauan tersebut, penyakit yang paling banyak pihaknya temukan di lokasi pengungsian masih mendominasi oleh infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Penyakit kulit, serta mencret. Ketiga penyakit ini pihaknya nilai berkaitan erat dengan kondisi lingkungan pengungsian yang padat. Sanitasi terbatas, serta perubahan cuaca.

“Jenis obat yang kami salurkan dan sesuaikan dengan pola penyakit yang muncul di lapangan,” jelas Budi.

Perhatian Khusus

Namun demikian, Kemenkes memberikan perhatian khusus terhadap penyakit menular yang berpotensi menimbulkan wabah.

Menurut Budi, campak menjadi ancaman serius karena memiliki tingkat penularan yang sangat cepat. Terutama di kalangan anak-anak.

“Penyakit menular yang kita amati dengan sangat ketat, dan yang paling kami waspadai adalah campak,” kata Budi.

Ia menjelaskan, kondisi pengungsian yang padat memperbesar risiko penularan campak antarindividu. Sehingga diperlukan langkah pencegahan yang cepat dan terukur. Kemenkes telah mengidentifikasi adanya kasus campak di lima kabupaten terdampak bencana.

Untuk menekan risiko penyebaran lebih luas, pemerintah melakukan deteksi dini dan segera menyiapkan respons kesehatan. Salah satu langkah utama yang pemerintah lakukan adalah menjalankan program imunisasi khusus di wilayah yang terdeteksi kasus.

“Kami sudah mulai melaksanakan imunisasi khusus sejak minggu ini,” ujar Budi.

Fokus Pengungsian Bencana

Program imunisasi tersebut difokuskan pada anak-anak di lokasi pengungsian serta wilayah sekitar yang dinilai memiliki risiko penularan tinggi. Selain imunisasi, Kemenkes juga memperkuat edukasi kesehatan, pengawasan gejala awal. Serta koordinasi lintas sektor dengan pemerintah daerah dan relawan kesehatan.

Upaya pencegahan penyakit menular ini menjadi bagian penting dari penanganan bencana secara menyeluruh. Hal ini guna memastikan kondisi kesehatan masyarakat tetap terkendali selama masa tanggap darurat dan pemulihan pascabencana.

Tags: campakMenkespengungsian
ShareSendShareTweet

Berita Lainnya

Ketua DPD PDIP Aceh Jamaluddin Idham, yang membacakan rekomendasi Rakernas I PDIP di Jakarta, Senin (12/1/2026). ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat.

Rakernas I PDIP Ungkap Delapan Tantangan Utama Indonesia

byTriyadi Isworoand1 others
12/01/2026

Jakarta (Lampost.co) -- Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Aceh Jamaluddin Idham mengungkapkan ada delapan tantangan utama yang saat ini terhadapi...

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri berfoto bersama sejumlah ketua DPD PDIP saat penutupan Rakernas PDIP di Jakarta, Senin (12/1/2026). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/nym.

Usai Rakernas, PDIP Tegaskan Posisi Politik sebagai Partai Penyeimbang

byTriyadi Isworoand1 others
12/01/2026

Jakarta (Lampost.co) -- PDI Perjuangan secara resmi mengumumkan posisi politiknya dalam peta pemerintahan nasional. Hal ini tersampaikan dalam Rekomendasi Eksternal...

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (tengah) menghadiri pelaksanaan hari ketiga Rakernas I PDIP 2026 yang digelar di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta. ANTARA/HO-PDIP.

Begini Penjelasan PDI Perjuangan jadi Penyeimbang Pemerintahan Prabowo-Gibran

byTriyadi Isworoand1 others
12/01/2026

Jakarta (Lampost.co) - PDI Perjuangan menegaskan sikap partainya sebagai penyeimbang pemerintahan Prabowo-Gibran kepada ribuan kader banteng. Hal itu tersampaikan saat...

Berita Terbaru

serial netflix
Hiburan

13 Series Favorit Netflix Siap Comeback di 2026, One Piece hingga The Witcher

byEffran
13/01/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Netflix bersiap memasuki 2026 dengan strategi agresif lewat sejumlah series. Setelah menutup 2025 lewat akhir Stranger Things,...

Read moreDetails
Harga emas batangan Antam hari ini, Selasa. Dok ANTARA

Harga Emas Antam 13 Januari 2026 Melonjak Lagi

13/01/2026
Nampak cuaca Kota Bandar Lampung cerah berawan. Namun BMKG Provinsi Lampung tetap mengingatkan tetap waspada potensi hujan. (Foto: Lampost.co / Triyadi Isworo)

Selasa, 13 Januari 2026, Lampung Cerah Berawan Waspada Hujan

13/01/2026
Pemerintah Rencanakan Fasilitas Lengkap di Kawasan Sekolah Rakyat Lampung

Pemerintah Rencanakan Fasilitas Lengkap di Kawasan Sekolah Rakyat Lampung

12/01/2026
Disdikbud Lampung Pastikan Sekolah Rakyat Diisi oleh Anak Keluarga Tak Mampu

Disdikbud Lampung Pastikan Sekolah Rakyat Diisi oleh Anak Keluarga Tak Mampu

12/01/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.